Ads 468x60px

SELINGKUH - SELINGan indah, Keluarga runtUH

@Buku "XXX - Family Way" (Kanisius)

O..o... kamu ketahuan
Pacaran lagi
Dengan dirinya
Tapi tak mengapa 
Aku tlah rela 
Karena dirimu cinta sesaatku 

Demikianlah penggalan syair lagunya Mata Band yang begitu akrab di telinga kita beberapa waktu lalu. Banyak lapisan masyarakat baik besar maupun kecil menyanyikan lagu "Ketahuan" ini dan begitu menikmatinya meski sadar atau tidak bahwa dalam syairnya terdapat cerita tentang perselingkuhan. Sebelumnya, kita juga disuguhi lagu-lagu senafas seperti Sephia-nya Sheila on 7, Kekasih Gelapku dan Demi Waktu-nya Ungu, Teman Tapi Mesra-nya Ratu, Selingkuh-nya Kangen Band dan yang terbaru adalah Lelaki Cadangan-nya T2. 

Pertanyaannya apakah lagu-lagu itu merupakan cerminan gejala perselingkuhan yang semakin marak-berarak di dalam masyarakat kita? 

Kisah pertama: 
Suatu hari, tiga orang suami sedang menceritakan perselingkuhan istrinya masing-masing:

Suami 1: “Gile man… rasanya sih istri gue selingkuh sama tukang ledeng. Kemarin pas pulang kantor, gue nemuin sisa pipa dan tang di kolong tempat tidur gue.”
Suami 2: “Kayaknya istri gue juga deh, dia sepertinya selingkuh sama orang PLN. Gue juga nemuin ada kabel dan obeng yang bukan punya gue di kolong tempat tidur!”
Suami 3 terlihat amat stress. “Guys, tau gak… kayaknya istri gue selingkuh sama kuda!”
“Ah yang bener??!!” kata kedua temannya gak percaya.“Beneeerr… kemarin waktu gue pulang kerja, gue liat ada joki di kolong tempat tidur gue!” He he he.......

Kisah kedua: 
Majalah terbitan Jerman Men’s Car pernah menerbitkan sebuah survey spekulatif: "Kalau suami Anda punya mobil Porsche, ikuti kemana pun dia pergi". Guyonan tersebut muncul karena menurut survei, pria pemilik mobil berkecepatan tinggi ini suka selingkuh. Dibanding pemilik mobil jenis lain, pemilik Porsche kurang setia. Hampir 50 persen diantara mereka mengaku pernah mengkhianati pasangannya. Berada pada urutan kedua, pemilik mobil BMW. Hampir 46 persen pengemudinya mengaku pernah berselingkuh. Sementara, diantara pemilik mobil wanita, pengemudi Audi kurang bisa dipercaya, 41 persen mengaku pernah melakukan affair. Yang dikenal paling setia, pemilik mobil Opel-Vauxhall, hanya 31 persen pria dan 28 persen wanitanya mengaku pernah berselingkuh. Survei ini melibatkan 2.253 pemilik mobil pria dan wanita, berusia antara 20-50 tahun. Majalah Men’s Car sebelumnya mempublikasikan hasil survei mengenai aktivitas seksual para pemilik mobil. Hasilnya, pengemudi mobil BMW ditengarai paling aktif berhubungan intim. Mereka berhubungan seks rata-rata 2,2 kali setiap minggu. 

Dari kedua cerita humor diatas, tampak seakan-akan selingkuh itu banyak terjadi dalam keseharian hidup kita, bukan? Selingkuh sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Edisi Kedua, cetakan ke-7, 1996, hal. 900, mempunyai dua arti dasar: Pertama, tidak berterus terang; tidak jujur - suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri – curang/serong. Kedua, bersifat korup/menggelapkan uang. 

Sebuah kisah lain: 
Mel Gibson, bintang Lethal Weapon ini digugat cerai sang istri, Robyn Gibson, setelah ketahuan berselingkuh dengan gadis Rusia bernama Oksana. Robyn sudah mengajukan surat gugatan ke Pengadilan Superior Los Angeles. Mel tertangkap kamera foto sedang berciuman dengan Oksana di salah satu pantai di Costa Rica. Gosipnya, mereka dekat sejak main bareng di Edge of Darkness, Agustus lalu. 

