Ads 468x60px

Malaikat: Riwayatmu Dulu…..

APAKAH MANUSIA DAPAT MENJADI MALAIKAT SETELAH MATI?
Tidak, malaikat tidak memuja manusia biasa.menjelaskan bahwa malaikat tidak menikah atau mempunyai anak seperti manusia biasa, dan Hebrews 12:22-23 mengatakan pada saat kita sampai di Yerusalem Surgawi, kita akan dipertemukan dengan “beribu-ribu malaikat” dan “roh orang-orang benar yang telah disempurnakan”—dua kelompok yang terpisah.
Malaikat adalah teman atau sahabat, bukan berasal dari suatu keturunan nenek moyang (Luke 20:34-36). Kita disebut “anak manusia,” tapi malaikat tidak pernah disebut “anak malaikat”

SIAPA DAN APA MALAIKAT ITU?
Kata “malaikat” berasal dari bahasa Yunani aggelos, yang berarti “pembawa pesan.” Kata Ibrani yang sama mal'ak mempunyai arti yang sama.

Kadangkala, Alkitab menggunakan kata ini untuk sebutan kepada seseorang:
• Seorang biasa yang membawa pesan (Job 1:14; Luke 7:24; 9:52)
• Nabi-nabi (Isaiah 42:19; Malachi 3:1)
• Imam (Malachi 2:7)
• Pemimpin Gereja (Rev 1:20)
Terkadang, kata ini menggambarkan sesuatu atau kejadian sebagai “pembawa pesan”… 
• tiang awan (Exodus 14:19)
• wabah atau penyakit (2 Samuel 24:16-17)

Tapi biasanya kata ini menggambarkan sekelompok roh yang telah Tuhan ciptakan, termasuk malaikat baik dan jahat, dan beberapa katagori khusus seperti cherubim, seraphim, dan archangel. Kata malaikat disebut paling tidak 108 kali dalam Perjanjian Lama dan 165 kali di Perjanjian Baru (Chafer, Systematic Theology, II, 3). ADa banyak sekali informasi di Kitab Suci bagi kita untuk membangun dasar pengetahuan kita mengenai makhluk malaikat ini.


BAGAIMANA AWAL MALAIKAT?
Kitab Suci berbicara mengenai penciptaan malaikat, oleh sebab itu, jelas sekali bahwa mereka tidak diciptakan pada awal keabadian(Neh9:6; Maz 148:2,5). Kol1:16-17:

"dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia."
Waktu penciptaan mereka tidak pernah disebutkan secara pasti, tapi mungkin sekali waktu penciptaannya terjadi berhubungan dengan penciptaan langit dalam Kej 1:1. Mungkin terjadi bahwa Tuhan menciptakan mereka segera setelah penciptaan langit - sebelum penciptaan dunia berdasarkan pada Ayub 38:4-7, "anak-anak Allah berteriak bersukacita" ketika Dia menaruh dasar Bumi. 

BERAPA JUMLAH MALAIKAT?
Walaupun Kitab Suci tidak memberikan jumlah yang pasti, tapi kita diberitahukan bahwa jumlah malaikat sangat banyak (Daniel 7:10; Mat 26:53; Ibr 12:22). Kelihatannya malaikat diciptakan hanya pada satu kali. Tidak ada malaikat baru yang ditambahkan. Malaikat tidak akan mati atau dalam bentuk apapun atau punah; oleh sebab itu mereka juga tidak akan berkurang. Kelihatannya masuk akal untuk mengatakan, bahwa jumlah malaikat dalam keberadaan sebanyak jumlah manusia sepanjang sejarah.


APAKAH MALAIKAT MEMPUNYAI TUBUH?
Malaikat pada dasarnya adalah “roh yang melayani,” (Hebrews 1:14) dan tidak mempunyai tubuh nyata seperti manusia. Yesus menyatakan bahwa "roh tidak mempunyai tulang dan daging, sebagaimana kamu melihat Aku" (Luke 24:37-39). 
Alkitab mengatakan bahwa malaikat hanya bisa berada di satu tempat pada satu saat. Mereka pasti mempunyai keberadaan lokal saja.
Malaikat dapat mengambil bentuk seorang manusia jika memang dibutuhkan. Bagaimana orang dapat menjamu "entertain angels " (Hebrews 13:2)? Disisi lain, penampilan mereka terkadang dalam bentuk sinar yang menyilaukan dan dalam kemuliaan yang menggentarkan (Matthew 28:2-4). 

