Ads 468x60px

Penemuan Terpenting Seputar Manusia Kain Kafan




1. Apa Kain Kafan?
Adalah sehelai kain linen (4,36 x 1,10) yang pasti membungkus mayat orang yang telah didera, dimahkotai duri, dipakukan pada salib dengan paku, yang lambungnya dibuka dengan tombak. Noda-noda darah dan serum tidak bisa dibuat secara manual. Darah adalah darah yang membeku di atas kulit seorang terluka dan yang mencair kembali (fibrinolisis) karena bersentuhan/nempel dengan kain lembab. Adalah darah manusia laki-laki dari golongan AB, yang setelah diselidiki melalui proses DNA ternyata adalah darah sangat kuno. Darah sangat merah kendati sudah sangat tua, hal mana disebabkan karena orang mati dalam penyiksaan yang hebat. 
Darah ini adalah sama dengan darah yang ditemukan pada Kain Peluh yang disimpan di Oviedo (Spanyol); kain (83 x 52) yang menunjukkan noda-noda darah sama dengan KK. Menurut tradisi kain ini disebut Sagrado Rostro (Wajah Kudus), datang ke Spanyol dalam sebuah peti, melalui Afrika Utara. Darah Sagrado Rostro termasuk golongan sama dengan KK dan profil genetik sama dengan Manusia KK.
Selain darah, pada KK terlihat sebuah gambar manusia yang dibungkus olehnya. Gambar ini merupakan foto negatif. Foto hanya di permukaan, tridimesional, stabil secara ilmiah. Stabil juga dalam air, tanpa pigmen, tanpa arah, dan tidak terjadi karena bersentuhan antara kain dan tubuh. Jadi pada KK ada gambar juga dimana kain tidak bersentuhan dengan tubuh. Hitam-putihnya tergantung dan jarak dekat-jauh antara tubuh dan kain. Maka bisa disimpulkan bahwa gambar itu terjadi karena suatu radiasi cahaya dari tubuh itu sendiri.

2- Apa yang pasti bukan Kain Kafan?
Gambar bukan hasil alat-alat artifisial. Bukan lukisan dan bukan cetakan. Tidak ada pigmen sama sekali. Bukan juga hasil strinatura (kain ditempel pada patung panas), sebab gambar hasil strinatura menembus, condong hilang, pantulan cahaya berbeda.

3- Apa yang belum diketahui tentang Kain Kafan?
Yang belum diketahui adalah mekanisme fisik-kimia yang menyebabkan gambar itu. Dapat disamakan dengan suatu pancaran sinar yang tidak menembus kain, yang berkuirang dengan semakin jauh dan sumber.

4- Kain Kafan tak mungkin dan masa pertengahan.
Kain itu kemungkinan besar berasal dari daerah Palestina karena:
a) Cara kerja agak kasar; benang diputar arah Z (jam): tenunan 3 a 1, adanya bekas bekas katun mesir sangat kuno; tidak ada fiber binatang (wol), sebab menurut ketetapan hukum Yahudi tidak boleh mencampur benang alami dari benang wol.
b) Banyak sekali jenis sari bunga yang berasal dan Timur Tengah; aloe dan mur; adanya aragonite, yaitu sejenis kalcium yang banyak ditemukan di gua-gua sekitar Yerusalem; adanya bekas/gambar mata uang yang diedarkan oleh Ponsius Pilatus pada tahun 29.
Lagipula pada Masa Pertengahan sama sekali tidak ada pengetahuan tentang pencambukan dan penyaliban, sebab hukuman itu sudah tidak dipakai lagi sejak akhir abab pertama.
Seandainya KK adalah hasil pemalsuan dari abad pertengahan, si jenius pemalsu tidak bisa membuat sesuatu yang bertentangan dengan ikonografi (cara menggambar) pada masa itu, yaitu: mahkota duri seperti topi; memikul patibulum (palang); paku pada pergelangan tangan; telanjang total, tanpa kayu penahan kaki. Selain itu seharusnya memperhatikan adat-adat pemakaman orang Yahudi pada masa Kristus.

Selain itu, si pemalsu seharusnya memakai mikroskop, untuk menambah beberapa elemen yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, seperti sari bunga, serum, rempah rempah, aragonit; padahal mikroskop ditemukan pada akhir abad XVI. 

Seharusnya juga mengenal alat foto (ini baru ditemukan pada abad XIX). Seharusnya juga mengetahui dua jenis aliran darah (vena dan arteri, yang diketahui pada tahun 1593), dan menodai KK dengan dua jenis darah, tepat pada tempatnya, biarpun dia belum mengetahui dimana ada darah vena dan dimana darah arteri. 