Tapi, Mel tidak mengakui berita perselingkuhan itu, apalagi ia adalah seorang penganut Katolik yang taat. “Mengenai masalah pernikahan dan perpisahan, kami selalu berusaha menjaga privasinya. Ini demi keutuhan keluarga kami dan langkah kami selanjutnya,” katanya lebih lanjut. Mel dan Robyn sudah membina rumah tangga selama 28 tahun dan dikaruniai tujuh orang anak. Jadi, tidak mengherankan kalau Robyn menuntut harta gono-gini sangat besar, antara lain, sebuah gereja di California, pulau pribadi di Fiji, peternakan di Costa Rica, dan beberapa kekayaan lainnya di Malibu. Kabarnya, ini bakal menjadi perceraian termahal. Bagi saya, disinilah selingkuh sendiri bisa diartikan sebagai, “selingan indah keluarga runtuh.”

Kalau disadari bahwa imbas perselingkuhan adalah keruntuhan, mengapa perselingkuhan justru menjadi tontonan yang menarik, semakin dianggap biasa dan mengasyikkan? Yang pasti, perselingkuhan juga bukan menjadi monopoli pihak tertentu. Perselingkuhan tak kenal status sosial, tingkat pendidikan, jabatan, bidang profesi, domisili, bahkan gender. Kemajuan media massa dan teknologi semakin memperparah “mewabahnya” perselingkuhan. Istilah SII (selingkuh itu indah) seolah menjadikan perselingkuhan sebagai trend yang populer di masyarakat. 

Di Indonesia, misalnya diperkirakan ada 120 jam tayangan per minggu berbau perselingkuhan melalui televisi, dan sekitar 1000 berita dan foto terkait melalui media cetak setiap bulan. Dan entah berapa buah film per bulan yang ditayangkan dengan contoh perselingkuhan yang mengasyikkan bagi penonton.. Belum lagi, menurut perkiraan Family Protection Institute of America ada sekitar satu juta saluran porno di website, sekitar 25 juta copy majalah porno per hari.

Belum lagi maraknya pelbagai praktek perselingkuhan yang tercandra di mata publik, saya mengangkat tiga contoh nyatanya:

1. Tingkah polah Britney Spears, Jennifer Lopez, Angelina Jolie yang blak-blakan tentang hubungan seksualnya dengan mantan teman tidurnya yang bukan suaminya bagaimanapun juga berpengaruh pada orang muda dan juga pada pemula peselingkuh.
2. Tontonan kawin-cerai artis Indonesia dari kaliber Kris Dayanti sampai Ulfa Dwiyanti menjadi acara tetap harian stasiun televisi dan kolom tetap semua surat kabar.
3. Kasus video porno anak-anak ABG dan mahasiswa/i, terlebih kasus video mesum Maria Eva dengan anggota DPR, atau juga yang sedang hangat-hangatnya: video mesum selebritis papan atas Indonesia, “Luna Maya - Ariel – Cut Tari”, poligami perwira tinggi dari POLRI atau kenakalan seksual beberapa aktivis partai yang "doyan" mencari ayam kampus dan istri muda, sangat mempengaruhi banyak orang muda dan keluarga di Indonesia. 

Kuatnya godaan perselingkuhan terlihat dari data statistik hasil berbagai studi yang menyatakan bahwa 25%-37% pria menikah berselingkuh. Sementara di kalangan wanita, angkanya mencapai 15%-20%. Banyak yang menganggap perselingkuhan merupakan aprodisiak yang amat kuat efeknya terhadap kehidupan seksual orang bersangkutan. Perselingkuhan barangkali sudah dianggap wajar sampai hal itu digambarkan dengan perilaku suami-isteri di film seri ‘The Sex and the City’ yang terkenal dimana digambarkan perselingkuhan oke-oke saja: “asal dilakukan bukan di rumah ini dan tidak usah aku ketahui.”

Saya juga mengamati bahwa perselingkuhan kerap menyakiti lebih dari satu jiwa. Sebab itu para moralis dan selalu menganjurkan agar sedapatnya diperbaiki. Artinya pasangan yang berselingkuh sebisa mungkin dimaafkan. Mengapa harus dimaafkan kendati telah terlanjur sakit hati? Alasannya adalah menyelamatkan jiwa-jiwa. Sering waktu dan kesabaran pun bisa menyembuhkan sebagian dari luka jiwa itu. 

