Ads 468x60px

Animal symbolicum- Makhluk penuh dengan tanda


Inilah salah satu karakter manusia yang penuh dengan aneka simbol/tanda/lambang.
Indahnya, Alkitab juga penuh dengan simbol, tidak hanya simbol yang "melangit" tapi aneka simbol yang "mendarat", salah satunya adalah simbol pertanian.

Misalnya, kita membaca bahwa,
- Orang yang kehidupannya disirami oleh Roh Allah adalah seperti aliran irigasi menyiram pohon buah (Mzm. 1)
- Kebaikan Tuhan datang seperti embun ke atas rumput (Ams. 19:12)
- Orang fasik ditampi seperti sekam (Mzm. 1:4)
- Manusia haus akan Allah sementara ia tinggal di gurun kering dan tandus dari hidup ini (Mzm. 63:2)
- Dan meninggalkan Allah adalah laksana hidup dengan kolam yang bocor (Yer. 2:13)


Yesus seringkali memakai banyak simbol pertanian ketika mengajar. Ia menggambarkan seorang penabur yang menabur benihnya (Mrk. 4:1-20) dan para pekerja yang mengikuti panggilan untuk bekerja di kebun anggur (Mat. 20:1-16).

Ia menyamakan nabi-nabi palsu dengan pohon-pohon yang menghasilkan buah yang tidak baik (Mat. 7:15-20) dan memberi peringatan bahwa "setiap pohon dikenal pada buahnya" (Luk. 6:43-44).

Yesus berjanji akan memberikan kepada para pengikut-Nya "air hidup" dari sumber-sumber yang kekal (Yoh. 4). Ia memakai benih, pohon anggur, pohon, buah, dan metafora lainnya dari bidang pertanian untuk mengungkapkan berbagai kebenaran Allah.

Para penulis kristiani yang mula-mula juga menggunakan pengetahuan umum tentang pertanian untuk menyampaikan pesan mereka. Misalnya, Paulus teringat akan lembu yang tidak diberangus di tempat pengirikan ketika ia memohon kepada gereja-gereja untuk menyokong para penuai rohani mereka (I Kor. 9:9).

Rasul Yohanes menggambarkan malaikat penghakiman sedang mengayunkan sabitnya, "sebab tuaian di bumi sudah masak" (Why. 14:15).

Seorang pengkhotbah/penulis dapat dipahami dengan "josss", apabila ia memakai hal-hal yang sederhana dari alam ini sebagai ilustrasi untuk pesan yang disampaikannya, bukan?


Salam HIKers.
Tuhan memberkati & Bunda merestui.
Fiat Lux!(@RomoJostKokoh).

0 komentar:

Poskan Komentar