Ads 468x60px

"Hardiknas: Harapan dan Ingatan."



"Non scholae sed vitae discimus - Kita belajar bukan cuma u/gelar sekolahan tp u/kehidupan". Nah, bersama peringatan Hardiknas pd hari ini, baiklah kita jg mengingat pd bulan Mei 2013 ini adalah persis 150 tahun karya Rm Van Lith di "Betlehem van Java" dg adanya pendidikan karakter lewat "SEKOLAH" Moentilan (oleh para imam Jesuit) dan Mendoet (oleh para suster OSF). 

Sekolah sendiri bisa berarti "SEtia+KOkoh ikut alLAH", krn disadari inilah tempat "kader" katolik ditempa tengah dunia yg "keder" krn suka berkonflik. Berangkat dari kesadaran iman bhw sekolah bukan hanya membentuk "otak" tapi juga "watak+akhlak", bukan hanya membentuk "head" tapi juga "hand dan heart", maka adapun jurus "3C" yg baik diingat hari ini sbg org Katolik Indonesia yg cerdik "CERdas+terdiDIK" serta tulus "TUtur katanya haLUS", al: 

1. "Conscience-Kesadaran diri": 
Sadarkah kt sbg org Katolik yg apostolik di tgh carut marut dunia yg penuh intrik+taktik? 

2. "Competence-Kecakapan budi": 
Benar2 mendalamkah pengetahuan iman+"sensus catholicus", kualitas iman kt yg asli dan bukan skedar basa basi? 

3. "Compassion-Kerahiman hati": 
Bukankah "sekolah" mempertajam pikiran-memperhalus perasaan+memperdalam keberimanan? Dkl: Dg pendidikan, kt diajak mjd "kalos kagatos", org yg utuh+penuh, dlm bhs Dick Hartoko: "yg memerdekakan manusia merdeka". Dlm bhs Rm Mangun, "yg ber-hati nurani". Yg pasti, Di negara bernama Indonesia ini, jelaslah kita memang bukan bagian yg paling besar (pars maior) tp kita hrs berjuang jd bagian yg paling baik (pars sanior"). "Bangunlah jiwanya. Bangunlah raganya!" 

0 komentar:

Poskan Komentar