BAGAIMANA RUPA MALAIKAT?
Karena malaikat adalah roh dan bukan berbentuk fisik, mereka tidak kelihatan setiap waktu (Colossians 1:16). Elisa pernah berdoa bahwa pembantunya akan melihat pasukan malaikat mengelilingi kota, dan anak muda ini di “buka” matanya sehingga ia dapat melihat makhluk-makhluk yang tidak kelihatan itu (2 Kings 6:17)! 

Ketika malaikat muncul, Mereka muncul dalam bentuk manusia. Dalam Genesis 18, Abraham menyambut tiga tamu malaikat yang muncul sebagai pelancong biasa. Di bab berikutnya, dua malaikat pergi ke Sodom dimana mereka dianggap hanya sebagai pengunjung biasa. 

Tidak melupakan ayat yang diperdebatkan dalam Zechariah 5:9, malaikat selalu muncul dalam bentuk pria daripada wanita (Mark 16:5).

Terkadang, malaikat muncul dalam perlengkapan yang tidak biasanya. Daniel melihat seorang malaikat dengan tangan dan kakinya berkilau seperti tembaga dan dengan batu berharga, dan wajah seperti kilat (Daniel 10:5-6). Malaikat yang menggulingkan baru kuburan Kristus muncul dengan sinar yang menyilaukan (Matthew 28:3; Luke 24:4). Kitab Wahyu menggambarkan beberapa makhluk luar biasa yang mungkin adalah bentuk lain dari malaikat dalam Revelation 4:6-8.

Malaikat dalam Alkitab tidak pernah muncul dalam bentuk yang lucu, anak-anak yang menggemaskan! Mereka selalu muncul dalam bentuk orang dewasa. Ketika orang-orang dalam Alkitab melihat malaikat, respon mereka selalu rebah sujud dalam rasa takut dan terkejut, bukannya mendekat dan ingin menggelitik bayi yang lucu. 

Beberapa ayat dalam Alkitab menyebutkan malaikat mempunyai sayap (Isaiah 6:2,6). Ayat lainnya berbicara mengenai malaikat terbang, dan kita beranggapan bahwa sayap digunakan untuk penerbangan itu (Daniel 9:21). Bagaimanapun juga, Saya beranggapan bahwa malaikat dapat terbang kemana saja tanpa tergantung dari sayapnya. Kebanyakan referensi dari Alkitab, tidak menyebutkan mengenai sayap dan di ayat seperti Genesis 18-19, jelas mengatakan bahwa tidak ada sayap yang kelihatan.

BAGAIMANA MALAIKAT DIBANDINGKAN DENGAN MANUSIA BIASA?
• Mereka lebih kuat dari manusia, tapi tidak Maha Kuasa (Psalm 103:20; 2 Peter 2:11).
• Mereka lebih tahu dari manusia dalam pengetahuan, tapi tidak Maha Tahu (2 Samuel 14:20; Matthew 24:36).
• Mereka lebih mulia dari manusia, tapi tidak Maha Hadir (Daniel 9:21-23, 10:10-14).

Kepercayaan bahwa Tuhan Allah mengirimkan Roh untuk melindungi seorang insani merupakan sebuah kepercayaan yang tersebar luas pada filsafat Yunani kuna. Plato juga menuliskannya pada dialognya Phaedo. Dengan cara yang sama, kepercayaan ini muncul pada Perjanjian Lama, meski tidak secara spesifik diperikan. Henokh 100:5 berkata bahwa mereka yang bajik memiliki malaikat pelindung. Pada Kitab Kisah Para Rasul 12:15 -- "Kata mereka kepada perempuan itu: "Engkau mengigau." Akan tetapi ia tetap mengatakan, bahwa benar-benar demikian. Kata mereka: "Itu malaikatnya." -- ada sebuah rujukan tersirat mengenai kepercayaan ini. Dalam Injil Matius 18:10 Yesus bersabda bahwa anak-anak dilindungi oleh malaikat pelindung:


"Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga." (Terjemahan Baru)"
Apakah malaikat pelindung menjaga setiap orang, tidak secara konsisten dipercayai atau dipegang dalam pemikiran Kristen.

