Ads 468x60px

KEKASIH HATI - KEnakan KASIH sepenuh HATI


@Buku "XXX - Family Way" (Kanisius)
Sebuah lilin tak kehilangan apa pun dengan menyalakan lilin lain. 
A candle loses nothing by lighting another candle. 

Don Juan dan Casanova adalah sosok pribadi yang kerap di-cap sebagai lelaki yang mempunyai banyak kekasih. Dalam versi lain, tentu banyak orang yang tahu dan mengenal kisah percintaan sepasang kekasih: Pangeran dan Cinderella, Romeo dan Juliet, Abelardus dan Heloise, Rama dan Sinta, Arjuna dan Srikandi atau bahkan Rangga dan Cinta. Pacaran sendiri adalah masa berkasih-kasihan (berkencan) antara seorang lelaki dan wanita yang merasa saling tertarik dan jatuh hati. Masa berkencan adalah masa-masa saling mengenal kadar kasih, saling mencoba kekuatan kasih, masa ujian kesabaran dan watak para kekasih. 

Tahap-tahapnya biasanya melalui 10 tahap berikut: 

Rasa tertarik 
Berkenalan dan sering ‘jalan bareng’,
Berkencan (dating), pergi berduaan, 
Jatuh-cinta (terasa debaran khusus waktu melihat dia)
Berpacaran lebih serius (courtship), 
Masa mengenal lebih mendalam sering disertai perselisihan
Saling belajar mengatasi perselisihan dan perbedaan.
Saling mengenal keluarga masing-masing dan latar belakangnya
Keputusan untuk berpasangan, melamar/ menerima lamaran.
Sering disertai pertunangan (engagement).

Masa berpacaran (courtship) dengan pelbagai tahapannya di atas adalah masa persiapan bagaimana daya tarik kasih itu diubah menjadi kasih sejati. Kasih sejati jelaslah bukan cinta monyet, bukan cinta nafsu, bukan cinta seks, tetapi kesediaan memberikan diri sepenuhnya pada pasangan: mengenakan kasih sepenuh hati.

Disini, ada sebuah kisah tentang dua orang yang saling berkasih-kasihan. Sepasang kekasih itu, sebut saja, Luno dan Luna namanya. Sewaktu mereka baru berpacaran, Luno melipat 1000 burung kertas buat Luna, dan menggantungkannya di dalam kamar Luna. Luno mengatakan, “1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan kasih dalam hatiku”. Waktu itu, mereka setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua. Tetapi pada suatu saat, Luna tiba-tiba menjauhi Luno. Ia memutuskan untuk pergi ke Perancis, ke kota Paris, tempat yang diimpikannya selama ini. 

Sewaktu Luna hendak memutuskan hubungan dengan Luno, ia berkata kepada Luno, “Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa, menikah bagiku adalah kehidupan kedua kalinya! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh, aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita nanti setelah menikah...!!" 

Setelah Luna pergi ke Perancis, Luno bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun.

Setelah lewat beberapa tahun, karena pertolongan teman, kerja keras dan pastinya rahmat dari Tuhan, akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Luna, dia masih tidak dapat melupakannya. Pada suatu hari, waktu itu hujan, Luno dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Luna. Dia ingin supaya mereka melihat kalau sekarang dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang menjadi seorang yang sukses. Luno mengendarai mobilnya dengan perlahan sambil mengikuti sepasang orangtua tersebut. Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua orangtua itu memakai payung, tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.

Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Luno tercegang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman! Dia melihat di atas papan nisan, foto Luna tersenyum sangat manis terhadapnya. Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung-burung kertas yang dulu pernah dibuat oleh Luno. Dalam hujan, burung-burung kertas itu terlihat begitu hidup.

Orang tua Luna memberitahunya, bahwa sebetulnya Luna tidak pergi ke Paris. Ia terserang kanker, dan sudah pergi ke surga. Luna ingin supaya Luno menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa ia berbuat demikian terhadap Luno dulu. Luna mengatakan bahwa dia sangat mengerti Luno, dan dia percaya kalau Luno pasti akan berhasil. Orangtuanya juga mengatakan pesan Luna, kalau pada suatu hari Luno pasti akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi. Luno langsung berlutut, berlutut di depan makam Luna, menangis dengan begitu sedihnya. 

Hujan pada hari itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Luno. Dingin tidak terasa lagi, yang ada hanya kepiluan hati. Luno teringat senyum manis Luna yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya semakin sedih. Sewaktu orangtua Luna keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Luno sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut, "Hatiku tidak pernah menyesal, semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,1000 ketulusan hatiku, berterbangan di dalam angin menginginkan bintang yang lebat bersebaran di langit, melewati sungai perak, apakah aku bisa bertemu denganmu? Tidak takut berapapun jauhnya, hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu. Masa lalu seperti asap, hilang dan tak kan kembali, menambah kerinduan di hatiku. Bagaimanapun dicari, jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah."

Dari penggalan kisah-kasih di atas, bisa dikatakan bahwa hampir setiap orang pernah jatuh cinta, seperti Luno yang jatuh cinta pada Luna dalam cerita di atas, bukan? Yang jelas, jatuh cinta itu bisa kepada siapa saja: bisa pada seorang lain jenis, pada sesame jenis, pada pekerjaan, atau pada Tuhan. Jatuh cinta secara umum juga berarti perasaan tertarik secara khusus (indikasinya adalah debaran khusus setiap kali ingat atau melihat dia), merasa ingin dekat dengan pihak yang dicintai, merasa yakin ia dapat membahagiakan atau dibahagiakan oleh pihak yang dicintai itu, dan berpikir terus-menerus bagaimana agar bisa bersatu dengan pihak yang dicintai itu. Atau versi cinta yang lain, tampak dalam adegan akhir dari film “Spider-Man”, ketika Peter (Spiderman) berkata pada Mary yang jatuh cinta padanya: ‘Aku akan selalu siap membantumu kapan saja, tapi aku tak mungkin menikahimu’ (karena Spiderman ditakdirkan untuk membantu siapa saja).

