Ads 468x60px

Alkitab Perjanjian Lama

Isi dan Deskripsi

Alkitab Perjanjian Lama terdiri dari 46 Kitab yang tersusun sebagai berikut :

I. 5 KITAB TAURAT/ PENTATEUKH.

Kelima buku pertama Kitab Suci merupakan satu kesatuan yang oleh orang-orang Yahudi diberi nama “Hukum”, Torah, yang dalam bahasa Arab menjadi Taurat. Istilah Pentateukh berasal dari bahasa Yunani, pentateuchos, artinya “Lima Kitab”, yaitu kelima Kitab yang pertama dalam ALKITAB. Dalam bahasa Indonesia “PANCA KITAB”. Nama yang seringkali dipakai juga ialah “Kelompok Kitab-Kitab Hukum”. 

Bagian ini, dikalangan kaum yahudi hingga kini, dengan cara pandang yang berbeda, dianggap sebagai inti Wahyu Ilahi yang memiliki kewibawaan tertinggi. 

1. KITAB KEJADIAN

Kitab ini mengisahkan mengenai kejadian penciptaan semesta alam dalam bahasa syair. Maka janganlah membaca Kitab ini sebagai buku ilmu, tetapi sebagai buku puisi yang menolong pembaca merenungkan kejadian semesta alam dengan penciptaan manusia sebagai “puncak” dari penciptaan itu. 

Buku Kejadian mengisahkan penciptaan alam semesta, asal-usul umat manusia, pangkal dosa dan penderitaan di dunia, serta bagaimana Allah berhubungan dengan manusia. Namun yang mendapat tekanan khusus ialah kisah tentang perbuatan-perbuatan Allah.

Buku ini dimulai dengan penegasan bahwa Allah telah menciptakan alam semesta, dan diakhiri dengan janji bahwa Allah akan tetap memperhatikan umat-Nya. Yang memegang peranan utama di seluruh buku ini adalah Allah yang menghakimi dan menghukum barangsiapa yang berbuat salah. Dia pula yang membimbing dan menolong umat-Nya serta membentuk sejarah mereka. Buku yang kuno ini ditulis untuk mencatat kisah tentang iman suatu bangsa dan juga untuk membantu agar iman itu tetap hidup. 

Buku Kejadian terdiri dari 50 Bab yang terbagi menjadi dua bagian yang penting: 

1. Pasal 1-11; Permulaan Umat manusia. 
Penciptaan alam semesta dan asal-usul umat manusia. Dalam bagian ini juga diceritakan tentang Adam dan Hawa, Kain dan Habel, Nuh dan banjir besar, serta Menara Babel. 
• Penciptaan alam semesta dan manusia, 1:1 - 2:25. 
• Pangkal dosa dan penderitaan, 3:1 – 24. 
• Dari Adam sampai Nuh, 4:1 - 5:32. 
• Nuh dan banjir besar 6:1 - 10:32. 
• Menara Babel, 11:1 - 9. 
• Dari Sem sampai Abram, 11:10 - 32. 

2. Pasal 12-50; Sejarah Para Bapa Bangsa. 
Asal-usul nenek moyang bangsa Israel. Nenek moyang pertama ialah Abraham. Ia terkenal karena iman dan ketaatannya kepada Allah. Lalu menyusul sejarah Ishak anak Abraham, dan Yakub anak Ishak (Yakub disebut juga Israel). Kemudian sejarah kedua belas anak laki-laki Yakub. Merekalah yang menjadi pendiri kedua belas suku Israel. Penulis memberi perhatian khusus kepada salah seorang anak Yakub yang bernama Yusuf dan peristiwa-peristiwa yang pada akhirnya menyebabkan Yakub bersama anak-anaknya dan keluarga mereka masing-masing pindah ke Mesir. 
• Para Kepala Keluarga: Abraham, Ishak, Yakub 12:1 - 35:29.
o Riwayat hidup Abraham, 12 - 25: 18. 
o Riwayat hidup Ishak, 25:19 - 26: 35. 
o Riwayat hidup Yakub, 27 - 35. 
• Riwayat hidup dan keturunan Esau, 36:1 - 43. 
• Yusuf dan saudara-saudaranya, 37:1 - 45:28. 
• Orang Israel di Mesir, 46:1 - 50:26. 

2. KITAB KELUARAN
Nama Keluaran diambil dari peristiwa pokok yang diceritakan dalam buku ini, yaitu keluarnya bangsa Israel dari Mesir, tempat mereka diperbudak. 

Buku ini terutama mengisahkan apa yang dilakukan Allah pada waktu Ia membebaskan umat-Nya yang diperbudak, lalu membina mereka menjadi suatu bangsa yang mempunyai harapan bagi masa depan. Tokoh utama dalam buku ini adalah Musa, orang yang dipilih Allah untuk memimpin umat-Nya keluar dari Mesir. Bagian yang paling terkenal dari buku ini ialah daftar Sepuluh Perintah dalam Pasal 20. 

Boleh dikatakan bahwa Kitab Keluaran adalah Kitab yang terpenting di dalam Panca Kitab, sebab perjanjian yang disetujui di antara Allah dan Israel, Israel mengikat diri untuk melayani dan hanya berbakti kepada Tuhan untuk selama-lamanya, dengan mengindahkan sepuluh perintah yang diterimakan oleh Allah kepada musa.

Buku ini terdiri dari 40 Bab yang memuat 2(dua) tema pokok dengan 1 (satu) tema penghubung:
1. Pasal 1:1 - 15:21; Pembebasan dari Mesir.
• Perbudakan Israel di Mesir 1:1-22. 
• Kelahiran, masa hidupnya di Midian, dan Panggilan Musa, 2:1- 4:31 
• Musa dan Harun menghadap Firaun, raja Mesir, 5:1- 11:10. 
• Paskah dan keberangkatan dari Mesir, 12:1 - 15:21. 
• Israel menyeberangi Laut Tiberau, 13 - 14.
• Nyanyian Syukur, 15.

2. Pasal 15:22-18:27; Perjalanan di padang gurun (Dari Laut Gelagah ke Gunung Sinai). 
• Manna dan Sabat, 16.
• Di Masa dan Di Meriba, 17:1-7.
• Pengangkatan Hakim-hakim, 18:13-27.

3. Pasal 19:1-40:38; Perjanjian Allah dengan umat-Nya di G. Sinai. Kepada bangsa Israel diberikan hukum-hukum moral, sipil dan keagamaan untuk pedoman hidup.
• Perjanjian Allah – Israel, 19:1-25.
• Musa menerima 10 Perintah Allah, 20:1-17.
• Peraturan-peraturan lain, 20:22 - 31:18. 
• Anak lembu Emas, 32:1-35.
• Tuhan menegaskan HukumNya, 33:1 - 34:35.
• Kemah Suci didirikan, 35:1 - 40:38.
3. KITAB IMAMAT
Buku Imamat berisi peraturan-peraturan untuk ibadat dan upacara-upacara agama bangsa Israel di zaman dahulu. Juga untuk para imam dari keturunan Lewi yang bertanggung jawab atas pelaksanaannya. Kitab Imamat disebut juga Levitika. 

Yang menjadi pokok dalam buku ini ialah kesucian Allah, dan bagaimana manusia harus hidup dan beribadat supaya tetap mempunyai hubungan baik dengan TUHAN, Allah Israel. Imamat 19:18 akan dikutipkan oleh Yesus sebagai salah satu ayat terpenting dalam Alkitab: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”(Markus 12:28-34). 

Buku ini terdiri dari 27 Bab:
1. Pasal 1:1-7:38; Peraturan tentang kurban-kurban dan persem bahan-persembahan.
2. Pasal 8:1-10:20; Upacara pentahbisan Harun dan anak-anak nya menjadi imam.
3. Pasal 11:1-15:33; Peraturan tentang tahir dan najis.
4. Pasal 16:1-34; Hari Raya Pengampunan Dosa.
5. Pasal 17:1--27:34; Peraturan tentang ibadat dan hidup suci.
4. KITAB BILANGAN
Buku Bilangan menceritakan tentang sejarah bangsa Israel se lama hampir 40 (empat puluh) thn, sejak mereka meninggalkan Gunung Sinai sampai tiba di perbatasan timur Kanaan, yaitu negeri yang dijanjikan Allah untuk diberikan kepada mereka. Nama Bilangan diambil dari peristiwa yang paling penting dalam buku ini, yaitu sensus bangsa Israel. Sensus pertama diadakan oleh Musa di Gunung Sinai sebelum bangsa itu berangkat, dan yang kedua ketika mereka berada di wilayah bangsa Moab, di sebelah timur Sungai Yordan, kira-kira satu angkatan kemudian. 

Dalam waktu antara sensus yang pertama dan sensus yang kedua, bangsa Israel pergi ke Kadesy (Kades-Barnea) di perbatasan selatan Kanaan. Dari situ mereka mencoba memasuki negeri Kanaan, tetapi tidak berhasil. Sesudah bertahun-tahun lamanya tinggal di daerah sekitar Kades-Barnea itu, mereka pergi ke wilayah di sebelah timur Sungai Yordan. Sebagian dari bangsa itu menetap di sana, sedangkan yang lain bersiap-siap menyeberangi sungai itu untuk masuk ke negeri Kanaan. 

Buku Bilangan adalah kisah tentang suatu bangsa yang seringkali berkecil hati dan takut menghadapi kesukaran-kesukaran. Mereka melanggar perintah Allah dan tak mau menurut kepada Musa yang ditunjuk TUHAN untuk memimpin mereka. Buku ini juga merupakan kisah tentang bagaimana TUHAN dengan setia dan tekun memelihara bangsa-Nya, walaupun mereka itu lemah dan tidak taat. Juga mengisahkan tentang Musa, yang kadang-kadang kurang sabar, tetapi tetap melayani TUHAN dan bangsa Israel dengan tabah. 

