Ads 468x60px

“Suami" dan “Istri"


(Buku XXX Family Way, RJK, Kanisius) 

Willard Harley dalam bukunya "His Needs, Her Needs: Building an Affair-Proof Marriage" menyarankan agar terbangun suatu suasana penuh pengayoman dan tidak melulu friksi, setiap orang mestinya belajar memenuhi kebutuhan anggota keluarga yang lainnya. 
Sebagai contoh sederhana: 
Para lelaki (dalam hal ini: suami, "SUAra yg MengayoMI”) seharusnya berusaha memenuhi pelbagai kebutuhan isterinya, yaitu afeksi, dialog, keterbukaan, pujian, komitmen finansial, komitmen keluarga. Beberapa hal yang menjadi kebutuhan seorang isteri bisa saya jabarkan dalam hal-hal konkret, antara lain:

1. Afeksi atau kemesraan.
2. Alternatif, bukan keputusan.
3. Dukungan rencananya
4. Hadiah kecil, bunga
5. Humor
6. Kebersamaan
7. Kedekatan dengan anak-anak
8. Kedekatan dengan ibunya/ ayahnya.
9. Kehangatan
10. Kejujuran
11. Kejutan kecil
12. Kelembutan
13. Kesempatan bagi dia untuk celoteh, gosip dan curhat
14. Keterbukaan
15. Peluang mengeskpresikan sisi terbaiknya.
16. Penghargaan atas perasaan dia
17. Peringatan atas hari-hari pentingnya.
18. Pujian tulus, biasanya pujian tak langsung lebih efektif
19. Rasa aman.
20. Salam, pelukan, ciuman ringan di tempat kesukaannya.
21. Sentuhan, urut-urut sedikit
22. Senyuman
23. Tatapan pada wajahnya
24. Tingkat keuangan yang memungkinkan menabung 10%
25. Ucapan selamat atas suatu hari, kinerja, kemampuan

Sebaliknya, para perempuan (dalam hal ini, para isteri, "ISIlah dengan teladan – TRImalah dengan iman”) juga perlu berusaha memenuhi pelbagai kebutuhan para suaminya, sehingga tercapai juga suasana damai dengan pasangannya. Secara kuantitatif, suami umumnya lebih mandiri, sehingga kebutuhannya yang harus dipenuhi isteri lebih sedikit. Berbeda dengan wanita, lelaki menempatkan seks sebagai kebutuhan tinggi. Umumnya, kebutuhan suami biasanya berkisar pada pokok kebutuhan berikut ini:

1. Seks
2. Sharing, didengarkan dalam tukar pikiran.
3. Pujian lebih langsung
4. Kebanggaan 
5. Selera pilihan baju, dasi, parfum, sepatu.
6. Kecantikan isteri
7. Teman bermain dan bercanda.
8. Penampilan isteri
9. Dukungan karir
10. Sambutan waktu pulang kerja
11. Masakan khas
12. Rumah yang bersih dan tertata rapi.
13. Anak yang sehat.
14. Kepedulian dan perhatian
15. Ketidak-cerewetan 
16. Hemat.
17. Selalu ada setiap kali ada masalah
18. Pandai mengatur keuangan
19. Senyuman.
20. Komitmen

KIDUNG SANTA ANNA

Inilah "Kidung Santa Anna" (ibu dari Bunda Maria) yang baru mengandung anak pertamanya yaitu Bunda Maria, di usia 50 tahun. Santa Anna dan suaminya Santo Yoakim tidak pernah putus harapan di dalam memohon kepada Tuhan untuk diberikan keturunan. Tak tanggung-tanggung, Tuhan memberikan mereka seorang anak yang Kudus, sang Ibu Tuhan. 

Kemuliaan Kepada Allah Maha Kuasa Yang memiliki kasih bagi anak-anak Daud.
Kemuliaan kepada Allah!
Rahmat Yang Maha Kuasa telah mengunjungi aku dari Surga
Pohon tua telah menghasilkan sebuah ranting baru dan aku diberkati.
Pada Pesta Cahaya-cahaya harapan menebarkan semaian;
Kini harum-haruman Nisan melihatnya bertumbuh.
Bagai sebuah pohon almond dagingku dihiasi bunga-bunga musim semi
Pada waktu malam ia mendapatkan bahwa ia mengandung buahnya.
Pada ranting itu ada sebuah mawar, di sanalah sebuah apel yang termanis.
Ada sebuah bintang terang, seorang anak kecil polos.
Ada sukacita dari rumah, dari suami dan istri.
Terpujilah Tuhan, Allahku, Yang memiliki belas kasih bagiku.
CahayaNya berkata kepadaku: “Sebuah bintang akan datang padamu.
Mulia, mulia! MilikMulah yang akan menjadi buah dari pohon ini.
Yang pertama dan terakhir, kudus dan murni sebagai sebuah pemberian dari Allah.
MilikMu itulah dan semoga sukacita dan damai datang ke bumi.
Terbanglah, menjemput. Kencangkanlah benang bagi kain sang bayi.
Sang bayi akan dilahirkan. Semoga nyanyian hatiku naik pada Tuhan
[menyanyikan puji-pujian]

0 komentar:

Poskan Komentar