Saya mengangkat sebuah kisah nyata dari negeri Paman Sam: Pengakuan pahit Bill Clinton yang diceritakan kembali oleh istrinya, Senator Hillary Clinton dalam buku, Living History. Buku seharga US$ 28 (sekitar Rp 300.000) itu laku keras. Dalam sehari saja terjual 200.000 eksemplar, melebihi penjualan buku laris seperti serial Harry Potter yang rata-rata seminggu cuma 100.000 buku. Faktor utama yang mendorong buku setebal 562 halaman itu laris manis, karena penulisnya Hillary Clinton. Apalagi, menurut Michiko Kakutani dari harian The New York Times, buku itu diterbitkan pada saat ''pengakuan dan skandal menjadi bahan omongan publik sekaligus buku ini seakan hadir untuk memuaskan keingintahuan khalayak pada sikap Hillary Clinton saat menghadapi krisis keluarga. 

Memoar yang dikemas apik dengan wajah Hillary di kulit muka itu berisi perjalanan dan pergulatan hidup wanita asal Chicago, Illinois, bernama Hillary Rhodam, eks mahasiswi Yale Law School bersama dengan Bill Clinton, pemuda tampan asal Arkansas berambut gondrong dan bercambang kemerahan, yang akhirnya menjadi Gubernur Arkansas dan terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. 

Inilah sepenggal cuplikan buku tersebut: 

''Rabu pagi, 21 Januari 1998, Bill Clinton membangunkanku. Ia duduk di pinggir ranjang dan berkata, 'Ada berita di koran yang harus kamu baca.' Belum sempat rasa heranku hilang, ia menjelaskan berita yang mengabarkan bahwa Presiden USA sedang menutupi kasus skandal seks dengan seorang mahasiswi magang di Gedung Putih. Gadis itu diminta tak membocorkan kasus ini pada Kenneth Starr, petugas pemeriksa kasus penyuapan Whitewater, yang juga melibatkan Bill Clinton saat masih menjadi Gubernur Arkansas. 

Dalam penjelasannya, Bill mengatakan, gadis bernama Monica Lewinsky itu memang dikenalnya sekitar dua tahun lalu. Ia bekerja magang di kantor kepresidenan Sayap Barat Gedung Putih. Menurut Bill, Monica acap meminta dibantu mencari pekerjaan. 'Lalu kamu ngapain saja sama dia?' tanyaku berulang-ulang. Dan setiap kali, jawaban Bill sama saja. Dia bilang, tak penah berbuat hal yang tidak senonoh. Bagiku, kasus Monica Lewinsky kali ini sama seperti skandal seks lain sebelumnya, yang sengaja diciptakan lawan politik suamiku. Dan cerita seperti ini terjadi berkali-kali. Bahkan, Bill pernah dituduh punya anak dengan seorang pelacur di Little Rock, Arkansas. Pagi itu merupakan hari yang cukup berat bagi kami. Namun, kami bertekad menjalaninya seperti biasa. 

Menjelang keberangkatanku untuk berpidato dalam sebuah acara di Baltimore, tiba-tiba David Kendall, pengacara pribadi Clinton, menelepon. Dia menjelaskan, Jaksa Agung Janet Reno telah mengeluarkan surat panggilan agar Bill ke pengadilan, untuk menjelaskan skandal seksnya dengan Monica. Aku tidak bisa menggambarkan betapa kalut hatiku. Demikian juga Bill Clinton. Padahal pagi itu, aku harus menghadiri acara 'Today Show' yang ditayangkan televisi National Broadcasting Center. Matt Lauer, pemandu acara, membuka dengan pertanyaan sangat sensitive: 'Nyonya Clinton, ada satu pertanyaan di benak setiap warga Amerika belakangan ini. Bagaimana hubungan suami Anda dengan Monica Lewinsky? Apakah dia menggambarkan secara detail bentuk hubungan itu? Jawabku, 'Kami sudah membicarakan hal itu panjang lebar, dan kami harus bersikap sabar menghadapi sejumlah isu dan prasangka buruk yang berkembang selama ini. Yang kami lakukan adalah bersabar, menarik napas dalam-dalam, dan kebenaran akan muncul kelak.”