Boleh dikatakan bahwa Kitab Bilangan terdiri dari suatu kumpulan peristiwa-peristiwa yang agak aneh. Ini menerangkan cara Allah mendidik Umat-Nya melalui sejumlah tantangan Sejarah yang beraneka ragam.

Kitab ini berisikan 36 Bab yang terbagi:
1. Pasal 1:1- 9:23, Bangsa Israel bersiap-siap untuk meninggalkan Gunung Sinai. 
• Sensus yang pertama, 1:1 - 4:49. 
• Berbagai hukum dan peraturan, 5:1 - 8:26. 
• Paskah yang kedua, 9:1 - 23 
2. Pasal 10:1 - 21:35, Dari Gunung Sinai ke wilayah bangsa Moab.
3. Pasal 22:1 - 32:42, Kejadian-kejadian di Moab. 
4. Pasal 33:1 - 49, Ringkasan perjalanan dari Mesir ke Moab. 
5. Pasal 33:50 - 36:13, Perintah-perintah sebelum menyeberangi Sungai Yordan 
5. KITAB ULANGAN
Buku Ulangan terdiri dari serangkaian wejangan-wejangan yang diucapkan Musa, yang kedalamnya disisipkan undang undang sipil dan agama, di depan bangsa Israel waktu mereka berada di negeri Moab. Mereka berhenti di situ sesudah mengakhiri perjalanan panjang lewat padang gurun dan sebelum masuk ke Kanaan untuk menduduki negeri itu. 
Tema pokok buku ini ialah bahwa Allah sudah menyelamatkan dan memberkati umat pilihan-Nya, bangsa yang dikasihi-Nya. Jadi bangsa Israel tak boleh lupa akan hal itu. Mereka harus mentaati Allah, supaya mereka tetap hidup dan terus diberkati. 

Maka timbullah kewajiban dari manusia terhadap-Nya. Taat, hormat dan percaya akan Allah tidak memadai, Ia juga harus dikasihi manusia.
Ulangan 6:4-5 "Cintailah TUHAN Allahmu dengan sepenuh hatimu: Tunjukkan itu dalam cara hidupmu dan dalam perbuatanmu." akan dikutip dalam Markus 12: 29-30 (Bdk.Mat 22:37 dan Luk 10:27). 

Buku ini terbagi dalam 34 bab yang berisi:
1. Pasal 1:1 - 4:49, Pidato pertama.
Musa mengingatkan bangsa Israel akan peristiwa-peristiwa besar selama 40 tahun yang terakhir. Ia mohon kepada bangsa Israel supaya mereka ingat bagaimana Allah memimpin mereka melalui padang gurun dan karena itu mereka harus taat dan setia kepada Allah, 
2. Pasal 5:1 - 26:19, Pidato kedua.
Musa mengulangi Sepuluh Perintah Allah, dan ia menekankan arti Perintah yang Pertama. Ia minta dengan sangat supaya orang Israel beribadat kepada TUHAN saja. Lalu ia mengulangi beberapa hukum dan perintah yang mengatur kehidupan bangsa Israel di tanah yang sudah dijanjikan,.
• Sepuluh Perintah Allah, 5:1 - 10:22. 
• Hukum-hukum, peraturan-peraturan, dan nasihat-nasihat, 11:1 - 26:19. 
• Petunjuk-petunjuk untuk memasuki negeri Kanaan 27:1-28:68 
3. Pasal 29:1--30:20, Pidato yang ke tiga.
Musa mengingatkan bangsa Israel akan arti ikatan perjanjian Allah dengan mereka. Ia mendorong bangsa itu supaya membaharui kesediaan mereka untuk memenuhi kewajiban-kewajiban mereka. 
• Perjanjian dibaharui 
4. Pasal 31-34, Akhir Kehidupan Musa.
Yosua ditunjuk sebagai pengganti Musa untuk memimpin umat Allah. Sesudah menyanyikan sebuah lagu pujian bagi kesetiaan TUHAN, dan mengucapkan berkat atas suku-suku Israel, Musa meninggal di Moab, di sebelah timur Sungai Yordan. 
• Kata-kata terakhir 31:1--33:29 
• Kematian Musa 34:1-12 
II. (16) ENAM BELAS KITAB SEJARAH.
6. (1) KITAB YOSUA
Buku Yosua adalah buku tentang kisah bangsa Israel ketika mereka merebut negeri Kanaan di bawah pimpinan Yosua. Dialah yang menggantikan Musa memimpin umat Israel.

Peristiwa-peristiwa penting yang dikisahkan di dalam buku ini antara lain: penyeberangan Sungai Yordan, jatuhnya Yerikho, pertempuran di Ai, dan pengukuhan kembali perjanjian antara Allah dengan umat-Nya. 

Salah satu petikan terkenal dari buku ini ialah, "Ambillah keputusan hari ini juga kepada siapa kalian mau berbakti ... Tetapi kami -- saya dan keluarga saya -- akan berbakti hanya kepada TUHAN." (24:15)

Kitab ini terdiri dari 24 Bab yang berisikan:
1. Pasal 1:1-12:24, Tanah Kanaan direbut. 
• Persiapan Perang, Bab 1-5
• Kanaan Tengah direbut, Bab 6-9
• Kanaan Selatan direbut, Bab 10
• Kanaan Utara direbut, Bab 11
• Kesimpulan, Bab 12
2. Pasal 13:1-21:45 , Tanah Kanaan dibagi-bagi 
• Tanah di sebelah utara Sungai Yordan 13:1-33 
• Tanah di sebelah barat Sungai Yordan 14:1--19:51 
• Kota-kota suaka 20:1-9 
• Kota-kota untuk orang-orang Lewi 21:1-45 
3. Pasal 22 – 24, Tugas akhir Yosua dan wejangan perpisahan.
• Suku-suku di bagian timur kembali ke wilayah mereka 22:1-34 
• Pidato Yosua sebelum ia meninggal 23:1-16 
• Perjanjian dikukuhkan kembali di Sikhem 24:1-33 
7. (2) KITAB HAKIM-HAKIM
Kitab ini adalah karangan mengenai Para Pahlawan Bangsa Israel sejak wafatnya Yosua sampai saat menjelang kelahiran Samuel. Itulah zaman antara pendudukan Kanaan dan ber-dirinya kerajaan Israel. Para pahlawan bangsa ini lazimnya disebut hakim, tetapi kebanyakan dari mereka sebenarnya adalah pemimpin-pemimpin militer, dan bukan hakim menurut arti yang biasa. Salah seorang dari para pahlawan itu, yang sangat terkenal, ialah Simson. Kisahnya terdapat dalam pasal 13-16. 

Kitab Hakim-Hakim ini menerangkan cara Allah memanfaatkan orang-orang menurut bakatnya masing-masing agar kehendak-Nya terlaksana. Ajaran utama dari buku ini ialah bahwa hanya dengan setia kepada Tuhan, umat Israel dapat bertahan terus; tetapi bila mereka meninggalkan Tuhan, mereka selalu mendapat kesukaran besar. Namun dalam masa yang demikian pun Allah selalu bersedia menolong umat-Nya apabila mereka bertobat dari dosa-dosa mereka dan beribadat kepada Allah.

Kitab ini terdiri dari 21 Bab yang berisikan:
1. Pasal 1:1-2:5, Pendahuluan.
• Peristiwa-peristiwa yang terjadi sampai pada kematian Yosua 1:1-2:5.
2. Pasal 2:11-16:31, Pemimpin-pemimpin Israel. 
• Otniel, 3:7-11.
• Ehund, 3:12-30.
• Samgar, 3:31.
• Debora dan Barak, 4:1-5:31.
• Gideon, 6:1-8:35.
• Abimelekh, 9:1-49.
• Tola dan Yair, 0:1-5.
• Yefta, 10:6-12:7.
• Ebzan, Elon, Abdon, 12:8-15.
• Simson, Bab 13:1-16:31.
3. Pasal 17:1-21:25, Berbagai-bagai peristiwa. 
• Suku Dan mengungsi, 17-18.
• Suku Benyamin dihukum, 19-21.
8. (3) KITAB RUT
Kisah tentang Rut terjadi di tengah-tengah zaman kekerasan yang dikisahkan dalam buku Hakim-hakim. Rut adalah seorang wanita Moab yang menikah dengan seorang Israel. Walaupun suaminya sudah meninggal, ia tetap menunjukkan kesetiaannya terhadap ibu mertuanya yang berbangsa Israel itu, dan selalu beribadat kepada Allah umat Israel. Pada akhir kisah ini Rut mendapat seorang suami baru dari antara sanak saudara mendiang suaminya. Melalui pernikahannya yang kedua ini Rut menjadi nenek buyut Daud, raja Israel yang terbesar. 

Kisah-kisah dalam buku Hakim-hakim menunjukkan kesukaran-kesukaran yang terjadi karena umat Allah meninggalkan Allah. Sebaliknya, kisah Rut menunjukkan berkat-berkat yang diberikan Allah kepada seorang asing yang meninggalkan agamanya untuk percaya kepada Allah Israel. Oleh sikapnya itu ia menjadi anggota umat Allah. Tujuan kisah ini kiranya jelas, bahwa Allah memperhatikan dan mengasihi bukan saja bangsa Israel, tetapi orang asing juga. 

Kitab ini terdiri dari 4 Bab yang berisikan:
1. Naomi kembali ke Betlehem dengan Rut 1:1-22 
2. Rut bertemu dengan Boas 2:1-3:18 
3. Boas menikah dengan Rut 4:1-22 
9. (4) KITAB 1 SAMUEL
Buku 1Samuel berisi sejarah Israel dalam masa peralihan dari zaman Hakim-hakim kepada zaman Raja-raja. Perubahan dalam kehidupan nasional di Israel itu khususnya berkisar pada tiga orang: Nabi Samuel, Raja Saul, dan Raja Daud. Pengalaman-pengalaman Daud di masa mudanya sebelum ia menjabat raja, terjalin erat dengan kisah Samuel dan Saul. 

