Ads 468x60px

Sengsara Manusia Kain Kafan & Sengsara Yesus Kristus


Berhadapan dengan gambar manusia Kain Kafan, dengan sendirinya timbul satu pertanyaan: Siapakah manusia yang telah meninggalkan gambar itu? Pertanyaan yang sama boleh saya lontarkan kepada para hadirin Seminar ini dengan mengutip dari Injil sendiri. Pernah Yesus bertanya kepada para muridNya: “Menurut kamu, Siapakah Aku ini ?” 
Jawabannya tidak mudah; namun kita mencoba (Yoh 20,27), seperti Rasul Tomas pada malam Paska itu, mendekati Dia dan mencucukkan tangan kita ke dalam lubang luka di lambungNya. Semoga kita juga pada akhir dari Pameran dan Seminar Kain Kafan ini, berani berkata seperti Rasul itu: “Ya Tuhanku dan Allahku”. 
Kalau kita memandang dengan saksama gambar itu, kita langsung menyadari bahwa kita berhadapan dengan seorang yang telah mengalami sederetan penyiksaan di antara yang paling hebat dan mengerikan, serta paling merendahkan dan menghina sepanjang masa: penyaliban. 



Beberapa hal yang pasti 
Biar kita dipimpin oleh ilmu kedokteran untuk menentukan beberapa hal yang pasti. 
Secara ilmiah menjadi pasti bahwa KK ini telah membungkus mayat yang telah 
mengalami sederetan penyiksaan dan tanda-tanda penyiksaan itu dapat kita baca dengan 
jelas di atas KK itu. Secara skematis bisa didaftarkan sebagai berikut:
1. Tubuh manusia KK didera 
2. Kepala memperlihatkan banyak luka tusukan. seperti suatu topi duri. 
3. Punggungnya menunjukkan luka-luka memar; kiri lebih rendah sedangkan kanan lebih tinggi. Tanda bahwa dia memikul “patibulum”. 
4. Lututnya -terutama kiri- memperlihatkan bekas benturan keras dengan batu. 
5. Banyak luka memar pada wajahnya, akibat pukulan dan benturan karena jatuh berkali-kali. 
6. Pergelangan tangan dan kakinya tertembus oleh paku. 
7. Lambungnya tertembus oleh tombak. 
8. Akhirnya, tubuhnya dilepaskan dari salib, telanjang dan tanpa dimandikan, dibaringkan di atas sehelai kain baru dan bersih dan ditutup lagi dengan kain yang sama. 

Coba kita sekarang melihat satu persatu tanda-tanda kemartiran itu yang nampak pada Kain Kafan. 
I. Penderaan. 
Para suster Klaris yang memperbaiki KK setelah kebakaran di Chambery pada malam 3/4 Desember 1532, dan sempat mengamati gambar itu cukup lama, berkata bahwa seluruh tubuh tertutup oleh luka pukulan, sehingga hampir tidak ada tempat tanpa luka... Sekarang, berkat penelitian dan peralatan canggih bisa direkonstruksi bagaimana terjadi penderaan itu. 
1. Manusia KK menanggung sejumlah besar pukulan —lebih dan 120-; scdangkan hukum Yahudi memperbolehkan 40 dikurangi satu. Berarti hukuman itu menurut hukum romawi, yang mempunyai tiga macam cara untuk hukuman itu. 
2. Setiap pukulan dijatuhkan secara sistematis, bukan sembarangan, berarti dilaksanakan oleh orang profesional. 
3. Cambuk yang digunakan dilenggkapi dengan dua bulatan timah atau tulang pada ujungnya. 
4. Manusia KK didera telanjang, karena kelihatan bekasnya dimana-mana pada seluruh tubuhnya; dalam posisi terikat dan membungkuk. Ia didera sebelum memikul salib, berarti hukuman penderaan tersendiri. Kemudian Ia memikul palang salib (patibulum). Kclihatan dari luka-luka memar pada pundaknya di atas luka cambuk. 