Waktu terus berjalan. Tibalah hari kelam dalam hidupku pada Sabtu pagi, 15 Agustus 1998, saat Bill Clinton membangunkan aku. Ia tak duduk di tepi ranjang seperti biasanya, tapi mondar-mandir di seputar kamar. Pikirannya kalut, karena ia harus memberikan pengakuan di depan televisi nasional tentang hubungan intimnya dengan Monica Lewinsky. Selama ini, Bill tidak mau berterus terang karena malu, dan ia tahu hatiku bakal terluka dan marah. Napasku tiba-tiba terasa berhenti. Saat menarik napas panjang, tangisku meledak dan aku berteriak histeris: “Apa maksudmu? Kenapa kamu bohong?” Aku pun tak bisa menahan amarah. Sementara Bill Clinton tetap berdiri di ujung kamar, sambil berulang-ulang meminta maaf. “Maaf. Aku benar-benar minta maaf. Aku bermaksud melindungimu dan Chelsea” (putri tunggal Clinton dan Hillary), kata Bill kala itu.

Tanggal 15 Agustus 1998 itulah saat Bill Clinton mengakui perselingkuhannya dengan Monica. Dua hari berikutnya, ia menyampaikan kesaksian di Map Room, Gedung Putih. Hari-hari kami lalui dalam diam. Kami tidak saling bicara selama beberapa bulan. Lama-kelamaan, hatiku luluh. Perasaanku mengatakan, sebagai seorang istri, aku ingin menjerat leher Bill. Tapi, ia juga presidenku yang berhasil memimpin Amerika Serikat dan dunia. Secara moral, suamiku memang salah karena berdusta pada rakyat Amerika dan keluarga kami. Memang selingkuhnya sama halnya mengkhianati keluarga kami, tapi tidak berarti mengkhianati bangsa Amerika.'

Berangkat daru penggalan kisah nyata Bill Clinton – Hillary di atas, sebenarnya banyak ancaman perceraian karena perselingkuhan bisa dicegah dan dihindari, misalnya dengan melakukan pelbagai langkah nyata sebagai berikut: 

1. Cukup rendah hati untuk memaafkan.
2. Cukup rendah hati untuk meminta maaf.
3. Cukup berani untuk menyatakan cinta.
4. Cukup sabar untuk meredakan masalah.
5. Cukup terbuka untuk bertukar perasaan.
6. Cukup terbuka untuk bertukar pendapat.
7. Jangan pernah mengungkit kesalahan-kesalahan masa lalu.
8. Jangan membuat keputusan dalam kondisi ‘panas’.
9. Percaya bahwa doa bisa mengubah segalanya.
10. Percaya bahwa waktu dan kesabaran adalah solusi terbaik.
11. Meminta konseling dari pihak profesional
12. Meminta konseling pastoral.
13. Percaya sepenuhnya bahwa pasti ada solusi.
14. Menahan diri sekeras-kerasnya untuk tidak mempersalahkan.
15. Masa inkubasi (masa “tenang”: tidak membicarakan masalah)
16. Merefleksi diri sendiri

Di lain matra, terdapat sebuah fenomen lain bahwa semakin banyak orang yang memanfaatkan fasilitas chatting di Internet untuk memperoleh peluang perselingkuhan. Menurut penyelidikan yang dilakukan peneliti dari Universitas Florida, para chatter yang terlibat hubungan dengan orang lain di internet itu tidak merasa tindakannya salah, apalagi mengancam rumah tangga mereka. Padahal di lain pihak, banyak pasangan yang beranggapan hubungan lewat jagat maya itu termasuk pengkhianatan, meski dalam banyak kasus para chatter tidak melakukan kontak fisik. 
"Internet sepertinya akan menjadi salah satu bentuk umum ketidaksetiaan, atau bahkan sudah," ujar Beatriz Mileham dari Universitas Florida, peneliti kasus ini. "Sebelumnya tidak pernah seorang pria atau wanita yang sudah menikah menemukan ’kencan’ atau ’teman selingkuh’ semudah ini." 

Senada dengan penelitian Mileham, sebuah grup konseling di AS mengatakan bahwa chat room sekarang telah menjadi salah satu penyebab tercepat retaknya hubungan suami-istri. "Masalah itu bisa menjadi lebih parah seiring dengan makin banyaknya orang yang online dan gemar chatting," papar Mileham. Mengapa orang berpetualang di chat room? Menurut penelitian, penyebab utamanya adalah kebosanan, pasangan yang tidak lagi bergairah secara seksual, pasangan yang tidak menarik, keinginan untuk mencoba sesuatu yang lain, atau hanya sekedar main-main. "Alasan utama yang diutarakan para pria adalah tidak harmonisnya kehidupan seksual dalam perkawinan mereka," tandas Mileham. "Banyak diantaranya mengatakan bahwa istri mereka terlalu disibukkan dengan urusan anak-anak sehingga tidak lagi tertarik untuk melakukan hubungan seksual." 