Samuel sendiri adalah seorang Nabi dan seorang Hakim. Tetapi bukan dia yang mengarang Kitab ini atau hanya sampai Bab 25, dimana wafatnya diceritakan. Samuel dibesarkan di Kenisah Allah sebagai pembantu Eli, Imam besar pada waktu itu. Ia menjadi Hakim bangsanya dan mengurapi dua Raja pertama Israel, yaitu SAUL dan DAUD.

Pokok buku ini, sama seperti kisah-kisah lainnya dalam Perjanjian Lama, ialah bahwa orang akan berhasil kalau setia kepada Allah, dan celaka kalau mendurhaka. Hal itu dinyatakan dengan jelas dalam pasal 2:30 ketika TUHAN berkata kepada Imam Eli, "Yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi yang menghina Aku akan Kuhina." 

Dalam buku ini kita melihat perasaan yang berbeda-beda mengenai pembentukan kerajaan Israel. Memang TUHAN sendiri sudah dianggap raja di Israel, tetapi untuk menanggapi permohonan rakyat, Ia memilih seorang raja bagi mereka. Hal yang penting ialah bahwa baik raja maupun rakyat Israel hidup di bawah kedaulatan Allah, Hakim mereka (2:7-10). Di bawah hukum-hukum Allah, haruslah dijamin hak seluruh rakyat, kaya maupun miskin.

Kitab ini terdiri dari 31 Bab yang berisikan:
1. Pasal 1:1-7:17, Kisah Samuel. 
2. Pasal 8:1-15:35, Kisah Samuel dan Saul.
• Saul menjadi raja, 8:1-10:27.
• Tahun-tahun pertama pemerintahan Saul, 11:1-15:35.
3. Pasal 16:1-30:31, Kisah Saul dan Daud. 
• Daud diurapi menjadi Raja, 16:1-13.
• Daud berperang dengan Saul, 16:14-bab17.
• Saul membenci Daud yang melarikan diri, bab 18-20.
• Daud menjadi kepala pasukan melawan Saul, bab 21-27.
• Wafatnya Saul dan putra-putranya 31:1-13.
10. (5) KITAB 2 SAMUEL
Buku 2 Samuel adalah sambungan dari Buku 1 Samuel. Buku ini memuat sejarah pemerintahan Raja Daud, mula-mula atas Yehuda di sebelah selatan Palestina (pasal 1-4), kemudian atas seluruh negeri, termasuk Israel di sebelah utara (pasal 5-24). 

Dalam buku ini diceritakan dengan jelas dan menarik bagaimana Daud berusaha memperluas dan mengukuhkan kedudukannya. Ia harus berperang melawan musuh-musuhnya, baik di dalam maupun di luar negeri. Daud digambarkan sebagai orang yang sangat beriman, taat dan setia kepada Allah, juga sebagai orang yang mampu memperoleh kesetiaan rakyatnya. 
Tetapi ia digambarkan juga sebagai orang yang dapat bertindak kejam, dan yang tidak segan melakukan dosa-dosa besar semata-mata untuk memenuhi keinginannya dan cita-citanya. Tetapi ketika ia dihadapkan kepada dosa-dosanya oleh Natan, nabi Allah, Daud mengakui dosa-dosanya itu dan dengan rela menerima hukuman dari Allah. 

Hidup dan prestasi Daud sangat dikagumi oleh rakyat Israel. Di zaman-zaman kemudian, bilamana ada musibah nasional, dan rakyat merindukan seorang raja, maka yang diinginkan ialah seorang "putra Daud". Artinya, seorang keturunan Daud yang akan bertindak seperti dia.

Kitab ini terdiri dari 24 Bab yang berisikan:
1. Pasal 1-20, Kisah Daud.
• Pemerintahan Daud atas Yehuda 1:1-4:12. 
• Pemerintahan Daud atas seluruh Israel 5:1-20:26.
a. Tahun-tahun pertama, 5:1-10:19. 
b. Daud dan Batsyeba, 11:1-12:25. 
c. Musibah dan kesulitan-kesulitan, 12:26-20:26. 
2. Pasal 21-24, beberapa tambahan. 
• Tahun-tahun kemudian 21-22.
• Cacah Jiwa, 23-24.
11. (6) KITAB 1 RAJA-RAJA
Di dalam kedua buku Raja-raja, setiap raja dinilai berdasarkan kesetiaannya kepada Tuhan; dan keberhasilan bangsa adalah akibat dari kesetiaan tersebut. Sebaliknya, penyembahan ber hala dan ketidaktaatan mengakibatkan bencana. Berdasarkan penilaian tersebut raja-raja kerajaan utara semuanya gagal, sedangkan raja Yehuda ada yang gagal, ada pula yang tidak. 

Buku 1Raja-raja merupakan lanjutan dari buku Samuel tentang sejarah pemerintahan raja-raja Israel. Yang penting dalam 1Raja-raja ialah nabi-nabi Tuhan. Mereka adalah juru bicara Allah yang berani-berani. Mereka memperingatkan raja dan bangsa Israel supaya tidak menyembah berhala dan tidak meremehkan perintah-perintah Allah. Yang menonjol ialah Elia, dan kisah tentang pertarungannya dengan imam-imam Baal (pasal 18).

Kitab ini terdiri dari 22 Bab yang berisikan:
1. Pasal 1:1-2:12, Akhir kisah panjang Samuel.
Wafatnya Raja Daud dan pengangkatan Salomo menjadi raja atas Israel dan Yehuda menggantikan Daud. 
• Akhir pemerintahan Daud, 1:1-2:12.
2. Pasal 2:13-11:43, Pemerintahan Salomo dan hasil-hasil usahanya, khususnya dalam membangun Rumah TUHAN di Yerusalem. 
• Salomo menjadi raja, 2:13-46. 
• Tahun-tahun permulaan Pemerintahan Salomo, 3:1-4:34. 
• Pembangunan Rumah TUHAN, 5:1-8:66. 
• Tahun-tahun terakhir 9:1-11:43. 
3. Pasal 12:1-22:54, pecahnya negara kesatuan. Bangsa Israel terpecah menjadi kerajaan utara dan kerajaan selatan, dan sejarah raja-raja yang memerintah kedua kerajaan tersebut sampai pertengahan abad kesembilan Seb. Masehi. 
• Pemberontakan suku-suku utara, 12:1-14:20.
• Raja-raja Yehuda dan Israel, 14:21-16:34.
• Nabi Elia, 17:1-19:21.
• Ahab, raja Israel, 20:1-22:40. 
• Yosafat raja Yehuda dan Ahazia raja Israel, 22:41-54. 
12. (7) KITAB 2 RAJA-RAJA
Buku 2 Raja-raja ini melanjutkan sejarah dari kedua kerajaan Israel yang kisahnya terputus pada akhir buku 1 Raja-raja. 

Bencana-bencana nasional itu terjadi karena raja-raja serta rakyat Israel dan Yehuda tidak setia kepada TUHAN. Hancurnya Yerusalem dan dibuangnya banyak orang Yehuda ke Babel merupakan salah satu titik balik yang besar dalam sejarah Israel. Nabi yang menonjol dalam buku 2 Raja-raja ini ialah Elisa, pengganti Nabi Elia.

Kitab ini terdiri dari 25 Bab yang terbagi:
1. Pasal 1-17, Lanjutan Kisah Kerajaan Israel dan Yehuda. 
Kisah sejarah dari kedua kerajaan itu mulai pertengahan abad kesembilan Seb. Masehi sampai jatuhnya Samaria dan berakhirnya kerajaan utara (Israel) pada tahun 721 S.M. 
• Masa terakhir hidup Elia, 1:1-2:18.
• Elisa sebagai penganti Elia, 2:19-13:21.
• Kerajaan Yehuda dan Israel 13:22-17:4 
• Jatuhnya Samaria 17:5-41 
2. Pasal 18-22, Kisah sejarah kerajaan Selatan (Yehuda) mulai dari jatuhnya kerajaan Israel sampai pengepungan dan penghancuran Yerusalem oleh Nebukadnezar raja Babel pada tahun 586 Seb. Masehi. 
Bagian ini diakhiri dengan kisah tentang Gedalya, yang menjadi gubernur Yehuda di bawah kekuasaan bangsa Babel, dan tentang dibebaskannya Yoyakhin raja Yehuda dari penjara di Babel. 
• Dari Hizkia sampai Yosia 18:1--21:26 
• Pemerintahan Yosia 22:1--23:30 
• Raja-raja Yehuda yang terakhir 23:31--24:20 
• Jatuhnya Yerusalem 25:1-30
13. (8) KITAB 1 TAWARIKH
Buku 1 dan 2 Tawarikh sebagian besar berisi kejadian-kejadian yang telah diceritakan dalam buku Samuel dan buku Raja-raja. Tetapi di dalam buku Tawarikh kejadian-kejadian itu diceritakan dari segi pandangan lain. 