Santo Ambrosius percaya bahwa orang-orang suci kehilangan malaikat pelindung mereka agar mereka bisa berjuang dan tetap bertekun dengan lebih hebat. Santo Hieronimus dan Basilius berkata bahwa dosa menjauhkan manusia dari malaikat pelindung. Konsep malaikat pelindung dan hierarki mereka dikembangkan secara luas oleh Pseudo-Dionisius dari Areopagus pada abad ke-5 dan memiliki pengaruh yang kuat pada seni dan devosi kerakyatan.

Teolog Gereja Kristen pertama yang menguraikan skema yang spesifik untuk malaikat pelindung adalah Honorius dari Autun. Ia mengatakan bahwa pada saat memasuki tubuh kepada setiap jiwa ditetapkan seorang malaikat pelindung. Thomas Aquinas setuju dengan pendapat ini dan menerangkan lebih jauh bahwa malaikat yang paling rendah peringkatnyalah yang berfungsi sebagai pelindung. Namun Duns Scotus mengatakan bahwa malaikat manapun juga dapat menerima misi tersebut.
Keyakinan tentang malaikat pelindung ini diungkapkan oleh dokter dan filsuf Inggris Sir Thomas Browne (1605-82), yang menyatakan dalam bukunya Religio Medici (Bagian 1, alinea 33):

Oleh karena itu, tentang Roh-roh saya sama sekali tidak menyangkal keberadaan mereka, bahkan saya dengan mudah mempercayainya bahwa bukan hanya seluruh negara, melainkan orang-orang secara khusus memiliki Pendampingnya, dan Malaikat Pelindung: Ini bukanlah pandangan baru dari Gereja Roma, melainkan pandangan lama sejak Pitagoras dan Plato; dalam hal ini ajaran ini tidak mengandung ajaran sesat, dan meskipun tidak secara tegas dinyatakan di dalam Kitab Suci, ajaran ini merupakan suatu pandangan yang baik dan bermanfaat di dalam perjalanan dan hidup manusia dan tindakan-tindakannya, dan dapat berfungsi sebagai sebuah Hipotesis untuk menghapuskan banyak keragu-raguan, yang pemecahannya tidak diberikan oleh filsafat biasa.
Kepercayaan akan adanya malaikat pelindung merupakan bagian tak terpisahkan dari depositum fidei agama Katolik Roma dan diteliti dalam Angelologi (studi tentang para malaikat). Untuk menghormati para malaikat, maka Pesta Malaikat Pelindung dirayakan pada tanggal 2 Oktober.

Kata "malak" atau malaikat berasal dari bahasa Ibrani מלאך, mal'ak, yang berarti "kuat” atai “utusan". Kata ini di dalam TB diterjemahkan menjadi: Malaikat, malaikat, utusan, suruhan, orang-orang suruhan, bentara, pesuruh, dan raja. Lebih lanjut bicara soal malaikat” , mereka adalah makhluk ciptaan Allah yang bersifat gaib, diciptakan dari nur (cahaya), selalu taat, tunduk, dan patuh pada Allah, tidak pernah ingkar janji kepadaNya, dan tidak membutuhkan makan dan minum ataupun tidur. Mereka tidak mempunyai keinginan apa pun yang bersifat fisik dan juga kebutuhan yang bersifat materiil. Mereka menghabiskan waktu siang dan malam untuk mengabdi kepada Tuhan. Jumlah malaikat sangat banyak, tidak dapat diketahui secara pasti. Ada 3 malaikat agung, yakni Gabriel, pembawa kabar gembira; Mikhael, panglima perang Tuhan serta Rafael, malaikat teman seperjalanan. 

