Ads 468x60px

St Faustina - Rasul Kerahiman Ilahi.

Pesta Nama St Faustina - Rasul Kerahiman Ilahi.
Senin, 5 Oktober 2015.

ST YOHANA MARIA FAUSTINA

YOHANA: aYO Hadapi dengan sederhaNA
MARIA: MAu Rendah hati Ikut Allah
FAUSTINA: FAhami Tuhan, USahakan iman dengan haTI yang sederhaNA.

25 – 8 – 1905 : 
Pasangan suami istri Katolik yang saleh yaitu Staniuslaw Kowalski + Marianna Babel, yang tinggal di Glogowiec, Polandia dikaruniai anak ke 3 (dari 10 bersaudara) yang diberi nama : Kowalska. Ayahnya seorang petani merangkap tukang kayu. Keluarga Kowalski, sama seperti penduduk Glogowiec lainnya, hidup miskin dan menderita dalam penjajahan Polandia oleh Rusia.

27 – 8 - 1905 : 
Dipermandikan pada usia 3 hari, dengan nama St. Pelindung St. Helena.

Th 1912 : 
Mendengarkan suara dalam jiwanya untuk menempuh hidup yang lebih sempurna (7 tahun). Ia hanya sempat bersekolah hingga kelas 3 SD karena ekonomi keluarga yang tidak mendukung. Ia cerdas, rajin, juga rendah hati dan lembut hati. Sementara bekerja sebagai penggembala sapi, Helena biasa membaca buku; buku kegemarannya adalah riwayat hidup para santa dan santo.

Th 1914 : 
Menerima Komuni Pertama (9 tahun)

Th 1921-1922 : 
Ketika usianya 16 tahun, Helena mulai bekerja sebagai pembantu rumah tangga agar dapat meringankan beban ekonomi keluarga. Setahun kemudian, ia mengatakan pada orang tuanya untuk masuk biara, tetapi ditentang oleh orang tuanya (17 tahun).

Juli 1924 : 
Tetap berniat masuk biara

1 Agustus 1925 : 
Diterima dalam konggregasi Suster2 SPM Berbelas Kasih. Ia merasa sangat bahagia, seakan-akan melangkah kaki ke Firdaus (20 tahun)

30 April 1926 : 
Menerima jubah biara dan nama baru yaitu : Sr. Maria Faustina biasa dipanggil Sr. Faustina.

16 April 1928 : 
Jum’at Agung, mengalami nyala kasih ilahi, menyadari penderitaan Yesus

22 Februari 1931 : 
Menyaksikan Tuhan Yesus, yang meminta dilukisnya gambar Yesus Kerahiman Ilahi, sesuai yang dilihatnya.

1 Mei 1933 : 
Menerima Kaul Kekal

2 Januari 1934 : 
Gambar Yesus Kerahiman Ilahi mulai dilukis, oleh E. Kazimirowski tetapi tidak sesuai dengan penglihatan pribadi Sr. Faustina

12 Agustus 1934 : 
Sakit, sangat lemah, menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit – ternyata menderita TBC.

9 Desember 1936 - 27 Maret 1937 : 
Dirawat di RS karena kesehatannya semakin menurun (sempat menulis BHSF 1372)

Th 1938 : 
Menulis surat terakhir kepada Pimpinan, sambil minta maaf atas segala kesalahannya, dengan kata-kata terakhir “sampai berjumpa di surga”

25 Agustus 1938 : 
Menerima lagi Sakramen Pengurapan Orang Sakit (yang kedua)

5 Oktober 1938 : 
Dipanggil menghadap Tuhan, setelah banyak menderita untuk menerima ganjarannya.

7 Oktober 1938 : 
Pemakaman. Dimakamkan di makam Biara Suster2 SPM Berbelas Kasih.

21 Oktober 1938 : 
Keuskupan Agung Krakow, Polandia. Uskupnya yaitu : Kardinal Karol Wojtyla, membuka proses informative diosesan, berkaitan dengan kemungkinan beatifikasi