Sejarah kerajaan Israel dalam buku Tawarikh terdiri dari 29 bab, yang ditulis dengan dua maksud utama: 
1. Pasal 1-10, silsilah sejak awal mula. 
Untuk menunjukkan bahwa sekalipun kerajaan Israel dan Yehuda ditimpa kemalangan, namun Allah masih memegang janji-Nya kepada bangsa itu, dan melaksanakan rencana-Nya untuk umat-Nya melalui orang-orang yang tinggal di Yehuda. Penulis yakin mengenai hal itu karena ia ingat akan hal-hal besar yang telah dicapai oleh Daud dan Salomo, serta pembaruan-pembaruan yang diusahakan oleh Yosafat, Hizkia dan Yosia. Juga karena masih ada orang-orang yang tetap setia menyembah Allah. 
• Silsilah dan nama-nama 1:1-9:44 
• Wafatnya Saul 10:1-14 
2. Pasal 10-29, Riwayat Daud. 
Untuk menguraikan asal mula upacara ibadat di Rumah TUHAN di Yerusalem, terutama mengenai susunan jabatan imam dan orang-orang Lewi yang bertugas dalam upacara-upacara ibadat itu. Sekalipun Rumah TUHAN di Yerusalem itu dibangun oleh Salomo, namun di dalam buku Tawarikh ini Daud dikemukakan sebagai pendiri yang sesungguhnya dari Rumah TUHAN itu dan upacara-upacara ibadatnya.
• Kesukaran-kesukaran yang dialaminya dan hal-hal yang dicapainya 11:1-22:1 
• Persiapan untuk pembangunan Rumah TUHAN 22:2-29:30 
14. (9) KITAB 2 TAWARIKH
Buku 2 Tawarikh merupakan lanjutan buku 1 Tawarikh. Buku ini mulai dengan kisah pemerintahan Raja Salomo sampai wafatnya. Setelah mengemukakan kisah pemberontakan suku-suku utara di bawah pimpinan Yerobeam melawan Raja Rehabeam, buku ini hanya mengemukakan sejarah Yehuda, yaitu kerajaan selatan, sampai jatuhnya Yerusalem pada tahun 586 Seb. Masehi. 

Kitab ini terdiri dari36 Bab yang berisikan:
1. Salomo Raja Bijaksana (Bab 1-9)
• Salomo mohon kebijaksanaan, Bab 1
• Salomo mendirikan Bait Suci, Bab 2-7
• Salomo memerintah dengan kebijaksanaan, Bab 8-9
2. Keturunan Salomo ( Bab 10-36)
• Kerajaan Salomo menjadi dua, Bab 10-11
• Raja-Raja Yehuda, Bab 12-36
15. (10) KITAB EZRA
Buku Ezra bersama Nehemia adalah lanjutan dari buku Tawarikh, dan menggambarkan keadaan bangsa Yahudi sehabis masa pembuangan di Babel. Setelah sebagian dari orang-orang buangan itu pulang ke Yerusalem, kehidupan dan ibadat bangsa Yahudi dipulihkan. 

Ezra ialah seorang Imam dan Ahli Taurat. Ia kembali dari Babel ke Yerusalem pada kurang lebih tahun 458 SM. Sebagai Imam ia berjuang agar kebaktian dimulai lagi. Sebagai Ahli Taurat, Ia mengajar hukum-hukum Tuhan. Kitab Ezra ini menjelaskan bahwa hanya Sabda Allah-lah yang bisa mempersatukan Bangsa Israel yang dijajah, dibuang dan lain sebagainya.

Kitab ini terdiri dari 10 Bab yang berisi :
1. Kelompok pertama orang-orang buangan Yahudi pulang dari Babel ke Yerusalem, sesuai dengan perintah Kores, raja Persia, 1:1-2:70. 
2. Rumah TUHAN di Yerusalem dibangun kembali dan ditahbis kan, dan ibadat dipulihkan, 3:1-6:22. 
3. Bertahun-tahun kemudian kelompok Yahudi lain kembali ke Yerusalem di bawah pimpinan Imam Ezra, seorang ahli hukum Allah. Ezra membantu menyusun kembali kehidupan rakyat dalam bidang agama dan sosial, agar dapat melindungi warisan rohani Israel, 7:1-10:44. 
16. (11)KITAB NEHEMIA
Nehemia adalah seorang Yahudi yang menjadi pejabat Istana Raja Persia ARTAHSASTA I, yang kembali ke negeri leluhurnya dan membangun kembali tembok kota Yerusalem. Ia diangkat oleh Raja Persia menjadi Gubenur untuk Daerah Yerusalem dan sekitarnya selama bertahun-tahun. Kemungkinan besar dia yang mengarang kitab ini yang merupakan suatu buku harian.

Bagian yang menarik dalam buku ini ialah kisah yang menunjukkan betapa Nehemia bergantung kepada Allah dan betapa sering ia berdoa kepada-Nya. 

Kitab ini terdiri dari 13 Bab yang berisikan:
1. Pasal 1-6, Nehemia kembali ke Yerusalem dan membangun kembali Tembok Kota Suci.
Kisah perbaikan tembok-tembok Yerusalem di bawah pimpin an Nehemia yang diangkat menjadi gubernur Yehuda oleh raja Persia. Nehemia juga menjalankan bermacam-macam perubahan dalam bidang sosial dan agama.
• Nehemia menerima berita buruk dari Yerusalem, Bab 1
• Nehemia datang ke Yerusalem, Bab 2
• Nehemia membangun tembok, Bab 3
• Nehemia mengalami kesulitan-kesulitan dari lawan-lawan, Bab 4
• Nehemia membela orang-orang miskin, Bab 5
• Tembok selesai, Nehemia mau dibunuh, Bab 6
2. Pimpinan Nehemia di beberapa hal ( Bab 7-13)
Pembacaan Hukum Allah yang dilakukan oleh Ezra secara khidmat, dan pengakuan dosa oleh umat Israel dan Kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan Nehemia sebagai gubernur Yehuda. 
• Perjanjian diperbaharui, Bab 7-10
• Pendaftaran, bab 11-12:26
• Tembok Kota Suci ditahbiskan, Bab 12:27-47
• Kesetiaan Nehemia terhadap Hukum, Bab 13
17. (12) KITAB TOBIT *
Kitab Tobit, walaupun mengisahkan riwayat hidup Tobit dan anaknya Tobia yang hidup sekitar tahun 726-668 SM dikarang sekitar tahun 200 SM. Tobit adalah seorang pengungsi yang dibuang ke Ninive. Pada waktu pembuangan itu ia mengubur orang-orang Yahudi yang dibunuh Sanherib. Tetapi pada waktu Tobit sedang tidur, keajaiban menimpa dirinya; ia menjadi buta. Penyakit itu membuat Tobit putus asa. Pada waktu yang sama, dalam keluarga Tobit, seorang putri juga putus asa karena kematian tujuh orang suaminya (Tob 1-3). Bandingkan Tob 3:7-10 dengan Mat 22:23-33; Mrk 12:18-27; Luk 20:27-40

Anak Tobit, yang bernama Tobia, dianugerahkan Allah seorang teman untuk perjalanannya ke Media, seorang Malaikat yang bernama Rafael. Di Sungai Tigris, Tobia menangkap seekor ikan besar. Dengan jantung dan hati ikan tadi, menurut nasihat Rafael, Tobia mengusir roh jahat yang mengganggu dia serta Sara putri yang malang tadi. Setelah itu Tobia nikah dengan Sara (Tob 4-10). Setelah Pernikahannya, Tobia pulang ke Ninive dan menyembuhkan kebutaan Ayahnya dengan memakai empedu ikan tadi. (Tob 11-14)

Kitab ini terdiri dari 14 Bab yang berisikan:
• Kisah Tobit ,1-3:6
• Sara, 3 :7-16
• Kisah Tobia, 4-14
18. (13) KITAB YUDIT*
Dalam bahasa Ibrani “Yudit” berarti “Wanita Yahudi”. Kitab ini menceritakan bagaimana Yudit menyelamatkan suku bangsa Yahudi dengan memengal kepala Holofernes, panglima tertinggi kerajaan Nebukadnesar, bab 1-16. 

Yudit adalah seorang janda yang cantik, saleh dan kaya. Dan itulah yang akan menjadi senjata-senjatanya untuk melayani Tuhan melawan rencana jahat orang-orang angkuh di dunia ini.

Kitab ini terdiri dari 16 Bab yang berisikan:
• Raja Asyur, Bab 1-7
• Kisah Yudit, Bab 8-16
19. (14) KITAB ESTER DAN TAMBAHAN KITAB ESTER*
Buku Ester mengisahkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di istana raja Persia, yang biasanya dipakai di musim dingin. Dalam buku ini yang memegang peran utama ialah Ester, seorang wanita Yahudi yang patut disebut pahlawan. Karena cintanya kepada bangsanya maka dengan gagah berani ia menggagalkan rencana musuh yang hendak membinasakan orang Yahudi. 

Ester adalah gadis Yahudi yang cantik diantara tawanan-tawanan yang dibawa ke Babel (Ester 2:17). Pada masa hidupnya, Persia sudah mengalahkan Babel dan dia menjadi permaisuri baru Raja Persia. Dengan pertolongan pamannya Mordekhai yang bijaksana, ia berhasil menbongkar rahasia komplotan jahat dan menyelamatkan bangsanya dari bencana maut. Pada mulanya Ester bernama Hadasa. (Ester 2:7)

Buku ini menerangkan latar belakang dan arti suatu perayaan Yahudi yang disebut Purim. (HARI PURIM: Hari Raya Bangsa Yahudi untuk memperingati kemenangan Ester dan Mordekhai atas komplotan jahat Haman dan anak-anaknya (Ester 9:23-31). Pesta ini dirayakan dengan penuh sukacita dan keramaian, termasuk pementasan Kisah Ester).

Isi Kitab Ester:
1. Ester menjadi ratu, 1:1-2:23.
2. Haman membuat rencana jahat, 3:1-5:14. 
3. Haman dihukum mati, 6:1-7:10. 
4. Orang Yahudi mengalahkan musuh mereka, 8:1-10:3. 

Tambahan-tambahan pada Kitab Ester yang nas aslinya ditulis dalam bahasa Yunani inilah yang disebut Kitab Tambahan Ester. Kitab ini seolah menjadi bagian dalam Kitab Ester, sebagai golongan kitab yang termasuk bagian Kitab-Kitab Sejarah. 