Istilah "malaikat" dalam Alkitab, מלאך ('malakh"), mendapatkan artinya hanya ketika disebutkan bersama-sama dengan pengutusnya, yaitu Allah sendiri, seperti misalnya dalam "malaikat TUHAN," atau "malaikat Allah" (Zakharia 12:8). Sebutan lainnya yang juga digunakan adalah "anak-anak Allah", (Kejadian 6:4; Ayub 1:6). Malaikat disebut sebagai "penjaga" (Daniel 4:13). Mereka disebut sebagai "tentara langit" (Kitab Ulangan 17:3) atau bala tentara "TUHAN" (Yosua 5:14). "Bala tentara," צבאות Zebaot dalam gelar Yahweh Zebaot, TUHAN dari bala tentara surgawi, mungkin dihubungkan dengan para malaikat. "Bala tentara" ini dihubungkan pula dengan bintang-bintang, karena bintang-bintang dianggap terkait erat dengan para malaikat. Namun, YHWH membedakan diri-Nya dari para malaikat, dan karena itu orang-orang Ibrani dilarang Musa menyembah "bala tentara surga".

Sebelum munculnya monoteisme di Israel, gagasan tentang malaikat ditemukan dalam Mal'akh Yahweh, malaikat TUHAN, atau Mal'akh Elohim, malaikat Allah. Mal'akh Yahweh adalah penampakan atau perwujudan Yahweh dalam bentuk manusia. Istilah Mal'akh Yahweh digunakan secara berganti-ganti dengan Yahweh (bandingkan Keluaran 3:2, dengan 3:4; 13:21 dengan 14:19). Mereka yang melihat Mal'akh Yahweh mengatakan bahwa mereka telah melihat Allah (Kejadian 32:30; Hakim-hakim 13:22). Mal'akh Yahweh (atau Elohim) menampakkan diri kepada Abraham, Hagar, Musa, Gideon, &c., dan memimpin bangsa Israel dalam tiang awan (Keluaran 3:2). Penyamaan Mal'akh Yahweh dengan Logos, atau Pribadi kedua dari Tritunggal, tidak ditunjukkan melalui acuan kepada kitab suci Ibrani, tetapi gagasan tentang pengidentifikasian Yang Ada dengan Allah, namun yang dalam pengertian tertentu berbeda daripada-Nya, menggambarkan kecenderungan pemikiran keagamaan Yahudi untuk membedakan pribadi-pribadi di dalam keesaan Allah. Orang Kristen berpendapat bahwa hal ini merupakan gambaran pendahuluan dari doktrin tentang Tritunggal, sementara orang Yahudi Kabalis mengatakan bahwa hal ini kemudian berkembang menjadi pemikiran teologis dan gambaran Kabbalah.

Setelah doktrin monoteisme dinyatakan secara resmi, dalam periode segera sebelum dan pada masa Pembuangan (Ulangan 6:4-5 dan Yesaya 43:10), kita menemukan banyak gambaran tentang malaikat dalam Kitab Yehezkiel. Nabi Yehezkiel, sebagai nabi di Pembuangan, mungkin dipengaruhi oleh hierarkhi makhluk adikodrati di dalam agama Babel, dan mungkin oleh angelologi Zoroastrianisme. (Namun tidak jelas bahwa doktrin Zoroastrianisme ini sudah berkembang demikian awal). Yehezkiel 9 memberikan gambaran yang terinci mengenai kerub (suatu jenis malaikat). Dalam salah satu penglihatannya Yehezkiel melihat 7 malaikat melaksanakan penghakiman Allah atas Yerusalem. Seperti dalam Kejadian, mereka digambarkan sebagai "manusia"; mal'akh, karena "malaikat", tidak muncul dalam Kitab Yehezkiel. Belakangan, dalam penglihatan Zakharia, malaikat memainkan peranan penting. Mereka disebut kadang-kadang sebagai "manusia", kadang-kadang sebagai mal'akh, dan Mal'akh Yahweh tampaknya menduduki tempat utama di antara mereka (Zakharia 1:11).