Berdasar penelitian, sepertiga dari responden mengaku pernah menemui teman kencannya. Di antara mereka yang melakukan pertemuan tersebut, nyaris seluruhnya berakhir dengan perselingkuhan sungguhan. ‘"Dengan kondisi tersebut, tidak heran bila aktivitas seksual online merupakan penyebab utama perselingkuhan dan perkawinan di masa mendatang," kata Al Cooper, pengarang buku Sex And The Internet: A Guidebook For Clinicians. "Banyak masalah yang berawal dari kegenitan online, dan berakhir pada perceraian. Jadi berhati-hatilah!" demikian diperingatkan Cooper.

Seorang psikolog, Paula Hall mengungkapkan mengapa orang berselingkuh. Menurutnya, kita bisa mencari banyak alasan untuk menjawab pertanyaan ini. Tetapi biasanya selingkuh adalah tanda adanya keinginan untuk perubahan. Ada sesuatu dalam diri pasangan atau dalam hubungan yang sedang dijalani, tidak sesuai dengan harapan. Dan perselingkuhan memicu perubahan tersebut. Perselingkuhan tidak melulu soal seks. Keintiman yang terjadi antara dua orang dan melanggar kepercayaan pasangannya bisa merupakan sebuah affair. 

Adapun tipe-tipe perselingkuhan, al:
-The boat-rocking affair - Terjadi ketika seseorang merasa tidak puas dengan hubungannya. Perselingkuhan tanpa disadari menjadi cara untuk mengalihkan perhatian dari masalah dan membuatnya muncul ke permukaan. Affair jenis ini selalu timbul tenggelam. 

-The exit affair - Terjadi ketika perselingkuhan dijadikan cara untuk lepas dari sebuah hubungan. Bukannya menghadapi masalah dengan pasangannya, ia malah memilih lari dalam perselingkuhan.

-The thrill affair - Sebuah hubungan yang terlarang bisa menimbulkan sensasi tersendiri, rasa deg-degan karena takut ketahuan memompa adrenalin dalam tubuh, sehingga hubungan seks yang dilakukan dengan seseorang yang baru terasa begitu menggairahkan. Perselingkuhan pun menjadi terasa romantis dan menarik. Selingkuh itu indah, begitu prinsip mereka.

-The three’s company affair - Sebuah affair yang berlangsung tahunan; bisa disebut juga affair berturut-turut. Ada sebagian orang yang merasa tidak bisa berkomitmen dengan satu orang, orang-orang dalam golongan ini merasa tercekik dalam hubungan monogami. Kehadiran orang ketiga bisa menjadi penyaluran dalam masalah emosi tadi.

Setiap orang mungkin pernah berselingkuh. Minimal tergoda dalam hati dan fantasi. Ada banyak fakta betapa banyak lelaki dan wanita terlibat dalam perselingkuhan. Sebagian tidak diketahui pasangan. Sebagian lain bila ketahuan, terutama yang ringan-ringan dimaafkan oleh pasangan. Apakah kita pernah melakukan hal-hal sbb ini?

1. Menonton VCD porno dan membayangkan diri terlibat juga.
2. Menatap pasangan orang lain dengan penuh nafsu dalam hati.
3. Melihat tubuh lawan jenis dengan fantasi seks.
4. Memanjakan dan menggoda lawan jenis karena rasa tertarik.
5. Sering menelpon dan berceloteh dengan pacar lama.
6. Sering ber-SMS atau email pada orang yang diam-diam dicintai.
7. Masturbasi dengan memfantasikan yang bukan pasangannya.
8. Mencari alasan untuk pergi bersama seseorang yang ditaksirnya.
9. Berkencan dengan PSK.
10. Berkencan dengan seseorang yang bukan pasangannya.

Perselingkuhan terjadi karena banyak hal atau kombinasi dari banyak hal. Sebaiknya memeriksa apakah penyebab berikut pernah atau tidak dialami, yakni: kurang puas dengan pasangan dalam soal seks; kurang puas dengan pasangan dalam soal pengaturan uang, perbedaan yang sulit dijembatani, keinginan-tahu yang tak terbendung, keinginan membuktikan sesuatu (misalnya kekuasaan, kejantanan), Aspek material, gaya hidup, Godaan tak tertahankan, Masa lalu, pelbagai masalah nyata (ex: belum punya anak), dan campur tangan pihak ketiga. 