20. (15) KITAB 1 MAKABE*
Kitab pertama Makabe ialah sebuah kumpulan berbagai dokumen, surat, “Riwayat Hidup Yudas” dan unsur-unsur sejarah raja-raja Seleukid.

Kitab ini dianggap sebagai tulisan yang lebih bersifat sejarah daripada teologis, karena nama Allah tak muncul di dalam seluruh Kitab ini. Kitab ini juga menekankan kegiatan pribadi manusia untuk mendapatkan kebahagiaan. 

Terdiri dari 16 Bab :
1. 1 Mak 1 : Pendahuluan
2. 1 Mak 2 : Permulaan Perang Suci
3. 1 Mak 3 – 9: 22 : Yudas Makabe pemimpin orang-orang Yahudi.
4. 1 Mak 9:23 – 12 : Yonatan pemimpin dan Imam Besar
5. 1 Mak 13 – 16 : Simon menjadi Imam Besar dan Pemimpin orang-orang Yahudi
21. (16) KITAB 2 MAKABE*
Kitab ini menekankan kepentingan doa untuk menerima bantuan dari Allah. Dan di dalam Kitab ini nampak dengan jelas kepercayaan akan hidup sesudah kematian dan kebangkitan.

Terdiri dari 15 Bab :
• 2 Mak 1 – 2 : Pendahuluan
• 2 Mak 3 : Kejadian-kejadian di masa pemerintahan Raja Seleukos.
• 2 Mak 4 – 7 : Pengejaran agama oleh Antiokhus Epofanes.
• 2 Mak 8-10:9 : Bangsa Yahudi mengalahkan kebudayaan Yahudi
• 2 Mak 10:10-13 : Peperangan Yudas melawan bangsa-bangsa tetangga dan Lisias
• 2 Mak 14-15 : Peperangan dengan Nikanor, Panglima Demetrius II

III. 7 (Tujuh) KITAB PUITIS/HIKMAT.
22. (1) KITAB AYUB
Buku Ayub adalah kisah tentang seorang yang baik budi, ia mengalami musibah hebat; ia kehilangan semua anaknya dan segala harta bendanya, lalu dihinggapi penyakit kulit yang menjijikkan. Dalam tiga rangkaian percakapan yang bersajak, si penulis menggambarkan bagaimana teman-teman Ayub, dan Ayub sendiri menanggapi malapetaka itu. Pokok yang penting dalam percakapan-percakapan itu ialah yang menyinggung caranya Allah memperlakukan manusia. Pada bagian terakhir, Allah sendiri menyatakan diri-Nya kepada Ayub. 

Teman-teman Ayub menjelaskan penderitaan Ayub itu menurut ajaran agama yang tradisional. Pada sangka mereka, Allah selalu mengganjar orang yang baik dan menghukum orang yang jahat. Jadi, penderitaan Ayub hanya dapat berarti bahwa ia telah berbuat dosa. Tetapi bagi Ayub pendapat itu terlalu dangkal; tidak sepantasnya ia mendapat hukuman yang sekejam itu, sebab ia seorang yang sangat baik dan jujur. Ia tidak dapat mengerti mengapa Allah membiarkan orang seperti dirinya mengalami begitu banyak bencana, dan dengan berani ia menantang Allah. Ayub tidak kehilangan kepercayaannya kepada Allah, tetapi ia sungguh-sungguh ingin supaya dibenarkan oleh Allah dan supaya mendapat kembali kehormatannya sebagai orang yang baik. 

Allah tidak memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Ayub, tetapi Allah menanggapi kepercayaan Ayub dengan memberinya banyak contoh mengenai kuasa dan hikmat-Nya. Contoh-contoh itu dilukiskan dengan puisi. Kemudian dengan segala rendah hati, Ayub mengakui kebijaksanaan dan keagungan Allah, lalu menyesali kata-katanya yang keras dan penuh kemarahan itu. 

Bagian terakhir dari kisah ini, yang ditulis dengan bahasa biasa, menuturkan bagaimana Ayub dikembalikan kepada keadaannya semula, dengan kekayaan yang jauh melebihi kekayaannya sebelum itu. Allah memarahi teman-teman Ayub karena mereka tidak dapat memahami arti kesengsaraan Ayub. Hanya Ayublah yang sungguh-sungguh menyadari bahwa Allah lebih besar daripada yang telah diajarkan oleh agama yang tradisional itu. 

Isi 42 BAB
1. Pendahuluan 1:1--2:13 
2. Ayub dan teman-temannya 3:1--31:40 
a. Keluhan Ayub 3:1-26 
b. Percakapan pertama 4:1--14:22 
c. Percakapan kedua 15:1--21:34 
d. Percakapan ketiga 22:1--27:23 
e. Pujian terhadap hikmat 28:1-28 
f. Pernyataan Ayub yang terakhir 29:1--31:40 
3. Wejangan Elihu 32:1--37:24 
4. TUHAN menjawab Ayub 38:1--42:6 
5. Penutup 42:7-17 
23. (2) KITAB MAZMUR
Buku Mazmur adalah bagian dari Alkitab yang merupakan buku nyanyian dan buku doa. Buku ini dikarang oleh berbagai pujangga dalam waktu yang lama sekali. Nyanyian-nyanyian dan doa-doa ini dikumpulkan oleh orang Israel dan dipakai dalam ibadat mereka, lalu akhirnya dimasukkan ke dalam Alkitab. 

Sajak-sajak keagamaan ini bermacam ragam: ada nyanyian pujian dan ada nyanyian untuk menyembah Allah; ada doa mohon pertolongan, perlindungan dan penyelamatan; doa mohon ampun; nyanyian syukur atas berkat Allah, permohonan supaya musuh dihukum. Doa-doa ini ada yang bersifat pribadi, ada pula yang bersifat nasional. Beberapa di antaranya menggambarkan perasaan seseorang yang paling dalam, sedangkan lainnya menyatakan kebutuhan dan perasaan seluruh umat Allah. 

Mazmur-mazmur dipakai oleh Yesus, dikutip oleh penulis-penulis Perjanjian Baru, dan menjadi buku ibadat yang sangat dihargai oleh Gereja Kristen sejak semula. 

Ke-150 Mazmur dibagi dalam lima kelompok atau buku, sebagai berikut: 
1. Buku Pertama : Mazmur 1--41 
2. Buku Kedua : Mazmur 42--72 
3. Buku Ketiga : Mazmur 73--89 
4. Buku Keempat : Mazmur 90--106 
5. Buku Kelima : Mazmur 107--150 
24. (3) KITAB AMSAL 
Buku Amsal adalah suatu kumpulan ajaran tentang cara hidup yang baik. Ajaran-ajaran itu diungkapkan dalam bentuk petuah, peribahasa dan pepatah. Kebanyakan di antaranya menyangkut persoalan-persoalan yang timbul dalam hidup sehari-hari. Buku ini mulai dengan peringatan ini, "Untuk memperoleh pengetahuan, orang harus pertama-tama mempunyai rasa hormat dan takut kepada TUHAN." Selain tentang cara-cara hidup yang baik, buku ini mengajar orang untuk memakai pikiran sehat dan bersopan santun. Peribahasanya banyak dan menunjukkan betapa dalamnya pengetahuan guru-guru Israel zaman dahulu mengenai sikap dan tindakan orang bijaksana dalam keadaan-keadaan tertentu. Petuah-petuah itu menyangkut berbagai bidang, termasuk hubungan dalam keluarga, urusan dagang, sopan santun dalam pergaulan, perlunya menguasai diri. Kecuali itu, buku ini banyak juga mengemukakan sifat-sifat yang baik, seperti misalnya: rendah hati, sabar, menghargai orang miskin dan setia kepada kawan. 

Isi 31 BAB
1. Hikmat diagungkan 1:1--9:18 
2. Petuah-petuah Salomo 10:1--29:27 
3. Ucapan-ucapan Agur 30:1-33 
4. Ucapan-ucapan Lemuel 31:1-9 
5. Pujian kepada istri yang berbudi 31:10-31 
25. (4) KITAB PENGKHOTBAH
Buku Pengkhotbah berisi buah pikiran dari 'Sang Pemikir'. Ia merenungkan dalam-dalam betapa singkatnya hidup manusia ini, yang penuh pertentangan, ketidakadilan dan hal-hal yang sulit dimengerti. Maka disimpulkannya bahwa "hidup itu sia-sia". Ia tak dapat memahami tindakan Allah dalam menentukan nasib manusia. Tetapi meskipun demikian, dinasihatinya orang-orang untuk bekerja dengan giat, dan untuk sebanyak mungkin dan selama mungkin menikmati pemberian-pemberian Allah. 

Kebanyakan dari buah pikiran Sang Pemikir itu bernada sumbang, bahkan putus asa. Tetapi kenyataan bahwa buku ini termasuk dalam Alkitab, menunjukkan bahwa iman yang mendasarkan Alkitab cukup luas untuk mempertimbangkan juga keragu-raguan dan keputusasaan semacam itu. Banyak orang yang telah membaca buku ini merasa terhibur, karena mereka seolah-olah melihat sifat-sifat mereka berdiri di dalam buku Pengkhotbah ini. Mereka pun sadar bahwa Alkitab yang mencerminkan pemikiran-pemikiran yang sumbang itu, juga memberi harapan tentang Allah, harapan yang memberi arti kehidupan yang sebenarnya. 
26. (5) KITAB KIDUNG AGUNG
Kidung Agung adalah kumpulan nyanyian cinta. Sebagian besar berupa nyanyian bersahut-sahutan antara seorang pria dan seorang wanita. Dalam beberapa terjemahan buku ini disebut Nyanyian Salomo, karena dalam ayat pertama Salomo disebut sebagai penciptanya. 

Nyanyian-nyanyian ini oleh orang Yahudi sering diartikan sebagai hubungan antara Allah dan umat-Nya, dan oleh orang Kristen sebagai hubungan antara Kristus dan Gereja. 

