Ads 468x60px

St. Andreas Dung Lac dkk, Imam, Martyr

24 November 2015


St. Andreas Dung-Lac, Imam, adalah salah satu dari 117 orang yang menjadi martir di Vietnam pada th1862. Ke 117 orang ini (8 orang di antara mereka adalah Uskup, 50 orang Imam dan 59 orang lainnya adalah umat Katolik awam), dikanonisasi pada 4 kesempatan yang berbeda diantara tahun 1900 dan 1951 oleh St Yohanes Paulus II.

Paus Fransiskus Tentang Serangan Paris


TIDAK ADA PEMBENARAN KEAGAMAAN ATAUPUN KEMANUSIAAN UNTUK SERANGAN PARIS

Paus Fransiskus menyebut serangan Paris "sepotong dari "potongan-potongan Perang Dunia Ketiga". Dalam sebuah wawancara telepon pada hari Sabtu, 14 November 2015, dengan jaringan televisi resmi Konferensi Waligereja Italia - TV2000 - Paus Fransiskus mengatakan serangan tersebut "tidaklah manusiawi".

"Saya dekat dengan rakyat Prancis, dengan keluarga-keluarga korban, dan saya sedang berdoa untuk mereka semua", kata Paus Fransiskus. "Saya tergerak dan saya sedih. Saya tidak mengerti, hal-hal ini sulit untuk dimengerti".

Ketika ditanya apakah ini merupakan bagian dari "potongan-potongan Perang Dunia Ketiga", yang telah disebutkan Bapa Suci berkali-kali sebelumnya, Paus Fransiskus mengatakan "ini adalah potongan darinya", serta menambahkan bahwa "tidak ada pembenaran keagamaan atau kemanusiaan untuknya".

Hasil Sidang Agung Gereja Katolik IV


Via Renata – Cimacan, 2–6 November 2015

Pengantar

1. Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) IV yang diadakan pada 2–6 November 2015 di Via Renata – Cimacan mengambil tema “Keluarga Katolik: Sukacita Injil, Panggilan dan Perutusan Keluarga dalam Gereja dan Masyarakat Indonesia yang Majemuk”.

Dengan mengangkat tema itu, Gereja Katolik Indonesia bersehati dan seperasaan dengan Gereja Universal yang membahas tema keluarga dalam Sinode Para Uskup (2015) kelanjutan Sinode Luar Biasa Para Uskup (2014).
SAGKI yang mendalami tema keluarga sebagai hal penting dan mendesak ini diikuti oleh 569 peserta yang terdiri dari uskup, imam, biarawan-biarawati, perwakilan umat dari 37 keuskupan, perwakilan keuskupan TNI, dan kelompok kategorial.

ROSARIO ARWAH : Devosi bagi Jiwa-jiwa di Api Penyucian


DASAR DAN LATAR BELAKANG

1. Dasar Biblis
a. 2 Makabe 12:38-45 
Perlunya mendoakan arwah orang yang sudah meninggal untuk penghapusan dosa atau kesalahan mereka.
b. 1 Korintus 3:10-16 
Manusia harus diuji dan dibersihkan dengan api agar dimurnikan, maka perlu dibantu atau didoakan agar cepat dibersihkan. 
c. Mazmur 103:8 
Perlunya mendoakan atau menyerahkan semua arwah pada belas kasih, kerahiman dan pengampunan dari Allah, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya.

2. Ajaran dan Tradisi Gereja Katolik
Tradisi Gereja memberikan perhatian khusus bagi peringatan jiwa-jiwa di Api Penyucian pada tanggal 2 November dan selama bulan November setiap tahun; termasuk dalam bentuk devosi bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian. Gereja sadar dan yakin sungguh bahwa belum semua umat beriman yang sudah meninggal telah bersatu dalam kemuliaan Bapa di surga; dan bahwa ada Api Penyucian dimana karena dosa-dosa, mereka masih harus melaksanakan pemurnian terlebih dahulu di Api Penyucian. Dan agar mereka segera bersih dan murni itulah dibutuhkan Misa dan doa serta bantuan umat beriman yang masih hidup di dunia; termasuk dalam bentuk devosi untuk mendoakan jiwa-jiwa di Api Penyucian.

3. Mewujudkan pesan-pesan Yesus dan Bunda Maria lewat para kudus tertentu agar mendoakan, mengadakan Misa, berpuasa dan berpantang, bagi penghapusan dosa para arwah umat beriman yang masih berada di Api Penyucian (misalnya lewat: St Margaretha Maria Alacoque, St Faustina, St Yohanes Maria Vianey, dan lain-lain).

4. Tradisi Gereja Katolik memandang perlu untuk membantu para orang sakit berat menjelang ajal, baik dengan perbantuan khusus dalam hal kerohanian atau jiwanya, membantu memanggilkan imam untuk sakramen-sakramen terakhir, mendoakan orang sakit, dan lain-Iain.