25 November 1966 : 
Pemindahan tulang belulang, dari makam ke kapel Suster2 SPM Berbelas Kasih

20 September 1967 : 
Proses informatif diosesan ditutup, meriah, oleh Kardinal Karol Wojtyla – dan dikirim ke Roma.

Catatan Khusus : 
16 Oktober 1978 : 
Kardinal Karol Wojtyla, diangkat menjadi Bapa Paus di Roma sebagai Bapa Suci Yohanes Paus Paulus II (Paus terlama dan terbesar dalam sejarah Modern Gereja), menjabat sebagai Paus Katolik
 (16 Oktober 1978 – 2 April 2005.)

18 April 1993 : 
Beatifikasi : menjadi Beata Faustina, di Roma

30 April 2000 : 
Kanonisasi : menjadi Santa Faustina, di Roma.
Disebut oleh Bapa Suci sebagai : “Rasul Besar Kerahiman Ilahi”

17 Agustus 2002 : 
Bapa Suci Yohanes Paulus II, mempersembahkan seluruh dunia, kepada Kerahiman Ilahi, saat beliau memberkati tempat ziarah internasional Kerahiman Ilahi, di Lagiewniki, Polandia.



Catatan-catatan : 

1. Pada tahun 1937, di dalam BHSF no 1372 ditulis sebagai berikut :
“Ya Yesusku sejak usia belia, aku sudah mempunyai keinginan untuk menjadi Santa yang besar, maksud ku : aku telah mempunyai keinginan untuk mencintai Engkau, dengan cinta yang sedemikian besar, sehingga tidak ada jiwa lain yang mencintai Engkau seperti aku.
Mula-mula, keinginanku ini berupa niat yang kurahasiakan dan dapat ku sembunyikan di dalam hatiku, dan hanya Yesus yang mengetahui”, “tetapi hari ini, rasanya aku ingin berteriak keseluruh dunia, Kasihilah Allah”, sebab Ia itu baik dan besarlah kerahimanNya.


2. Bapa Suci Yohanes Paulus II, berpesan al : 

- 22 Juni 1993 :“Jadilah Rasul Kerahiman Ilahi, dibawah bimbingan keibuan penuh kasih sayang dari St. Perawan Maria.”

- 7 Juni 1997 : “Tak ada yang lebih dibutuhkan manusia, selain Kerahiman Ilahi cinta yang berlimpah belas kasih, yang penuh kasih sayang yang mengangkat manusia diatas segala kelemahannya, ke ketinggian yang tidak terhingga dari ke Kudusan Allah.


3. Bapa Suci Yohanes Paulus II wafat pada tanggal 2 April 2005
Apakah kebetulan belaka, kalau Bapa Suci wafat pada malam Vigili Hari Minggu Kerahiman Ilahi, tahun tersebut? (3 April 2005). Tahun tersebut. Hanya Tuhan yang berkehendak baik yang tahu, dan kita menjadi semakin percaya, Tuhan sungguh maharahim

Bersediakan anda, untuk mengikuti jejak St. Faustina menjadi “Rasul Kerahiman Ilahi?”
Salam HIKers!

@ Romo Jost Kokoh.



NB:
Rasul Kerahiman Ilahi: St Faustina

25 Agustus 1905:
Helena Kowalska dilahirkan di Glogowiec, Polandia, merupakan anak ketiga dari sepuluh putera-puteri Stanislaw Kowalski dan Marianna Babel. Ayahnya seorang petani merangkap tukang kayu. Mereka hidup miskin dan menderita dalam penjajahan Rusia.