Dalam masa pasca-Alkitab, bala tentara surgawi menjadi semakin terorganisasi (barangkali bahkan sejak Zakharia [3:9, 4:10]; dan yang pasti dalam Daniel). Malaikat pun menjadi beragam, sebagian malah juga mempunyai nama.

Dalam Perjanjian Baru malaikat seringkali muncul sebagai pelayan Allah adn pembawa penyataan (mis. Matius 1:20 (kepada Yusuf), 4:11. (kepada Yesus), Lukas 1:26 (kepada Maria), Kisah para Rasul 12:7 (kepada Petrus)); dan Yesus berbicara tentang malaikat yang melakukan tugas-tugas seperti itu (mis. Markus 8:38, 13:27), menyiratkan di dalam salah satu ucapannya bahwa mereka tidak menikah ataupun dinikahkan (Markus 12:25).

Malaikat juga memainkan peranan penting dalam tulisan Apokaliptik. Perjanian Baru tidak terlalu berminat terhadap hierarkhi malaikat, namun doktrin itu mempunyai jejaknya. Pembedaan antara malaikat yang baik dan jahat diakui. Kita mempunyai nama-nama, Gabriel (Lukas 1:19), dan Mikail (Daniel 12:1), dan malaikat jahat Beelzebub, (Markus 3:22) dan Setan (Markus 1:13). Sementara itu kesetiaan sebagian malaikat tidak begitu jelas seperti Abadon atau Apolion (Wahyu 9:11). Peringkat juga disiratkan: penghulu malaikat (Mikail, Yudas 9), malaikat-malaikat dan pemerintah-pemerintah (Roma 8:38; Kolose 2:10), singgasana dan kerajaan (Kolose 1:16). Malaikat muncul berkelompok empat atau tujuh orang (Wahyu 7:1). Dalam Wahyu 1-3 kita bertemu dengan para "Malaiat" dari Ketujuh Gereja di Asia Kecil. Mereka mungkin adalah para malaikat pelindung, yang mendampingi gereja-gereja sama seperti para "pangeran" di dalam Daniel yang berdiri mendampingi bangsa-bangsa.

Para "malaikat" ini praktis merupakan personifikasi dari gereja-gereja.
Gabriel, sang penghulu malaikat, menampakkan diri kepada Maria untuk memberitahukan kepadanya bahwa anak yang akan dilahirkannya kelak adalah Mesias. Malaikat-malaikat lain hadir untuk menyambut kelahirannya. Dalam Matius 28:2, malaikat menampakkan diri pada kubur Yesus, membuat para pengawal Romawi ketakutan, menggulingkan batu dari kubur itu, dan kemudian memberitahukan kepada para perempuan yang datang membawa mur bahwa Yesus telah bangkit. Dalam versi yang lain, Markus 16:5 mengisahkan bahwa malaikat itu tidak kelihatan hingga para perempuan itu masuk ke kubur yang telah terbuka. Malaikat itu digambarkan semata-mata sebagai "seorang muda". Dalam versi Lukas tentang kisah kebangkitan (Lukas 24:4), dua malaikat tiba-tiba menampakkan diri di dekat para perempuan yang berada di dalam kubur itu. Mereka digambarkan mengenakan pakaian yang "berkilau-kilauan". Gambaran ini paling mirip dengan versi Yohanes 20:12 yang melukiskan Maria sendirian berbicara dengan "dua orang malaikat yang berpakaian putih" di dalam kubur Yesus.

Dua malaikat menyaksikan kenaikan Yesus ke surga dan menubuatkan kedatangannya yang kedua kali. Ketika Petrus dipenjarakan, seorang malaikat membuat para pengawal tertidur, melepaskannya dari belenggunya, dan membawanya keluar dari penjara. Malaikat memainkan berbagai peranan dalam Kitab Wahyu. Di antaranya adalah berdiri di sekitar takhta Allah dan menyanyikan " "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa."

