Ads 468x60px

Memoria Passionis - Kenangan Akan Penderitaan

Bagaimana mengadakan MEMORIA? 
Bukan cuma suatu kenangan tetapi suatu PARTISIPASI: ambil bagian di dalam sengsara Kristus. yaitu: partisipasi 
- sebagai silih (solidaritas dg orang berdosa)
- sebagai pemurnian yang mengubah 
- sebagai kontemplasi 
- sebagai kerasulan yang membahagiakan 

Spiritualitas yang bersumber pada Sengsara Wafat Kebangkitan Yesus diperlukan karena:
- sangat banyak kaitan antara misteri sengsara-wafat dan kebangkitan Kristus dengan kehidupan kita, al:
Kaitan pertama adalah bahwa semua orang telah diselamatkan oleh it
Kaitan kedua adalah bahwa dengan pembaptisan, saudara telah disatukan dengan misteri itu, dan kesatuan itu merupakan suatu misteri yang nyata. 

Kain Kafan Yesus



Kejadian-kejadian terpenting seputar "kain kafan"

Abad I : Tanggal 7 April 30 Masehi, jenazah Yesus dibungkus dengan sehelai kain kafan baru (linen). Hari pertama setelah Sabat itu, kain Kafan itu didapati kosong (kempes), diambil dan disimpan. Dalam lingkup kehidupan dan adat orang Yahudi, kain yang telah membalut tubuh mayat dianggap najis, maka tidak boleh dipamerkan. Selama tiga abad pertama orang kristiani dikejar, bahkan benda-benda suci mereka dikumpulkan dan dibakar.

Sengsara Manusia Kain Kafan & Sengsara Yesus Kristus


Berhadapan dengan gambar manusia Kain Kafan, dengan sendirinya timbul satu pertanyaan: Siapakah manusia yang telah meninggalkan gambar itu? Pertanyaan yang sama boleh saya lontarkan kepada para hadirin Seminar ini dengan mengutip dari Injil sendiri. Pernah Yesus bertanya kepada para muridNya: “Menurut kamu, Siapakah Aku ini ?” 
Jawabannya tidak mudah; namun kita mencoba (Yoh 20,27), seperti Rasul Tomas pada malam Paska itu, mendekati Dia dan mencucukkan tangan kita ke dalam lubang luka di lambungNya. Semoga kita juga pada akhir dari Pameran dan Seminar Kain Kafan ini, berani berkata seperti Rasul itu: “Ya Tuhanku dan Allahku”. 
Kalau kita memandang dengan saksama gambar itu, kita langsung menyadari bahwa kita berhadapan dengan seorang yang telah mengalami sederetan penyiksaan di antara yang paling hebat dan mengerikan, serta paling merendahkan dan menghina sepanjang masa: penyaliban. 

Pemberkatan Minyak Krisma

Selasa, 26 Maret 2013, pukul.17.00
@Gereja Katedral Semarang

Setelah berkumpul dan bermenung renung bersama selama dua hari di Bandungan, pada hari Selasa, jam 17.00, Uskup Agung Semarang, Mgr Pujasumarta, Pr bersama Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ dan ratusan pastor dari aneka tarekat berkumpul di Gereja Katedral Semarang untuk merayakan Misa Krisma. Misa ini menunjukkan persatuan antara para imam dengan uskup mereka. Dalam Misa Krisma, uskup memberkati tiga macam minyak kudus, antara lain: 
- OC: Minyak katekumen (oleum catechumenorum), 
- OI : Minyak orang sakit (oleum infirmorum)
-SC : Minyak krisma (sacrum chrisma) 

Adapun ketiga jenis minyak ini nantinya dipergunakan dalam pelayanan sakramen-sakramen di seluruh wilayah keuskupan sepanjang tahun itu. Tradisi ini berasal dari Gereja Perdana seperti dicatat dalam Sakramentarium Gelasius (dinamakan seturut Paus Gelasius I, wafat tahun 496), tetapi kemudian dimasukkan ke dalam Misa sore Kamis Putih; Paus Pius XII menerbitkan suatu Rangkaian Ibadat yang baru untuk Pekan Suci, di mana ditetapkan kembali suatu perayaan Misa Krisma khusus yang membedakannya dari Misa sore.

ARS ET FIDES - Seni dan Iman



"Last Supper"

Kisah lukisan ini, Perjamuan Terakhir, sungguh menarik dan mendatangkan pelajaran berharga. Perjamuan Terakhir dilukis oleh Leonardo da Vinci. Figur yang mewakili keduabelas rasul dan juga figur Kristus Sendiri dilukis dari model hidup. Model hidup lukisan untuk tokoh Yesus dipilih terlebih dahulu. Ketika diputuskan bahwa Da Vinci akan melukis karya besar ini, ratusan pemuda diwawancarai dengan seksama sebagai usaha untuk mendapatkan seraut wajah dan kepribadian yang mencerminkan tanpa dosa dan keelokan, bebas dari carut-marut dan guratan-guratan akibat dosa. 

Pada akhirnya, setelah berminggu-minggu mencari, seorang pemuda berusia sembilan belas tahun terpilih sebagai model lukisan Kristus. Selama enam bulan, Da Vinci sibuk mengerjakan lukisan tokoh utama dari karyanya yang terkenal itu. Selama enam tahun berikutnya, Da Vinci melanjutkan karya seninya yang sungguh mengagumkan ini. Satu demi satu model yang cocok dipilih untuk mewakili masing-masing pribadi dari kesebelas rasul, hingga tersisalah ruang dalam lukisan yang diperuntukkan bagi tokoh Yudas Iskariot sebagai bagian akhir dari karya besar ini.

Drama Penyaliban = Drama Politik?


Seluruh drama penyaliban perlu ditelaah kembali sebagai suatu drama politik, yang dapat menjadi sumber inspirasi untuk menelaah drama-drama politik yang ikut menentukan nasib umat Kristiani di Indonesia. Soalnya, karakter-karakter yang terlibat dalam drama penyaliban itu sangat manusiawi, dan dapat kita temukan dalam drama-drama politik masa kini di Indonesia:

Lima Jalan "Reformatio Vitae".

@RJK, Buku "Via Veritas Vita". 
Reformatio vitae, perubahan hidup bisa dibuat dengan sikpa hidup yang instrospektif-reflektif dan kontemplatif. Adapun sebuah metode yang bisa dijajah-jelajah adalah "Examen atau Pemeriksaan batin". Ini adalah sebuah usaha refleksi dalam suasana doa. Dalam Spiritualitas Ignatian dan Latihan Rohani, pemeriksaan batin (English: Examen of Consciousness – Latin: Examen Conscientiae) adalah aktivitas doa yang fundamental. Doa yang diambil dari tradisi para Jesuit selama hampir 500 tahun ini sangat membantu kita dalam menumbuhkan relasi personal dengan Tuhan sendiri. Pemeriksaan batin adalah sebuah aktivitas doa dimana kita hendak menemukan gerak roh di dalam hidup harian kita.