II. Mahkota duri. 
Kalau kita memandang kepala Manusia KK, kelihatan bahwa disitu terdapat banyak luka tusukan. Tusukan-tusukan itu tak lain, adalah akibat pemahkotaan duri. Mahkota ini buka terdiri dan satu dua lingkaran, tetapi lebih-lebih merupakan suatu mahkota berbentuk topi, yang menutup seluruh kepala. (Yang di gambar atau patung yang beredar sekarang adalah hasil devosi dan gaya lukis artis Eropa abad pertengahan).
Dari yang dapat diamati, kepala itu —kiri dan kanan- mengalami lebih dari 50 tusukan duri. Duri-duri itu menembus juga beberapa pembuluh darah (vena dan arteri) dan itu kelihatan dan jenis darah yang menutupi seluruh kepala Manusia KK. 
Terutama dua noda darah akibat tusukan duri perlu diperhatikan: 
Yang pertama, yang mengalir dari dahi Manusia KK dan membentuk angka tiga. Darah itu adalah jenis darah vena dan keluar dari pembuluh vena di dahi; karena terhalang oleh kerut dahi akibat kesakitan tusukan duri. 
Yang kedua adalah yang mengalir di bagian kanan atas kepala manusia KK. Darah itu keluar dari pembuluh arteri, dan karena tekanan lebih kuat, maka mengalir lebih jauh. 
Masalahnya: Adanya dua jenis tekanan darah pada manusia (vena-arteri) ditemukan pada tahun 1595 oleh Andrea Cesalpino. Seandainya KK adalah hasil rekayasa manusia abad 13, bagaimana mungkin si pemalsu itu bisa memakai dua jenis darah itu dan pada tempatnya, padahal Ia tidak tahu perbedaan itu? Makajelas bahwa ilmu mernbenarkan KK!!! 


III- Manusia KK memikul patibulum. 
Sebagian besar dari lukisan dimana Yesus memikul salib, kelihatan bahwa salib itu lengkap, yaitu tiangnya dan palangnya. Itu adalah hasil devosi dan buka berdasarkan ilmiah. Tetapi dari penelitian yang cermat KK, kelihatan dua luka memar pada punggung manusia itu; yang kiri lebih rendah dan yang kanan lebih tinggi. Seandainya dia memikul seluruh salib, luka seharusnya terjadi di bagian atas bahu dan bukan di belakangnya. Mengingat bagaimana si terhukum terpaksa berjalan, maka bisa dipastikan bahwa kedua luka memar adlalah gesekan dengan kayu patibulum.



IV- Luka-luka pada lutut. 
Dalam penjalanan ke tempat eksekusi, Kalvari, apabila orang yang akan disalibkan lebih dari satu, diikatkan satu dengan yang lain. 
Manusia KK berjalan dengan sangat susah, sebab sudah mengalami penderaan, pemahkotaan duri serta perlakuan yang sangat kasar — semuanya kelihatan jelas dari KK 
— Keadaannya yang sangat lemah dan reaksi dari kedua orang yang akan disalibkan bersama dia, membuatkan dia berkali-kali jatuh, yang mengakibatkan benturan keras lututnya dengan batu di jalan.
Telah ditemukan “tanah lumpur” pada lutut, hidung dan tumit, jelas akibat benturan.


V- Wajah Manusia KK. 
Wajah Manusia KK adalah bagian tubuh yang paling mengalami kerusakan. Namun wajah itu tetap memancarkan cahaya keagungannya; sedih dan tetap tcnang. Bukan seperti wajah orang yang telah mengalami sekian banyak penyiksaan. 
Memang pada wajah itu nampak sangat jelas akibat dari bermacam-macam siksaan.

Antara lain: 
• Dipukul dengan tongkat kayu; lihat pipi kanan dan hidung. 
• Mata kiri tertutup darah. Darah juga pada mata kanan. 
• Memar pada tulang pipi 
• Darah keluar dari hidung 
• Telopak mata, kiri dan kanan, memar. 
• Darah keluar dari bawah bibir atas. 

Setelah saudara mendengar beberapa keterangan ini, saudara bisa mengerti mengapa tradisi devosi kristiani menempatkan seorang wanita di jalan Salib, yang bernamanya Veronika, dengan tugas mengusapi wajah kudus Yesus ini! Perhentian ke VI mencoba mengungkapkan justru pada devosi, hormat dan cinta terhadap wajah itu. 


