Ads 468x60px

Ulangtahun: Dulu Kini dan Nanti

14 November: 1978 - 2013.

Utuhkan hidupmu: Bersyukur
LANGkahkan cintamu: Berbagi 
TAbahkan hatimu: Bersabar 
HUNjukkan doamu: Beriman.


Bersama dengan pengenangan ulang tahun saya hari ini, saya ingin kembali mengajak untuk merenung menungkan soal ulang tahun Maria, Bunda Allah, Bunda Gereja sekaligus Bunda kita semua. Ya, tidak biasanya kita merayakan hari kelahiran para kudus. Sebaliknya kita merayakan hari mereka wafat, karena pada hari itulah mereka dilahirkan ke dalam sukacita surgawi. Namun, hari kelahiran Maria, yang dirayakan di kalangan Gereja Ortodoks, Katolik Roma, dan Anglikan pada 8 September merupakan suatu pengecualian. Kita merayakan hari kelahirannya karena ia datang ke dunia dalam keadaan penuh rahmat dan karena ia akan menjadi Bunda Yesus

Kelahiran Bunda Maria sendiri bagaikan fajar. Ketika pada waktu pagi cakrawala mulai berwarna merah, kita tahu bahwa matahari akan segera terbit. Demikian juga ketika Maria dilahirkan, ia membawa sukacita yang besar bagi dunia. Kelahirannya berarti bahwa Yesus, Matahari Keadilan, akan segera datang. Maria adalah manusia mengagumkan yang memperoleh hak istimewa untuk membawa Yesus kepada segenap umat manusia. Maria adalah sosok yang sangat populer, bukan hanya dikalangan Katolik tetapi di semua kalangan, bahkan dikalangan Muslim juga, sebab dalam Alquran nama Maria juga sering disebut. 

Dalam bahasa St. Agustinus, Maria adalah bunga indah yang tumbuh di ladang, bunga indah ini menghasilkan “lili” yang menghiasi ladang. Lewat Maria lahir sang Penyelamat dunia, Yesus Kristus. 

Kelahiran Bunda Maria sendiri bagi orang-orang di Mangalore, (sebuah basis Katolik di Negara Bagian Karnataka di India bagian selatan), dirayakan sebagai festival bunga bersama anak-anak. Disana, banyak gereja memulai novena, atau doa khusus sembilan hari, untuk menghormati Bunda Maria di kota yang berjarak 2.290 kilometer selatan New Delhi ini.

Selama hari-hari novena itu, anak-anak berkeliling mengumpulkan bunga untuk mempersembahkannya kepada Kanak-Kanak Maria. Rishal Albuquerque, seorang gadis Katolik berusia 13 tahun, berbagi dengan UCA News (Kantor Berita Katolik Asia, UCAN, Union of Catholic Asian News), tentang mengapa dia tertarik dengan pesta Ulang Tahun Bunda Maria. Dia yakin bahwa Bunda Maria sangat menyayanginya. Dia mengatakan, “Para guru mengajarkan kepada kami untuk menjadi indah dan bersih seperti bunga yang kami persembahkan kepada Kanak-Kanak Maria.” 

Dia juga menambahkan, perayaan ulang tahun selalu penuh kegembiraan. Setiap orang datang, ia mendapat banyak manisan, pergi ke gereja, dan menari. Di hari ulang tahun Bunda Maria itu, biasanya ia bersama teman-teman mengumpulkan bunga-bunga terbaik, mengenakan pakaian baru, dan pergi ke gereja paroki dengan seluruh keluarga, untuk mempersembahkan bunga dalam prosesi dan doa. Di akhir Misa, ia mendapat banyak manisan dan tebu. 

Di sore hari ada acara perlombaan, olahraga, dan pementasan budaya di gereja. Di malam hari, ia pergi ke rumah nenek untuk makan malam. Dia memperlihatkan cintanya kepada Bunda Maria dengan berdoa rosario setiap hari di keluarga, pada doa-doa malam. Ia memiliki sebuah gua Maria di rumah, bahkan pada hari-hari lain, ia mempersembahkan bunga dan menyalakan lilin di depan patung Bunda Maria di sore hari. Bagaimana dengan kita?

Yang pasti, bersama dengan ucapan selamat ulang tahun hari ini, selamat Ulang Tahun juga buat Bunda Maria dan buat semua orang. Kita tak selalu punya kue ulang tahun, tetapi kita diajak belajar memberikan diri untuk mengikuti jejaknya mengimani Allah yang benar. Semoga hidup dan iman kita bisa menjadi hadiah ulang tahun setiap hari. Berdoalah untuk kami ya Maria, karena kami sadar bahwa “every day is a birth day!”

“Totus tuus ego sum et omnia mea Tua sunt.
Accipio Te in me omnia.
Praebe mihi cor Tuum, Maria”
“Aku adalah milikmu
dan segala milikku adalah milikmu.
Engkau kuterima dalam diriku seluruhnya.
Berikan aku hatimu, ya Maria.”



0 komentar:

Poskan Komentar