Isi 8 BAB 
1. Nyanyian Pertama 1:1--2:7 
2. Nyanyian Kedua 2:8--3:5 
3. Nyanyian Ketiga 3:6--5:1 
4. Nyanyian Keempat 5:2--6:3 
5. Nyanyian Kelima 6:4--8:4 
6. Nyanyian Keenam 8:5-14 
27. (6) KITAB KEBIJAKSANAAN SALOMO
Nas Kitab ini ditulis dalam bahasa Yunani juga. Walaupun judulnya demikian, namun kitab ini bukanlah asal tulisan atau karangan Salomo; mungkin dari seorang pujangga Yahudi yang berbahasa Yunani di Kota Alexandria, Mesir pada abad ke 2 SM.

Maksud si pengarang mungkin mau mengaris bawahi kebijaksanaan Yahudi terhadap kebijaksanaan filsafat dan budaya Yunani yang dianggap kafir. Mereka diajak untuk kembali setia pada kebijaksanaan sejati yang berasal dari Allah.

Isi 19 Bab:
1. Keb Salomo 1 - 5 : Kebijaksanaan dan nasib Manusia.
2. Keb Salomo 6 - 9 : Kebijaksanaan yang mulia berasal dari Allah.
3. Keb Salomo 10-19 : Kebijaksanaan dalam sejarah umat Allah.
28. (7). KITAB YESUS BIN SIRAKH
Kitab ini dikenal dengan berbagai nama :
Bahasa Ibrani : “Amsal-amsal Yesus Putera Sirakh”
Bahasa Yunani : “Kebijaksanaan Sirakh”
Bahasa Latin : “Ecclesiasticus” ( Kitab Gereja)

Isi 51 Bab:
• Bab 1 – 16:23 : Taurat sebagai penjabaran dari kebijaksaanan ilahi
• Bab 16:24 – 23:27 : Kekaguman atas karya Allah dan Nasihat
• Bab 24- 51 : Pujian atas kebijaksanaan dan iman dari Nenek moyang umat Yahudi.

Kitab Yesus Bin Sirakh adalah sebuah buku ajaran Filsafat hidup yang praktis, yang disusun dari harta tradisi dalam agama Israel oleh pembuatnya. Kitab ini tidak dimasukkan ke dalam kanon Yahudi, akan tetapi bagi Gereja Katolik kanonisitasnya baru disyahkan pada Konsili Trente.


IV. 18 (Delapan Belas) KITAB PARA NABI.
29. (1) KITAB YESAYA
Buku ini disebut menurut nama seorang nabi besar yang hidup di Yerusalem dalam bagian kedua abad kedelapan sebelum Masehi. 

Terdiri dari 66 BAB:
1. Peringatan dan janji 1:1--12:6 
2. Hukuman untuk bangsa-bangsa 13:1--23:18 
3. Pengadilan Allah terhadap dunia 24:1--27:13 
4. Peringatan lebih lanjut dan janji 28:1--35:10 
5. Raja Hizkia dari Yehuda dan orang-orang Asyur 36:1--39:8 
6. Pesan penuh janji dan harapan 40:1--55:13 
7. Peringatan dan janji 56:1--66:24 

Seluruhnya dapat dibagi dalam tiga bagian:
2. Pasal 1--39 berasal dari zaman ketika Yehuda, kerajaan selatan, diancam oleh Asyur, negara tetangga yang sangat kuat. Yesaya menyadari bahwa yang sesungguhnya mengancam kehidupan Yehuda bukanlah kekuatan Asyur, tetapi dosa bangsa Yehuda sendiri, karena bangsa itu tidak taat dan kurang percaya kepada Allah. Baik dengan kata-kata, maupun dengan perbuatan, Nabi Yesaya mendorong rakyat serta para pemimpin mereka untuk hidup menurut kehendak Allah dan berlaku adil. Ia mengingatkan bahwa umat Allah akan celaka dan binasa kalau tidak mau mendengarkan TUHAN. Yesaya juga meramalkan perdamaian dunia dan kedatangan seorang keturunan Daud yang akan menjadi raja yang diidam-idamkan.
3. Pasal 40--55 berasal dari masa pembuangan orang-orang Yehuda di Babel. Mereka dalam keadaan hancur tanpa harapan. Yesaya memberitakan bahwa tak lama lagi Allah membebaskan umat-Nya dan membawa mereka pulang ke Yerusalem, untuk memulai suatu hidup baru. Tema penting bagian ini ialah bahwa Allah itu TUHAN yang menguasai sejarah, dan bahwa Ia merencanakan untuk mengutus umat-Nya ke segala bangsa yang akan diberkati melalui Israel. Ayat-ayat tentang "Hamba TUHAN" merupakan salah satu bagian yang paling terkenal dari Perjanjian Lama.
4. Pasal 56--66 sebagian besar ditujukan kepada bangsa yang sudah kembali di Yerusalem. Mereka perlu diyakinkan lagi bahwa Allah akan memenuhi janji-janji-Nya kepada bangsa itu. Perhatian khusus diberikan kepada cara hidup yang benar dan keadilan; juga kepada cara merayakan hari Sabat, mempersembahkan kurban dan doa. Ayat-ayat penting ialah 61:1-2 yang dipakai Yesus untuk menyatakan panggilan-Nya ketika Ia memulai tugas-Nya di dunia. 
30. (2) KITAB YEREMIA
Nabi Yeremia hidup antara bagian terakhir abad ketujuh dan bagian pertama abad keenam Seb. Masehi. Lama sekali Yeremia bekerja sebagai nabi, dan selama waktu itu ia selalu memperingatkan umat Allah tentang bencana yang akan menimpa mereka karena mereka berdosa dan menyembah berhala. Nubuatan itu menjadi kenyataan pada masa Yeremia masih hidup: Nebukadnezar raja Babel merebut dan menghancurkan Yerusalem serta Rumah TUHAN yang ada di situ; raja Yehuda bersama rakyatnya diangkut ke Babel. Yeremia juga menubuatkan bahwa orang-orang itu akan kembali dari pembuangan dan keadaan bangsa Israel pulih kembali. 

Buku Yeremia dapat dibagi dalam beberapa bagian seperti yang berikut ini:
(1) Pesan dari TUHAN kepada bangsa Yehuda dan penguasa-penguasanya pada masa pemerintahan Yosia, Yoyakim, Yoyakhin, dan Zedekia.
(2) Petikan-petikan dari buku catatan Barukh sekretaris Yeremia, termasuk berbagai nubuatan dan peristiwa penting dalam kehidupan Yeremia.
(3) Pesan dari TUHAN tentang berbagai bangsa asing.
(4) Catatan pelengkap mengenai kisah jatuhnya Yerusalem dan pembuangan ke Babel. 

Nabi Yeremia adalah seorang yang berperasaan halus. Ia sangat cinta kepada bangsanya, dan sama sekali tidak suka menubuatkan hukuman ke atas mereka. Di dalam beberapa bagian dari bukunya ia berbicara dengan penuh perasaan tentang penderitaannya karena ia dipanggil oleh Allah untuk menjadi nabi. Perkataan TUHAN adalah seperti api di dalam hatinya; mau tidak mau ia harus menyampaikannya kepada bangsanya. 

Yang paling indah dalam buku ini ialah kata-kata TUHAN yang menunjuk kepada suatu masa yang akan datang. Pada masa itu akan ada suatu ikatan janji yang baru dengan Allah. Umat TUHAN akan mentaati janji itu tanpa ada guru yang mengingatkan mereka. Sebab janji itu akan tertulis di dalam hati mereka (31:31-34). 

Kitab ini terdiri dari 52 Bab yang berisikan:
(1) Panggilan Yeremia 1:1-19 
(2) Nubuat-nubuat selama pemerintahan Yosia, Yoyakim, Yoyakhin, dan Zedekia 2:1--25:38 
(3) Kejadian-kejadian dalam kehidupan Yeremia 26:1--45:5 
(4) Nubuat-nubuat terhadap bangsa-bangsa 46:1--51:64 
(5) Jatuhnya Yerusalem 52:1-34 
31. (3) KITAB RATAPAN 
Buku Ratapan terdiri dari lima syair yang meratapi jatuhnya Yerusalem ke tangan tentara Babel pada tahun 586 Sebelum Masehi, dan kehancuran serta masa pembuangan sesudah itu. 
Walaupun kitab ini pada umumnya bernada sedih, namun di dalamnya tampak juga segi kepercayaan kepada Allah dan harapan akan masa depan yang cerah. Syair-syair ini digunakan oleh orang Yahudi dalam ibadah mereka pada hari-hari khusus untuk berpuasa dan berkabung. Hari-hari khusus seperti itu diadakan setiap tahun untuk mengenang malapetaka yang menimpa bangsa itu pada tahun 586 Sebelum Masehi. 

Kitab ini terdiri dari 5 Bab yang berisikan:
(1) Penderitaan Yerusalem 1:1-22 
(2) Hukuman kepada Yerusalem 2:1-22 
(3) Hukuman dan harapan 3:1-66 
(4) Yerusalem runtuh 4:1-22 
(5) Doa mohon belas kasihan 5:1-22 
32. (4) KITAB BARUKH* DAN SURAT NABI YEREMIA*
Barukh adalah seorang pembantu Nabi Yeremia yang setia ( Yer 32:12-16; 36:4-32; 43:1-7 dan 45). Ia menulis nubuat Nabi Yeremia. Tetapi tulisan itu dibakar oleh Raja Yoakim. Maka dibuatlah semacam susunan baru oleh Barukh.