Helena hanya sempat bersekolah hingga kelas 3 SD saja: Ia cerdas dan rajin, juga rendah hati dan lemah lembut hingga disukai orang banyak. Sementara menggembalakan sapi, Helena biasa membaca buku; buku kegemarannya adalah riwayat hidup para santa dan santo. Seringkali ia mengumpulkan teman-teman sebayanya dan menjadi `katekis' bagi mereka dengan menceritakan kisah santa dan santo yang dikenalnya. Helena kecil juga suka berdoa. Kerapkali ia bangun tengah malam dan berdoa seorang diri hingga lama sekali. Apabila ibunya menegur, ia akan menjawab, “Malaikat pelindung yang membangunkanku untuk berdoa.”

Ketika usianya 16 tahun: 
Helena mulai bekerja sebagai pembantu rumah tangga agar dapat meringankan beban ekonomi keluarga.

Ketika 17 tahun: 
Helena minta ijin masuk biara tapi ditolak ayahnya. Ia patuh pada kehendak orangtuanya dan bekerja kembali sebagai pembantu. Ia hidup penuh penyangkalan diri dan matiraga

Juli 1924: 
Tuhan menyapanya secara pribadi.

1 Agustus 1925: 
Menjelang ulangtahunnya yang ke-20, Helena diterima dalam Kongregasi Suster-suster Santa Perawan Maria Berbelas Kasih.

30 April 1926: 
Helena menerima jubah biara dan nama baru, yaitu Sr Maria Faustina; di belakang namanya, seijin kongregasi ia menambahkan “dari Sakramen Mahakudus”.
Dalam biara, tugas yang dipercayakan kepadanya sungguh sederhana, yaitu di dapur, di kebun atau di pintu sebagai penerima tamu. Semuanya dijalankan Sr Faustina dengan penuh kerendahan hati.

22 Februari 1931:
St Faustina mulai menerima pesan kerahiman ilahi dari Kristus yang harus disebarluaskannya ke seluruh dunia. Kristus memintanya untuk menjadi rasul dan sekretaris Kerahiman Ilahi, menjadi teladan belas kasih kepada sesama, menjadi alat-Nya untuk menegaskan kembali rencana belas kasih Allah bagi dunia.

Tahun 1934: 
Ia mulai menulis buku catatan harian dalam ketaatan pada pembimbing rohaninya, dan juga pada Tuhan Yesus Sendiri. Selama empat tahun ia mencatat wahyu-wahyu ilahi, pengalaman-pengalaman mistik, juga pikiran-pikiran dari lubuk hatinya sendiri, pemahaman serta doa-doanya. Hasilnya adalah suatu buku catatan harian setebal 600 halaman, yang dalam bahasa sederhana mengulang serta menjelaskan kisah kasih Injil Allah bagi umatnya, dan di atas segalanya, menekankan pentingnya kepercayaan pada tindak kasih-Nya dalam segala segi kehidupan kita.

St Maria Faustina Kowalska, rasul kerahiman ilahi, wafat pada tanggal 5 Oktober 1938 di Krakow dalam usia 33 tahun karena penyakit TBC yang dideritanya. Jenasahnya mula-mula dimakamkan di pekuburan biara, lalu dipindahkan ke sebuah kapel yang dibangun khusus di biara. Pada tahun 1967, dengan dekrit Kardinal Karol Wojtyla, Uskup Agung Krakow, kapel tersebut dijadikan sanctuarium reliqui Abdi Allah Sr Faustina Kowalska. Pada Pesta Kerahiman Ilahi tanggal 18 April 1993, Sr Faustina dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II dan pada Pesta Kerahiman Ilahi tanggal 30 April 2000 dikanonisasi oleh paus yang sama. Pesta St Faustina dirayakan setiap tanggal 5 Oktober.