Sebuah penafsiran tentang malaikat di dalam kitab-kitab Injil mengatakan bahwa mereka semata-mata adalah manusia yang membawa pesan ilahi. Memang, istilah "angelos" seringkali digunakan bukan untuk menggambarkan makhluk yang berkuasa, melainkan semata-mata mereka yang memberitakan suatu peristiwa penting.

Tingkatan malaikat
Beberapa orang berpendapat malaikat memiliki sembilan tingkatan atau struktur berdasarkan kedudukan dan tugas masing-masing. Salah satu orang yang pertama kali merumuskan tingkatan malaikat adalah Dionysus pada abad ke-5 di dalam Pseudo-Dionysus Areopagite, dan juga dalam Summa Theologia dalam bukunya berjudul "The Celestial Hierarchy

1. Tingkat pertama (Sumber Perjanjian Lama) 
o Serafim: Mereka yang berjaga di takhta Allah. Konon serafim memiliki sayap enam yang memiliki fungsi masing sebagai berikut yaitu: dua sayap untuk menutupi wajah Tuhan karena wajah Tuhan memancarkan kemuliaan, dua sayap untuk menutupi kaki Tuhan, dan dua sayap untuk terbang melayang.
o Kerubim: Panglima pemimpin perang, Kerubim memiliki sayap empat yang menandakan diri mereka panglima perang. Mereka adalah golongan pemimpin militer di kerajaan Tuhan. Menurud Kejadian 3:24 kerub adalah malaikat penjaga yang menjaga pohon kehidupan dengan menggunakan pedang api yang menyala-nyala, tetapi ada etimologi lain yang mengatakan bahwa Gilgamesh raja Persia berhasil membuka pintu Taman Eden dan hendak meraih Pohon Kehidupan dan ular mematuknya hingga mati sehingga mayatnya masih ada di Taman Eden sebagai peringatan Barangsiapa yang hendak meraih Buah pada pohon kehidupan
o Ophanim: Para pelindung wilayah. Mereka berfungsi untuk menjaga wilayah tertentu dengan membawahi beberapa Legion tertentu di suatu tempat ((Penyokong Takhta Allah).

2. Tingkat kedua (Sumber Perjanjian Baru) 
o Kyriotetai: Mereka yang dikaruniai kekuatan daya penghancur dan penaklukkan.
o Dynamai: Mereka yang memvisualkan sesuatu. Konon tingkat malaikat ini memiliki daya stategi dalam perang dan menjalankan perintah Tuhan
o Exusiai: Malaikat yang memberi kekuatan kepada setiap individu dalam hidup mereka.

3. Tingkat ketiga 
o Archai: Malaikat yang bertugas menegakkan prinsip Tuhan, sistemnya seperti hakim yang menegakkan hukum Tuhan dan melakukan penghukuman bila ada sesuatu yang salah.
o Archangeloi: Malaikat ini menjaga hidup manusia, yang suka disebut Guardian Angels untuk setiap orang yang percaya akan kehadirannya.
o Angeloi: Pembawa kabar atau berita dari Tuhan, Gabriel berada pada kelas ini. 
Malaikat Gabriel memberitakan kepada Maria bahwa ia akan mengandung bayi Yesus (El Greco, 1575). 

Beberapa nama malaikat yang disebut dalam Alkitab:
• Mikael = Panglima Perang Surga
• Gabriel = Pembawa Sukacita
• Serafim = Peniup Sangkakala
• Abadon atau Apolion = Malaikat Jurang Maut. 
Malaikat inilah yang ditundukkan oleh Mesias dalam misi kematian Yesus Kristus di kayu salib, perjalanan Yesus sebagai manusia biasa yang "menanggung dosa seluruh umat manusia" ke alam maut selama tiga hari untuk merebut kunci jurang maut (Injil). Dengan kemenangan Yesus dari upah dosa yang adalah maut merupakan misi kunci Mesias, untuk menebus umat-umat pilihan Allah, pada saat kebangkitan orang-orang mati di hari Penghakiman Yesus.

0 komentar:

Poskan Komentar