Ads 468x60px

WASPADA!!. Indikasi dan Solusi

(Buku "Bulan Bintang Matahari", RJK, Kanisius)

indikasi solusi

1. KESOMBONGAN
• tidak bersikap toleran * milikilah pandangan yang tepat tentang
• berambisi besar ketergantungan pada Tuhan 
• sombong * cenderung mendahulukan orang lain dari 
• terlalu memuji diri daripada diri sendiri
• bersikap menghina * membiasakan diri untuk melayani
• ego sentris orang lain
• keras kepala * keterbukaan kepada semua orang
• suka jengkel oleh pelanggaran * kemurnian dalam motivasi
orang lain * menggunakan kharisma-kharismaku
• congkak,angkuh, mudah tersinggung dengan sederhana
• tidak memperhatikan nasihat orang lain

2. KETAMAKAN
• kebohongan * kembangkan rasa kagum pada yang biasa
• kikir / pelit * jauhkan diri dari hal-hal yang berlebihan
• kurang berbesar hati * keinginan besar meniru Kristus yang 
• penimbunan kekayaan mau menderita
• main sembunyi/serba rahasia * mencari kerajaan Allah lebih dulu
• tidak murah hati * bagi-bagikan apa yang kau miliki
• mencari keamanan dalam hal duniawi * berikan kepada orang lain yang terbaik

3. KEMARAHAN
• Keengganan dalam segala hal * Selalu bayangkan Kristus tersalib
• Membuat seseorang marah/geram * lakukan doa/amal kecil-kecil
• Tidak sabaran bagi mereka yang mengganggumu 
• Ingin membalas dendam * hidup selalu dalam kehadiran Tuhan
• Bersikap baik terhadap seseorang * berdiam diri sewaktu diganggu
Agar orang lain tersingkirkan

4. KECEMBURUAN/IRI HATI
• membuat orang lain benci * berterima kasih kepada Tuhan untuk
• sebarkan desas-desus semua anugerah dari orang lain
• menjelek-jelekan orang lain * berdoa bagi orang yang anda benci
• menfitnah, membalas dendam * bicara yang baik tentang orang yang 
• senang atas sengsara orang lain tidak disenangi
• pendengki, jengkel bila orang * renungkan tentang hidup surgawi
lain dipuji

5. KEMALASAN
• mempunyai sikap malas * pelihara dengan baik hidup doa anda
• selalu datang terlambat * perhatikan acara-acara harian Anda 
• tidak bergairah dalam segala hal dengan teliti
• mudah putus asa * buatlah segera yang enggan dilakukan
• tidak mantap * kerapkali merenung tentang hidup kekal
• suka murung bermuram durja * lakukan perbuatan displin yang kecil-
• sukar diberi semangat kecil

6. KERAKUSAN
• pikir dan bicara tentang makanan * putuskan sebelumnya berapa banyak
• selalu ngomel tentang makanan yang akan diambil, teguh dalam 
• membuang-buang makanan putusan itu
• mengabaikan orang lain di meja * makan dan minum dihadapan Allah
makan * kurangi sedikit pada tiap kali makan
• tahu batas dalam minuman alkohol makanan yang disenangi
• suka membual, omong kosong, riuh * melawan hawa nafsu

7. PERCABULAN
• keingintahuan berlebih seputar sex * perkembangkan cinta pribadi kepada
• keakraban berlebihan dengan seseorang Tuhan
• kurang hati-hati dalam membuka buku * jauhkan kesempatan untuk berdosa
• tidak mengendalikan khayalan * berkeras diri terhadap tubuh sendiri
• mencari serba nikmat * isilah waktu dengan macam-macam
• tidak terbuka terhadap bapak kesibukkan yang berguna
pengakuan * hiduplah seutuhnya bagi orang lain
• tidak gunakan sarana untuk kepentingan
diri dan bisa mengendalikan nafsu

Dalam perjalanan hidup, kita sebagai manusia (Bhs Jawa: menungso= menus-menus kakean doso) seringkali jatuh dalam 7 maksiat di atas, bukan? Disinilah seruan Yakobus mendapatkan aktualitasnya: Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri (Yak 1: 21-22). 

Arti kata ‘yang kotor’ dalam bahasa Yunani adalah “rhuparia” yang berarti sampah, kotoran, kemesuman kebusukan, dan pelbagai hal yang menjijikkan. Arti kedua “rhuparia” adalah sama dengan kata Yunani untuk “tahi telinga”. Bukankah tahi telinga menyebabkan kita sulit untuk mendengar dengan jelas? Dkl: Kita menjadi kurang peka terhadap suara Allah karena ‘yang kotor’ ini tinggal dalam hati kita. 

Pentingnya untuk bersih dari kotoran nampak nyata dari kata kerja imperatif yang dipilih, yaitu: “buanglah”, yang berarti ‘lucutilah” seperti seseorang akan membuka/melucuti pakaiannya yang terbakar untuk menyelamatkan dirinya. Manusia dalam situasi seperti itu, secara harafiah akan menyobek pakaiannya seolah-olah hidupnya tergantung padanya. Nasehat Rasul Yakobus ini secara mendalam sebenarnya mengajak kita untuk berbuat yang sama, membuang dosa seolah-olah pakaian yang terbakar dan mengancam nyawa kita. 

Bapa Gereja, Gregorius dari Nasiansa sendiri pernah berkata, "Baiklah kita membiarkan diri dikuburkan bersama Kristus dalam Pembaptisan, supaya bangkit bersama-Nya: baiklah kita turun bersama-Nya supaya ditinggikan bersama-Nya; kita naik lagi bersama-Nya supaya dimuliakan di dalam-Nya" (Gregorius dari Nasiansa, or. 40,9). Maukah kita kini dikuburkan bersama Kristus juga?

0 komentar:

Poskan Komentar