Ads 468x60px

Relung Karung Puisi




Dulu: 
Anjing kampung menggonggong: gong…gong…kerr
Kucing Angola mengeong:…ngeongg ngeong ngeonggg
Macan tutul mengaum:…aummmm, ummmmmmm, ummmm
Ayam jago berkokok:….kokokpetok-kokokpetok
Bebek betina bersiul gaul:….wekwekwek
Jengkerik nyentrik beraksi apik nan cantik:….krikkrikkrik
Burung perkutut pak lurah manggung: ….hurr ketekukkuk
Ranting pohon jambu monyet pating petakilan: kil takil kil takil….saling bercanda
Rumput gajah liar sejumput klepas-klepus:….. pas pus pas pus, pamerkan raga
Batang bunga mawar seikat fa, fa, fu, fu….saling tertawa:…wa…wa…wa

Kini:
Manusia penuh busana pun harga…ga..ga…ga
Tutupi aurat demi martabat, katanya…nya…nya..nya
Penuh muslihat demi harkat, kiranya…nya..nya…nya
Lupa kerabat pun sahabat, demi derajat jadinya…nya..nya…nya
Ingkari Tuhan, iman dan nurani kemanusiaan


Nanti:
Hidup itu bagaikan garis lurus tak pernah kembali ke masa yang lalu. 
Hidup itu bukan bulatan bola yang tiada ujung tiada pangkal. 
Hidup itu melangkah terus semakin mendekat ke titik terakhir.
Hidup mengajak kita menyongsong tahun yang baru. 
Hidup yang bukan hanya merupakan deretan waktu atau saat, tapi juga tantangan mutu. 
Hidup yang bukan hanya kronos tapi juga khairos, 
Sebuah kesempatan, kemungkinan, rahmat, perutusan. 
Ia adalah sebuah momentum
Momentum untuk kita 
Untuk membaharui segalanya secara utuh, 
penuh dan menyeluruh.

0 komentar:

Poskan Komentar