Kitab ini terdiri dari 6 Bab yang berisikan:
• Bar 1: 1-15a : Cerita tentang Kitab ini yang dikirim ke Yerusalem bersama dengan sebuah persembahan dana.
• Bar 1:15b- 3:8 : Pengakuan dosa yang panjang
• Bar 3:8- 5:9 : Kebijaksanaan dan Ratapan
• Barukh 6 : Surat Nabi Yeremia

Kitab Surat Nabi Yeremia ini bersifat sambungan dari Barukh atau disebut Bab 6 dari Kitab Barukh. Isinya ialah pesanan dari Allah kepada Yeremia untuk tawanan-tawanan di Babel.
33. (5) KITAB YEHEZKIEL
Nabi Yehezkiel tinggal dalam pembuangan di Babel, baik sebelum, maupun sesudah jatuhnya Yerusalem pada tahun 586 Sebelum Masehi. Pesannya ditujukan kepada orang-orang yang dibuang di Babel dan mereka yang tinggal di Yerusalem. 

Buku Yehezkiel terdiri dari 48 Bab yang dibagi dalam empat bagian yang penting yaitu: 
(1) Peringatan kepada umat Israel bahwa Allah akan menghakimi mereka dan bahwa Yerusalem akan jatuh dan hancur. 
(2) Pesan dari TUHAN bahwa Ia akan menghakimi bangsa-bangsa yang menindas dan menyesatkan umat-Nya.
(3) Penghiburan bagi Israel setelah jatuhnya Yerusalem, dan janji tentang masa depan yang cerah. 
(4) Gambaran Yehezkiel tentang Rumah TUHAN dan bangsa yang diperbaharui. 

Yehezkiel adalah orang yang teguh imannya dan hebat daya khayalnya. Sebagian besar dari pesannya didapatnya melalui penglihatan-penglihatan, dan dinyatakannya dengan perbuatan yang merupakan lambang yang jelas bagi bangsa Israel. Yehezkiel menekankan perlunya pembaharuan hati dan jiwa, serta tanggung jawab setiap orang atas dosa-dosanya sendiri. Ia juga menyatakan harapannya akan pembaharuan hidup bagi bangsa Israel. Sebagai imam dan juga selaku nabi, Yehezkiel memberi perhatian khusus kepada Rumah TUHAN dan pentingnya hidup menurut kehendak TUHAN. 

Isi 48 BAB
(1) Yehezkiel dipanggil menjadi nabi 1:1--3:27 
(2) Pesan-pesan tentang hukuman bagi Yerusalem 4:1--24:27 
(3) Penghakiman Allah terhadap bangsa-bangsa 25:1--32:32 
(4) Janji Allah kepada umat-Nya 33:1--37:28 
(5) Pesan tentang hukuman bagi Gog 38:1--39:29 
(6) Penglihatan tentang Rumah TUHAN dan tanah Israel di kemudian hari 40:1--48:35 
34. (6) KITAB DANIEL dan TAMBAHAN KITAB DANIEL*, 
Kitab Daniel diperkirakan ditulis pada pertengahan anad ke 2 SM, walaupun kitab ini mengisahkan jidup dan pengalaman rohani dari Nabi Daniel yang hidup pada abad ke 6 SM. Tokoh ini merupakan salah satu dari ribuan warga negara Yehuda yang dibuang ke negeri Babilonia pada zanab raja Nebukadnezar. Karena kemampuannya menafsirkan mimpi, daniel mendapat tempat terhormat di lingkungan kerajaan Babilonia.

Kitab Daniel ditulis pada waktu bangsa Yahudi sangat menderita karena dianiaya dan ditindas oleh seorang raja asing. Si penulis membesarkan hati bangsanya dengan berbagai cerita dan laporan tentang penglihatan-penglihatan. Ia memberikan mereka harapan bahwa Allah akan menjatuhkan si penjajah dan memulihkan kerajaan bagi umat Allah. Dan juga menegaskan bahwa Allah Israel itu jauh lebih agung dan kuasa diatas segala dewa-dewi bangsa lain termasuk dewa-dewi bangsa Babilonia.

Buku ini berisi dua bagian yang terpenting: 
1. Kisah tentang Daniel dan beberapa temannya sepembuangan; mereka mengalahkan musuh-musuh mereka hanya karena mereka percaya dan taat kepada Allah. Kisah-kisah itu terjadi di zaman kerajaan Babel dan Persia. 
2. Sejumlah penglihatan yang dilihat oleh Daniel. Dalam bentuk perlambang, penglihatan-penglihatan itu menggambarkan ber-kembangnya dan jatuhnya berbagai negara berturut-turut mulai dengan Babel. Selain itu, diramalkan juga jatuhnya si penjajah yang tidak mengenal Allah itu, serta kemenangan umat Allah. 

Isi 12 BAB 
1. Daniel dan teman-temannya 1:1--6:28 
2. Penglihatan-penglihatan yang dilihat Daniel 7:1--12:13 
a. Empat binatang 7:1-28 
b. Domba jantan dan kambing jantan 8:1--9:27 
c. Pesan-pesan Surgawi 10:1--11:45 
d. Akhir zaman 12:1-13 

TAMBAHAN KITAB DANIEL ( Isi : 3 Bab)
Kitab ini bersifat tambahan saja, semuanya ditulis dalam bahasa Yunani, yang pembagiannya antara lain :
• Tambahan pada Bab 3 Kitab Daniel :
• Doa Azarya
• Lagu pujian ketiga pemuda dalam perapian
• Tambahan pada Bab 13 Kitab Daniel :
• Kisah Susana dan Daniel
• Tambahan pada Bab 14 Kitab Daniel
• Daniel dengan Dewa Baal dan Naga Babel
35. (7) KITAB HOSEA,
Hosea adalah nabi yang tampil sesudah Nabi Amos. Ia menyampaikan pesan TUHAN kepada orang-orang di Israel, kerajaan utara, pada masa yang sulit sebelum kerajaan itu jatuh pada tahun 721 Sebelum Masehi. Ia sangat prihatin memikirkan keadaan orang Israel, terutama karena mereka menyembah berhala dan tidak setia kepada TUHAN. 

Dengan terus terang Hosea menggambarkan ketidaksetiaan mereka itu berdasarkan keadaan rumah tangganya sendiri yang hancur karena ketidaksetiaan istrinya. Sebagaimana Gomer, istrinya, tidak setia kepadanya begitu pula umat Allah tidak setia kepada TUHANnya. Karena perbuatan itu, Israel dihukum. Sekalipun demikian, kasih TUHAN kepada umat-Nya tidak akan hilang. Ia akan menerima mereka kembali dan memperbaiki hubungan mereka dengan Dia. Cinta TUHAN itu dinyatakan dalam kata-kata indah yang berikut ini, "Hai Israel, tak mungkin engkau Kubiarkan atau Kutinggalkan! .... Tak tega hati-Ku melakukan hal itu, karena cinta-Ku terlalu besar bagimu!" (11:8). 

Kitab ini terdiri dari 14 Bab yang berisikan:
1. Perkawinan Hosea dan keadaan keluarganya 1:1--3:5 
2. Tuduhan-tuduhan TUHAN terhadap Israel 4:1--13:16 
3. Pesan pertobatan dan janji 14:1-9 
36. (8) KITAB YOEL
Tentang Nabi Yoel sedikit sekali keterangan yang terkumpul, sehingga tidak jelas dalam tahun berapa ia hidup. Tetapi nampaknya buku ini ditulis di antara abad kelima dan keempat Sebelum Masehi, pada masa kekuasaan kerajaan Persia. Nabi Yoel menceritakan tentang datangnya kawanan belalang yang merusakkan segala tumbuhan dan musim kemarau yang hebat sekali di Palestina. Malapetaka itu diartikan Nabi Yoel sebagai pertanda datangnya Hari TUHAN, yaitu saat TUHAN menghukum siapa saja yang melawan kehendak-Nya. 

Nabi Yoel menyampaikan pesan Allah kepada bangsa Israel supaya bertobat, dan juga janji Allah untuk memberkati umat-Nya dan memulihkan kemakmuran-Nya. Satu hal yang penting ialah janji bahwa Allah akan memberikan roh-Nya kepada setiap orang, baik wanita maupun pria, tua maupun muda. (Yoel 2:28-32, Kisah Rasul-rasul 2:17-21). 

Kitab ini terdiri dari 3 Bab yang berisikan:
1. Bencana belalang 1:1--2:17 
2. Janji TUHAN untuk memulihkan kemakmuran umat-Nya 2:18-27 
3. Hari TUHAN 2:28--3:21 
37. (9) KITAB AMOS
Amos adalah nabi pertama dalam Alkitab yang pesannya dicatat secara terperinci. Ia berasal dari sebuah kota di Yehuda, tetapi ia berkhotbah kepada orang-orang Israel di kerajaan utara sekitar pertengahan abad kedelapan Sebelum Masehi. 

Pada masa itu banyak orang hidup makmur, ibadah dipentingkan, dan negeri Israel nampaknya damai. Tapi Amos melihat bahwa yang mengecap kemakmuran hanyalah para hartawan yang memperkaya diri dengan hasil penindasan dan ketidakadilan terhadap orang miskin. Orang menjalankan ibadah dengan hati yang tidak tulus, dan keadaan damai hanya tampak dari luar. 

Dengan berani dan penuh semangat, Amos menyampaikan pesan bahwa Allah akan menghukum bangsa Israel. Amos menyerukan agar keadilan "mengalir seperti air". Ia berkata, "Mungkin TUHAN akan mengasihani orang-orang yang tersisa dari bangsa Israel" (5:15). 

Isi 9 BAB 
1. Hukuman atas negara-negara tetangga Israel 1:1--2:5 
2. Hukuman atas Israel 2:6--6:14 
3. Lima penglihatan 7:1--9:15 
38. (10) KITAB OBAJA
Buku yang pendek ini ditulis entah kapan sesudah kota Yerusalem jatuh pada tahun 586 Sebelum Masehi. Edom musuh bebuyutan bangsa Yehuda, senang sekali; mereka bahkan merampok Yerusalem dan membantu musuh. Nabi Obaja meramalkan bahwa bangsa Edom akan dihukum dan ditaklukkan seperti bangsa-bangsa lain yang memusuhi Israel. 