Akhirnya, ada banyak cara dan langkah untuk mencegah perselingkuhan, ada yang praktis ada yang mendasar. Pertanyaan adalah, berhasilkan kita mempraktekkan langkah mencegah perselingkuhan seperti disebut di bawah ini? 

1. Ingatlah kembali Perintah Allah yang ke-enam: Jangan Berzinah. Jangan mengarang maaf bahwa hanya satu dari 10 Perintah Tuhan diabaikan, sehingga masih dapat point 9. 
2. Cermati kebutuhan khas pasangan. Cari cara dan langkah memenuhinya. 
3. Mohon diingat bahwa perkawinan itu 30% cinta, dan 70% maaf. Artinya, sesungguhnya cinta berarti memaafkan. Asal diingat bahwa meminta maaf atau memaafkan tidak berarti menghilangkan tanggung-jawab.
4. Ingat kembali bahwa melanggar komitmen (yang diucapkan dulu dalam pernikahan) adalah pintu kematian. Ada 10 janji nikah (seturut dan sebunyi 10 Perintah Allah). 
5. Hindari perkawinan jarak-jauh dimana mungkin. Bila tak mungkin atur komunikasi yang lebih baik (SMS, MMS, e-mail, telpon, fax, surat, chatting, pertemuan akhir pekan). Bila ada tanda-gejala ia dekat dengan seseorang lawan jenis, sebaiknya jangan panik, jangan mengungkit dengan nada mengejar, tetapi bisa didialogkan.
6. Bila terbetik rasa cinta pada seorang lain yang bukan pasangannya, segera ambil langkah-langkah preventif, misalnya memperkenalkan pasangan sendiri, menghindari pertemuan berduaan, dan menutup peluang untuk bermain api. Harap diingat bahwa kenikmatan jatuh-cinta-lagi itu 100% adalah jebakan fatal. 
7. Kembangkan keterbukaan melalui keterbukaan dalam urusan uang dan anggaran. Mungkin masing-masing memiliki rahasia pribadi yang malu bila diungkapkan pada pasangan. Percayalah keterbukaan adalah sarana pengikat dua hati. Bukankah kebusukan tak mungkin disimpan lama-lama?
8. Carilah waktu untuk bercengkrama bersama: piknik, menginap di hotel bagi yang mampu, hiking, ziarah, berenang, main catur, menonton, berdansa, makan di restoran secara berduaan, camping, berkaraoke.
9. Temani ia melakukan kegiatan kesukaannya: shopping, main golf, pertemuan sosial, bermain komputer, memancing, kegiatan avontur, ke toko buku, berenang, menoton, olahraga, dll.
10. Berusaha terus-menerus memenuhi kebutuhan dia 

Sebuah data: 
Perselingkuhan menyebabkan 10.444 pasangan bercerai dari total kasus 15.771 perceraian di Indonesia sepanjang 2007. Angka ini merupakan angka terakhir yang berhasil dihimpun oleh Pengadilan Agama di seluruh Indonesia. Data itu, menurut Dirjen Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung (MA) Wahyu Widiana, bisa diunduh di website lembaga yang dipimpinnya, www.badilag.net. 

Dari data kasar di atas, perselingkuhan atau dalam bahasa lebih positif, perasaan “cinta” kepada orang yang bukan “pasangan sah” tidak akan tumbuh subur dan merajalela, apabila kita bisa memupuk dan merawat cinta kepada “pasangan sah” kita, bukan? Dan itu tentu saja harus dilakukan oleh kedua belah pihak, bukan hanya salah satu pihak. Kesetiaan, kepercayaan, kejujuran, dan keterbukaan benar-benar harus menjadi “pilar” yang jost dan kokoh dalam berumah tangga, dan dilakukan oleh pasangan suami istri.

Letak permasalahan topik ini bukan pada “siapa yang salah”, karena hal tersebut justru akan menjadi polemik yang berkepanjangan dan tak ada titik temu. Yang terpenting dalam masalah ini adalah, apa penyebab dan latar belakang terjadinya perselingkuhan dalam rumah tangga tersebut, dan bagaimana solusi terbaik untuk menyelesaikannya. 
Better late than never!


Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.
Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa,
dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati
Yakobus 4:8

0 komentar:

Poskan Komentar