Lagipula, seandainya Si pemalsu mengetahui segala yang diatas tadi, ia seharusnya memiliki kemampuan dan alat-alat untuk membuat sesuatu seperti KK. Dan orang seperti itu, yang luar biasa akan jeniusnya, tidak meninggalkan bekas, atau catatan, atau sesuatu yang kelak dikemudian hari, dengan adanya alat-alat canggih seperti hari ini, dapat mendeteksi kain dari masa pertengahan itu?
Yang pasti bahwa KK telah membalut mayat orang, itu berarti bahwa, kalau KK palsu, Si pemalsu adalah seorang pembunuh. 

Dalam kasus ini kesulitan-kesulitan Iebih besar lagi. Pikirkan:
• Si pemalsu memakai orang yang bentuk wajahnya yang sangat mirip dengan semua “wajah Kudus” yang beredar sebelumnya; seharusnya menyiksa korbannya sehingga mendapat bengkakan sesuai juga dengan ikon-ikon yang ada dimana-mana waktu itu; dan hal lain lagi.
• Seharusnya ia menembus Iambungnya kepada sang korbannya setelah ia mati dengan tombak romawi, dan memasang disana darah dan serum, hal yang tidak mudah dilakukan. Seharusnya lagi membalut mayat itu selama kurang lebih 35 jam, tanpa dibiarkan mengalami pembusukan; hal mana sangat sulit, sebab mayat orang yang mati dalam penyiksaan akan lebih cepat membusuk.
• Dan akhirnya Si pemalsu seharusnya “mengeluarkan” mayat itu dan KK tanpa mengakibatkan pergeseran dan kerusakan pada noda-noda darah beku. Terus-terang, saat ini juga sangat sulit membuat hal seperti KK, apalagi pada Masa Pertengahan.

5- Mengapa KK adalah KK Yesus?
Terdapat kecocokan sempurna antara ceritera Injil Sengsara dan apa yang kita lihat pada KK. Lihat:
• Pendarahan tersendiri, terlalu banyak pukulan sebagai pendahuluan penyaliban (120 kali dari yang biasanya 21).
• Pemahkotaan duri, hal yang luar biasa.
• Memikul patibulum.
• Terpakunya pada salib, dan pada diikat dengan tali padanya.
• Luka pada Iambungnya dibuat setelah mati, dan keluar darah dan serum.
• Tidak dipatahkan betisnya.
• Mayat tidak dimandikan sebelum dikuburkan. Masalahnya hari Sabat dekat.
• Jenazah dibungkus dengan KK baru, yang mahal, dari pada dibuang dalam lobang umum.
• Tidak lama tinggal dalam bungkus KK itu.
Mengingat semua hal diatas ini, tidak mungkin orang lain mengalami hal-hal yang sama dengan Yesus. Maka kesimpulan adalah bahwa Manusia KK adalah Yesus Kristus.

6- Tanda-tanda kebangkitan pada KK
• pada Manusia KK tidak tedapat tanda-tanda pembusukan; berarti bahwa Ia tinggal dalam bungkusan itu 30-36 jam.
• Terjadinya gambar, mungkin disebabkan oleb pancaran cahaya yang berkaitan dengan kebangkitan.
• Tidak adanya tanda pergeseran tubuh dalam KK. Tubuh itu seperti keluar dari KK.

7- Penemuan-penemuan paling baru.
John Jackson dan Eric Jumper yang menemukan bahwa foto KK adalah foto tiga dimensi, menegaskan beberapa hal-hal berikut ini:
• Gambar itu terjadi karena “buluh’ KK berubah warnanya. Dimana lebih hitam, disitu lebih banyak buluh berubah warna; dimana lebih putih, disitu kurang banyaknya.
• Warna berubah karena buluh tadi kehilangan airnya (dehidradasi).
• Gambar adalah proyeksi vertikal pada meja horizontal.
• Tidak ada gambar kiri-kanan, sedangkan ada noda darah samping.
• Di bawah noda darah tidak ada gambar. Berarti darah melekat lebih dahulu, sehingga menghalangi gambar terjadi dibawahnya, baru terjadi gambamya.
Menurut mereka, dahulu darah menempel pada KK, kemudian, pada saat kebangkitan posisi tubuh berubah, dan kain itu “melewati” tubuh yang menjadi mekanis tasparan.

8- Pancaran cahaya
Terdapat beberapa teori lain, yang semuanya bertolak dari pancaran cahaya. Pada saat Yesus bangkit, suatu cahaya yang tidak dikenal terpancar dari tubuhnya, dan cahaya itu yang menggambarkan tubuh Yesus pada KK.

0 komentar:

Poskan Komentar