Sebagai sebuah informasi tambahan, berikut ini ada daftar kesalahan yang sering diperbuat oleh mereka yang sulit menjadi kekasih hati: 

1. Merasa bahwa pacarnya adalah miliknya. (possessive)
2. Cemburu berlebihan.
3. Akrab (memeluk, mencium) berlebihan, gocekan berlebihan.
4. Banyak tingkah, ada maunya. 
5. Sering memakai ‘topeng’ (mengaku diri begini-begitu).
6. Tidak memberi kebebasan lagi pada pacarnya.
7. Tidak menjaga jarak, sehingga terjadi petting berlebihan dan SPN.
8. Merangsek, memaksakan kehendak.
9. Kebelet, alias tak kuasa menahan diri.
10. Memutuskan SPN atau menikah pada saat cinta sedang menggelora.
11. Mencintai selama pasangannya menarik dan baik.

Berangkat dari informasi tambahan di atas, harap diingat, terlebih bagi para kekasih hati, bahwa: 

Cara terbaik untuk menjaga agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya “sayap”. 
Cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan “menggenggam” seerat mungkin.
Mencintai adalah memberi “sayap” padanya, dan bukan malah memberi “borgol”. 

Perlu juga diingat bahwa, "You don't love a woman because she is beautiful, but she is beautiful because you love her." (Kau tidak mencintai seorang wanita karena ia cantik , tetapi ia cantik karena kau mencintainya). Kita diajak belajar memahami makna kecantikan. Pada dasarnya semua wanita cantik. Kedua, kecantikan yang sejati adalah kombinasi terbaik antara kecantikan fisik dan kecantikan batin, rohani dan spiritual. Setiap orang mempunyai selera yang berbeda. Ada yang tertarik pada bagian tertentu. Ada yang terkesan atas perilaku tertentu. Kenyataan menunjukkan beberapa keajaiban yang tak masuk akal dalam hal ini. Ada pria ganteng jatuh cinta pada wanita gemuk dan kurang berpenampilan. Ada wanita cantik jatuh cinta pada pria cebol yang buruk rupa. Andrew, pemuda ganteng menikahi Cindy pegawainya yang tak punya kaki sama sekali (pernah disiarkan Metro TV).

Yang jelas, Allah jatuh cinta pada manusia. Ia menjadi kekasih kita. Model jatuh cinta ilahi antara Allah pada manusia adalah membebaskan dan sering membiarkan jarak (tidak memaksa), memaafkan, mengorbankan diri, memberikan yang terbaik, dan berbelas kasih: mengabulkan permohonan. Dalam model cinta insani? 

Ada salah satu istilah yang baik kita ingat dalam rangka membangun cinta insani menjadi cnta ilahi, yakni: “win-win solution”: kedua pihak yang berselisih selalu bisa sama-sama menang. Ini sering dipakai juga dalam bisnis dan organisasi. Dalam keluarga, win-win solution lebih sering berarti ‘mengalah untuk menang’. Dalam relasi cinta mengalah selalu berarti menang. Bukankah seperti kata Stuart B.Johns, urusan kita dalam kehidupan ini bukanlah untuk mendahului orang lain, tetapi untuk melampaui diri kita sendiri, untuk memecahkan rekor kita sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan kasih yang melimpah pada hari ini? 
Disinilah, menjadi jelas bahwa kita diajak belajar menjadi “kekasih hati”. 

Semoga kisah di akhir tulisan ini membuat kita semakin berani "mengenakan kasih sepenuh hati”: 

Alkisah: 
Kapak, Gergaji, Palu, dan Nyala Api sedang mengadakan perjalanan bersama-sama. Di suatu tempat, perjalanan mereka terhenti karena terdapat sepotong besi baja yang tergeletak menghalangi jalanan. Mereka berusaha menyingkirkan baja tersebut dengan kekuatan yang mereka miliki masing-masing. "Itu bisa aku singkirkan," kata Kapak. Pukulan-pukulannya keras sekali menghantam baja yang kuat dan keras juga itu. Tapi tiap bacokan hanya membuat kapak itu lebih tumpul sendiri sampai ia berhenti. "Sini, biar aku yang urus," kata Gergaji. Dengan gigi-gigi yang tajam tanpa perasaan, iapun mulai menggergaji. Tapi kaget dan kecewa ia, semua giginya jadi tumpul dan rontok.
"Apa kubilang," kata Palu, "Kan aku sudah omong, kalian tak bisa. Sini, sini aku tunjukkan caranya." Tapi baru sekali ia memukul, kepalanya terpental sendiri, dan baja tetap tak berubah. "Boleh aku coba?" tanya Nyala Api. Dan iapun melingkarkan diri, dengan lembut menggeluti, memeluk, dan mendekapnya erat-erat tanpa mau melepaskannya. Baja yang keras itupun perlahan meleleh cair..Indah, ya indah ketika kita mengenakan kasih dengan lembut dan tanpa henti, bukan?

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih,
dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
Rasul Paulus, I Korintus 13:13

0 komentar:

Poskan Komentar