VI- Luka pada tangan dan kaki 
Tangan: 
Manusia KK memperlihatkan tangannya bersilang di depannya: yang kiri di atas yang kanan. Sehingga kita bisa melihat luka paku hanya di tangan kiri.
Banyak ilmuwan mempelajari luka yang nampak jelas pada tangan manusia KK ini dan mereka berkesimpulan bahwa paku menembus pergelangan tangan, di tempat yang disebut Destot. Dari luka ini mengalir tiga aliran darah, dua yang langsung ke pinggir dan jatuh ke tanah; dan yang satunya sampai ke siku. 
Arah yang berbeda ini bisa dijelaskan sebagai berikut: Manusia KK dipakukan tangannya dalam posisi berbaring di tanah pada patibulum, kemudian diangkat ke atas stipes (tiang) sehingga posisi tangan berubah dari horisontal menjadi vertikal. 
Tangan kanan kelihatan lebih tersiksa dari yang kiri. Punggung tangan kelihatan rusak akibat gesekan dengan kayu. 
Pada tangannya tidak kelihatan ibu jari yang tertekuk ke dalam, akibat tarikan paku di pergelangan tangan sendiri. 

Kaki: 
Memperhatikan gambar Manusia KK, nampak bahwa kaki kiri lebih pendek dan yang kanan. ini disebabkan penyaliban, dimana kaki kiri ditaruh di atas yang kanan. dalam penyalibannya. Karena Manusia itu menjadi kaku setelah kematiannya, maka kaki kiri itu tetap kelihatan lebih pendek. 


VII- Sakrat maut dan wafat di salib Biasanya orang tersalib mati setelah mengalami sakrat maut yang panjang. Bapak gereja Origenes berkata bahwa orang yang disalibkan bertahan “satu malam dan hari berikutnya”. Mengenai Yesus yang bertahan cuma beberapa jam. kiranya apa yang menyebabkan wafat yang demikian cepat? Beberapa hipotese:
1. Asfissia: Manusia KK tidak bisa bernafas dalam posisi bergantung seperti itu; akhirnya terjadi keadaan seperti tetanus: otot-otot akan kejang, dan akhirnya mati. 
2. Kolaps ortostatik: yaitu tensi tiba-tiba turun dan mengakhibatkan ke tidak sadaran sampai koma dan mati. 
3. Emotoraks: karena benturan keras pada dada (karena jatuh) maka terjadi pendarahan pada paru-paru. Darah yang keluar dari luka-luka dalam itu, terkumpul dalam pleura (kantung pembungkus paru-paru). Karena banyaknya maka si tersalib tidak bisa bernafas lagi dan akhirnya mati.
4. Jantung pecah: Sekarang sebagian besar dari mereka yang mempelajari fenomena 
kematian itu, dengan pertimbangan sebab-sebab interen dan eksteren (dalam dan luar yang dialami Yesus selama sengsara), mengatakan bahwa kematian itu terjadi karena jantungnya pecah dan diikuti pendarahan cukup besar pada emo-perikardium, (yaitu kantong elastis yang membungkus jantung). 
Berikut ini bukti-bukti yang mereka kemukakan: 
1. Seruan yang keluar dari tenggorokannya sebelum mati (Yoh 19,30) 
2. Kematian cepat, yang mengherankan Pilatus. Biasanya bertahan lebih lama. 
3. Adanya noda darah dan air di bawah luka lambung 
4. Banyaknya darah dan air (Yoh 19,34) yang menyembur dari luka-luka itu; aneh bagi orang yang sudah mati dan sudah kehilangan banyak darah. 


Penjelasan lanjut dari teori ini Mereka yang mati karena jantung pecah dan diikuti oleh emoperikardium, sebelum mati berteriak karena kesakitan; perikardium mereka penuh darah lebih dari satu liter. Kalau orang yang mati demikian dibiarkan satu setengah atau dua jam dalam posisi vertikal, darah dalam perikardium akan terpisah dalam dua bagian: yang merah di bawah dan yang putih/kuning di atas. Kemudian, kalau perikardium itu ditusuk, maka akan segera menyembur keluar isinya —darah dan air yang dilihat oleh Yohanes. 
Pada Manusia KK kita melihat luka terbuka pada lambung kanan; luka itu terganga, yang berarti terjadi setelah orangnya mati. Luka itu panjang cm 4,5 dan lebar 1,5, dan diperkirakan 5 atau 6 cm dalamnya. Tombak yang membuat luka itu masuk dari bawah ke atas dan menembus perikardium sehingga “darah dan air” menyembur keluar.
Semuanya kelihatan cocok dengan apa yang tergambar pada Kain Kafan.
5. Tak seorang pun dalam mengambilnya, tetapi Aku memberikannya menurut kehendakKu sendiri. “Belum tiba saatnya, sehingga Yesus tidak bisa ditanggap. Motivasi paling cocok dengan Injil dan seluruh rencana Allah, adalah bahwa Yesus mati karena Dia sendiri menyerahkannya karena cintaNya. Sebab Ia datang untuk menyerahkan karena cinta.