BERDOA BERSAMA ST. FAUSTINA

DOA MEMOHON HATI YANG BERBELAS KASIH

O Yesus, aku tahu bahwa belas kasih-Mu melampaui segala akal budi kami, sebab itu aku mohon kepada-Mu, buatlah hatiku demikian besar hingga cukup ruangan bagi kepentingan segenap jiwa-jiwa yang hidup di atas muka bumi maupun segenap jiwa-jiwa menderita dalam api penyucian.Berilah aku hati yang peka terhadap segala penderitaan sesamaku, baik penderitaan jiwa maupun raga.

Ya Yesus-Ku, aku tahu bahwa Engkau memperlakukan kami seperti kami memperlakukan sesama kami. Buatlah hatiku serupa dengan Hati-Mu yang penuh belas kasih. Ubahlah hatiku menjadi seperti Hati-Mu Sendiri agar aku mampu mengenali kebutuhan orang-orang lain, teristimewa mereka yang malang dan menderita. Kiranya sinar-sinar belas kasih-Mu tinggal dalam hatiku.Yesus, bantulah aku melewatkan masa hidupku dengan berbuat baik bagi sesama.
---------------


DOA KEPADA BUNDA ALLAH
Ya Santa Perawan Maria, Bunda-ku dan Ratu-ku. Kepadamu kupersembahkan jiwaku, tubuhku, hidup dan matiku, dan segala yang akan terjadi sesudahnya.
Aku meletakkan semuanya dalam tangan-tanganmu yang kudus.
Ya Bunda-ku, naungilah jiwaku dengan mantol keperawananmu dan anugerahkanlah bagiku rahmat kemurnian hati, jiwa dan badan.
Belalah aku dengan kuasamu melawan segala musuh, teristimewa terhadap mereka yang menyamarkan kejahatan mereka di balik topeng kebajikan.
Kokohkanlah jiwaku agar sengsara jangan sampai menghancurkannya.
Bunda segala rahmat, ajarilah aku untuk hidup dalam kuasa Allah.

Ya Santa Perawan Maria, sebilah pedang keji telah menembusi jiwamu yang kudus.Selain Tuhan, tak seorang pun tahu betapa dalam dukacitamu.Namun demikian, jiwamu tak hancur; melainkan gagah berani, sebab jiwamu bersama Yesus.Bunda yang termanis, persatukanlah jiwaku dengan Yesus, sebab hanya dengan demikianlah aku akan dapat menanggung segala pencobaan dan penderitaan, dan hanya dalam persatuan dengan Yesus, kurban-kurban kecilku dapat berkenan kepada Allah.
Bunda yang termanis, teruslah mengajariku tentang kehidupan batin.Kiranya pedang penderitaan tak akan pernah menghancurkanku.Ya Perawan yang termurni, curahkanlah keberanian atas hatiku dan jagailah hatiku.
-------------------


DOA DI DALAM DERITA

Ya Yesus, janganlah tinggalkan aku seorang diri dalam penderitaan.Engkau tahu, Tuhan, betapa lemahnya aku. Aku ini jurang kemalangan, aku ini ketiadaan itu sendiri; jadi adakah mengherankan bila Engkau meninggalkanku sendirian dan aku jatuh?Aku ini seorang bayi, ya Tuhan, aku tak dapat mengurus diriku sendiri.Tetapi, di atas segala perasaan ditinggalkan ini, aku percaya; kendati perasaanku sendiri, aku percaya; aku sepenuhnya diubah ke dalam kepercayaan - meskipun seringkali kepercayaanku bertentangan dengan apa yang aku rasakan.Janganlah meringankan sedikit pun penderitaanku, melainkan berilah aku kekuatan untuk menanggungnya.Perbuatlah padaku sekehendak hati-Mu, ya Tuhan, hanya saja berilah aku rahmat untuk senantiasa dapat mengasihi Engkau dalam setiap keadaan dan peristiwa.Tuhan, janganlah mengurangkan piala sengsaraku, tetapi berilah aku kekuatan agar aku dapat meneguknya hingga tetes terakhir.




Salam HIKers
Fiat Lux@RmJostKokoh

0 komentar:

Poskan Komentar