Isi 1 BAB (21 Ayat) 
1. Edom dihukum 1-14 
2. Hari TUHAN 15-21 
39. (11) KITAB YUNUS
Buku ini berbeda dengan buku-buku nabi lainnya di Alkitab, karena tidak berisi pesan sang nabi, melainkan menceritakan pengalaman Nabi Yunus, ketika ia mencoba menghindari perintah Allah. Allah menyuruh dia pergi ke kota Niniwe, ibukota kerajaan Asyur, musuh Israel. Tetapi Yunus tidak mau pergi ke kota itu untuk menyampaikan pesan Allah, karena ia yakin bahwa kalau orang Niniwe berhenti berbuat dosa, Allah tidak akan menjalankan rencana-Nya untuk menghancurkan kota itu. Akhirnya, setelah beberapa kejadian yang mengesankan, Yunus mentaati perintah TUHAN, tetapi kemudian ia mendongkol, karena Niniwe tidak jadi dihancurkan. 

Buku Yunus melukiskan bagaimana Allah berkuasa mutlak atas ciptaan-Nya. Tetapi lebih-lebih, buku ini menggambarkan Allah Yang Mahapenyayang dan pengampun, Allah yang lebih suka mengampuni dan menyelamatkan suatu bangsa daripada menghukum dan menghancurkannya, biarpun bangsa itu musuh umat-Nya sendiri. 

Kitab ini terdiri dari 4 Bab yang berisikan:
1. Yunus dipanggil, tetapi ia tidak taat 1:1-17 
2. Yunus menyesal dan diselamatkan 2:1-10 
3. Ancaman yang disampaikan Yunus terhadap Niniwe 3:1-10 
4. Pengampunan Allah kepada Niniwe 4:1-11 
40. (12) KITAB MIKHA
Nabi Mikha, yang hidup sezaman dengan Yesaya, berasal dari sebuah desa di Yehuda, di kerajaan selatan. Ia sangat yakin bahwa Yehuda akan menghadapi bencana nasional seperti yang diumumkan oleh Amos tentang kerajaan utara. Mikha mengemukakan bahwa Allah pasti menghukum bangsa Yehuda juga karena mereka kejam dan tidak adil terhadap sesamanya. Tetapi dalam khotbah Mikha terdapat tanda-tanda yang lebih jelas dan terang tentang harapan untuk masa depan. 

Bagian-bagian yang perlu diperhatikan dalam buku ini ialah: gambaran tentang kedamaian di seluruh dunia di bawah pimpinan Allah (4:1-4); ramalan tentang raja besar yang akan muncul dari keturunan Daud dan yang membawa kedamaian kepada bangsa Yehuda (5:2-4); dan, dalam satu ayat (6:8), ringkasan dari semua yang hendak dikatakan oleh nabi-nabi Israel, yaitu: "Yang dituntut TUHAN dari kita ialah supaya kita berlaku adil, selalu mengamalkan cinta kasih, dan dengan rendah hati hidup bersatu dengan Allah kita." 

Kitab ini terdiri dari 7 Bab yang berisikan:
1. Hukuman atas Israel dan Yehuda 1:1--3:12 
2. Pemulihan dan kedamaian 4:1--5:15 
3. Peringatan dan harapan 6:1--7:20 
41. (13) KITAB NAHUM
Buku Nabi Nahum ditulis untuk memperingati jatuhnya kota Niniwe, ibukota bangsa Asyur, musuh bebuyutan Israel. Peristiwa itu terjadi menjelang akhir abad ketujuh Sebelum Masehi dan dianggap sebagai hukuman Allah atas bangsa yang kejam dan angkuh itu. 

Kitab ini terdiri dari 3 Bab yang berisikan:
1. Hukuman terhadap Niniwe 1:1-15 
2. Jatuhnya Niniwe 2:1--3:19 
42. (14) KITAB HABAKUK
Nabi Habakuk menyampaikan pesan-pesannya menjelang akhir abad ketujuh Sebelum Masehi, pada masa kekuasaan kerajaan Babel. Ia sangat prihatin melihat kekerasan yang dilakukan oleh bangsa yang kejam itu, maka ia bertanya kepada TUHAN, "Bagaimana Engkau dapat tahan melihat orang-orang jahat yang kejam itu? Bukankah Engkau terlalu suci untuk memandang kejahatan? Bukankah Engkau merasa muak melihat ketidakadilan? Jadi, mengapa Engkau diam saja ketika orang yang saleh dihancurkan oleh pendurhaka?" (1:13). 

TUHAN menjawab bahwa Ia akan bertindak pada waktu yang ditentukan-Nya sendiri, dan sementara itu harus diingat bahwa, "Orang yang jahat tidak akan selamat, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah akan hidup karena kesetiaannya kepada Allah" (2:4). 
Bagian yang terakhir dari buku ini berisi ramalan tentang kehancuran bagi mereka yang tidak taat kepada perintah TUHAN. Dan di dalam bagian yang terakhir itu diselipkan nyanyian pujian bagi kebesaran Allah. Di dalam pujian itu tergambar juga iman yang teguh dari sang nabi. 

Kitab ini terdiri dari 3 Bab yang berisikan:
1. Keluhan Habakuk dan jawaban-jawaban TUHAN 1:1--2:4
2. Kutuk atas orang-orang yang tidak taat kepada perintah TUHAN 2:5-20 
3. Doa Habakuk 3:1-19 
43. (15) KITAB ZEFANYA
Zefanya adalah seorang nabi yang menyampaikan pesannya pada tahun-tahun terakhir dari abad ketujuh Sebelum Masehi, kira-kira dalam dasawarsa sebelum Raja Yosia mengadakan perbaikan-perbaikan di bidang agama pada tahun 621 Sebelum Masehi. 

Pokok buku ini senada dengan pokok buku-buku nabi yang lain, yaitu: ancaman mengenai datangnya hari malapetaka dan kehancuran, sebagai hukuman atas pemujaan dewa-dewa oleh bangsa Yehuda. Bangsa-bangsa yang lain juga akan dihukum oleh TUHAN. Tetapi meskipun Yerusalem dihancurkan, akan tiba saatnya kota itu dibangun kembali dan dihuni oleh orang-orang yang jujur dan taat kepada TUHAN. 

Kitab ini terdiri dari 3 Bab yang berisikan:
1. Hari penghakiman TUHAN 1:1--2:3 
2. Kutukan atas negara-negara tetangga Yehuda 2:4-15 
3. Yerusalem dihukum dan diselamatkan 3:1-20 
44. (16) KITAB HAGAI
Buku Hagai adalah kumpulan pesan-pesan Allah yang disampaikan oleh Nabi Hagai pada tahun 520 Sebelum Masehi. Pada waktu itu orang Israel telah kembali dari pembuangan di Babel. Tetapi meskipun mereka telah tinggal beberapa tahun di Yerusalem, Rumah TUHAN masih saja merupakan puing-puing. Dalam pesan-pesan itu Allah mendesak para pemimpin bangsa Israel untuk membangun kembali Rumah TUHAN. Allah juga berjanji akan memberikan kemakmuran dan kesejahteraan kepada umat Israel yang telah diperbaharui dan disucikan. 

Kitab ini terdiri dari 2 Bab yang berisikan:
1. Perintah supaya membangun kembali Rumah TUHAN 1:1-15 
2. Pesan-pesan yang memberi penghiburan dan pengharapan 2:1-23 
45. (17) KITAB ZAKHARIA
Buku Zakharia terdiri dari dua bagian yang berbeda: 
1. Pasal 1-8 berisi ramalan-ramalan Nabi Zakharia yang diucapkannya antara tahun 520 dan tahun 518 Sebelum Masehi. Ramalan-ramalan itu kebanyakan dinyatakan dalam bentuk penglihatan-penglihatan, dan membicarakan perbaikan Yerusalem, pembangunan kembali Rumah TUHAN, serta penyucian umat Allah. Zakharia meramalkan juga masa kedatangan Raja yang dijanjikan Allah kepada umat-Nya. 
2. Pasal 9-14 merupakan kumpulan pesan-pesan yang diucapkan pada masa-masa yang lebih kemudian. Di sini dibicarakan Juruselamat yang akan datang ke dunia, dan penghakiman terakhir. 

Kitab ini terdiri dari 14 Bab yang berisikan:
1. Pesan-pesan yang berisi peringatan dan pengharapan 1:1--8:23 
2. Penghakiman terhadap negeri-negeri tetangga Israel 9:1-8 
3. Kemakmuran dan kesejahteraan di masa mendatang 9:9--14:21 
46. (18)KITAB MALEAKHI
Buku Maleakhi ditulis dalam abad kelima Sebelum Masehi, sesudah Rumah Allah di Yerusalem dibangun kembali. Buku ini terutama dimaksudkan untuk mendorong para imam dan rakyat supaya membaharui kesetiaan mereka kepada perjanjian dengan TUHAN. 

Sudah jelas bahwa ada kemerosotan dalam kehidupan dan cara beribadat umat Allah. Para imam dan rakyat menipu TUHAN: Mereka tidak memberikan kepada TUHAN apa yang harus mereka persembahkan kepada-Nya dan tidak hidup sesuai dengan ajaran-Nya. 
Tetapi TUHAN akan datang untuk mengadili dan menyucikan umat-Nya. Ia akan mengirim utusan-Nya untuk menyiapkan jalan dan mewartakan perjanjian TUHAN. 

Kitab ini terdiri dari 4 Bab yang berisikan:
1. Dosa-dosa Israel 1:1--2:16 
2. Pengadilan TUHAN dan belas kasihan-Nya 2:17--4:6


0 komentar:

Poskan Komentar