Kesimpulan Secondo Pia, sang fotografer yang pertama kali memotret KK, dengan fotonya itu menimbulkan sangat banyak reaksi, terutama di antara para ilmuwan. 
Para ilmuwan ini telah mendekati KK terdorong untuk memahami misterinya. Dan justru pada abad teknologi ini, kita bisa mmpelajari misteri KK dengan peralatan paling cangih. Rasanya bahwa Yesus menyapa setiap orang yang mendekatinya melalui gambarNya di KK. dengan kata-kata pernah diarahkan kepada Thomas: “Taruhlah jarimu disini dan lihatlah tanganKU; ulurkan tanganmu dan cucukkan pada lambungKu; jangan sangsi lagi, tetapi percayalah” (Yoh 20,27). 
Puluhan sektor ilmu telah mempelajari KK. Dan, anehnya, telah terjadi dengan dia apa yang telah terjadi dengan Kitab Suci; dipelajari dan diselidiki oleh banyak orang dengan memakai banyak metode justru dalam upaya untuk menghancurkannya. Tetapi akhirnya menimbulkan reaksi untuk semakin memahami dan membela Kitab Suci sendiri. 
Hal yang sama telah terjadi dengan KK. Orang-orang pertama yang menentang keaslian adalah justru orang-orang katolik. Tetapi melawan mereka telah bangkit banyak ilmuwan dan segala aliran kepercayaan dan ilmu. Lihat Ives Delage —agnostik-; Max Frei —protestan; Adler —Yahudi; Pellicori —agnostik; Vernon Miler —mormom. 
Mereka-mereka ini semua yang telah mendekati KK sebagai peninggalan sejarah dan mempelajarinya dengan metode dan teknik yang berbeda; telah menyatakan bahwa KK adalah asli. Mereka semua sependapat bahwa hanya tubuh orang yang telah didera, dimahkotai duri, disiksa dan disalibkan dan berumuran darah, dapat menimbulkan gambar pada kain itu; kalaupun masih merupakan suatu misteri bagaimana gambar itu bisa terjadi. 
Pada titik penelitian ini, kekaguman para ilmuwan mesti diganti dengan kekaguman iman. Tidak cukup membuat daftar dari tanda-tanda penderitaan yang dilihat tergambar pada KK, dan juga tidak cukup mengatakan bahwa gambar itu adalah gambar Yesus dari Nazaret. Kita harus menambah bahwa Dia itu adalah Yesus yang kita imani, yaitu Dia yang telah mengalahkan maut dan bangkit.

Beberapa catatan khusus 
1. Manusia KK dimakamkan secara pantas. Hal nama aneh bagi seorang yang mati di salib. 
2. Manusia KK tidak dimandikan. 
3. Hanya orang kaya atau dari kalangan atas boleh menghadap penguasa. Itulah Yosef dari Arimatea. Dan bisa menyediakan makam baru bagi orang. Keberanian Yosef ini menghadap Pilatus dan memakamkan Jenazah orang mati di salib. 
4. Manusia KK tinggal dalam makam hanya beberapa jam, duapuluh sampai tiga puluh; lebih lama lagi pasti mulai proses pembusukn yang akan meninggalkan bekas pada KK.
5. Jenazah terpisah dari Kain Kafan secara khusus atau luar biasa, sebab pasti kain itu melekat pada seluruh tubuh orang yang dibungkusnya. Pada KK tidak terdapat tanda pelepasan itu. 
6. KK disimpan orang kendati ternoda darah. ‘Hal ini secara historis tidak bisa dimengerti, kecuali ada alasan yang sungguh luar biasa, seperti dengan Yesus.

0 komentar:

Posting Komentar