Ads 468x60px

Maria Magdalena

REFLEKSI TEOLOGIS

1. MAGDALENA
LEmah lembut dan sederhaNA

Ada banyak pakar dan tradisi yang mengartikan nama Magdalena dari pelbagai perspektif. Bagi saya sendiri, Magdalena bisa jadi mempunyai nama panggilan yang khas, yaitu: “Lena”, yang berarti: “LEmah lembut dan sederhaNA”

a.Lemah lembut
Maria Magdalena adalah perempuan berdosa, kaum marginal yang telah bertobat, yang memperoleh pengampunan sekaligus persahabatan dengan Kristus. Ia adalah seorang figur orang beriman yang berdiri dengan setia di bawah kaki salib, dan yang melihat Kristus yang bangkit. Singkatnya, ia adalah teladan yang mengagumkan bagi setiap orang beriman. Sikapnya yang lemah lembut paling tampak jelas saat minggu pagi di Hari Raya Paskah. 

Kelemahlembutannya terasa ketika Magdalena dan Yesus yang bangkit saling bertegur sapa. “Kata Yesus kepadanya: ‘Maria!’ Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: ‘Rabuni!’, artinya Guru [Yoh. 20:16]. Dari sikap lemahlembutnya ini, Gereja sendiri menghormati Maria Magdalena sebagai seorang kudus dan menjadikannya teladan bagi setiap orang Kristen yang dengan tulus hati berjuang mengejar kekudusan. Itulah sebabnya kenapa Uskup Agung Genoa, Jacobus de Voragine menyebut Maria Magdalena dalam karya monumentalnya Golden Legend (1250), sebagai “Iluminata sekalugus Illuminatrix - Ia yang Cerah dan Mencerahkan.”

b.Sederhana
“Imanmu telah menyelamatkan kamu. 
Pergilah dalam damai."

Mengacu pada Injil Maria Magdalena, terdapatlah sebuah pesan Maria Magdalena kepada para murid lain, setelah Yesus “pergi”, “Janganlah membayangkan pekerjaan Sang Guru sebagai pekerjaan besar dunia di mana kau akan menghadapi para politisi dan penguasa. Anggaplah pekerjaan-Nya sebagai pekerjaan kecil, biasa, untuk mengurusi diri sendiri. Dengan mengurusi diri kita masing-masing, kita sudah berkontribusi terhadap urusan dunia. Dengan mengurusi diri masing-masing, kita sudah sedikit meringankan beban dunia.”(Injil Maria Magdalena, hal. 75). Begitu sederhana pemikiran Maria Magdalena, bukan? 

Sepenggal kotbah Paus Gregorius juga bisa memberi penjelasan tentang figur Magdalena yang sederhana: “Ketika Maria Magdalena datang ke makam dan tidak menemukan jenasah Kristus, ia berpikir bahwa jenasahnya telah diambil orang, maka ia pun memberitahukannya kepada para murid. Setelah para murid datang dan melihat makam, mereka juga percaya akan apa yang dikatakan Maria. Kemudian dikatakan; ‘Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah, tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis.’ 

Patutlah kita merenungkan sikap Maria yang sederhana sekaligus cinta kasihnya yang begitu besar kepada Kristus; karena meskipun para murid telah pergi meninggalkan makam, ia tetap tinggal. Ia tetap mencari Dia yang tidak ia jumpai, dan sementara ia mencari, ia menangis; terbakar oleh rasa kasih yang hebat kepada Tuhannya, ia merindukan Dia yang dikiranya telah diambil orang. Dan demikianlah terjadi bahwa perempuan yang tinggal untuk mencari Kristus adalah satu-satunya yang pertama melihat Dia. Karena ketekunan diperlukan dalam setiap perbuatan baik, seperti sang kebenaran mengatakan kepada kita: “orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” 




2. SAKSI
Siap Ajarkan Kabar Sukacita Ilahi
“Sekarang, pergilah kepada saudara-saudara-Ku. 
Beritahukanlah kepada mereka agar pergi ke Galilea”

Setiap saya merayakan misa Malam Paskah, satu hal yang saya ingat bahwa Maria Magdalena mendapat tempat istimewa dalam puncak liturgi Gereja Katolik sedunia itu. Dialah manusia yang pertama kali melihat Yesus bangkit dari mati. Yah, Maria Magdalena adalah saksi kebangkitan Yesus: Ia melihat makam terbuka (Yoh 20:2). Ia bertemu malaikat (Mat 28:1; Mark 16:1; Luk 24:10), bahkan ia juga bertemu dengan Yesus yang bangkit (Mat 28:1; Mark 16:9; Yoh 20:8).

Berbicara lebih lanjut soal figur Maria Magdalena, satu hal yang bisa direnung-menungkan, adalah bahwa ia jelas seorang saksi. Yah, Maria Magdalena adalah saksi pelbagai karya Yesus, saksi sengsara Yesus, saksi wafatnya Yesus, saksi pemakaman Yesus, dan yang pasti, dialah saksi pertama kebangkitan Yesus. Itulah sebabnya, dalam suatu kotbah saya di Misa Malam Paskah tahun lalu, sebenarnya Paskah mempunyai arti yang indah, yakni: “Perempuan (Maria Magdalena) Adalah Saksi Kebangkitan AllaH.” 

-Maria Magdalena adalah seorang saksi pelbagai karya Yesus (mukjizat dan ajaranNya). Ia dibebaskan dari 7 roh jahat (Luk 8:2), lalu mengikuti Yesus dan mendukung pelbagai gerakan karya dan warta Yesus secara finansial bersama wanita-wanita lain (Luk 8:3)

-Maria Magdalena adalah seorang saksi sengsara dan wafat Yesus. Ia mengamati Yesus wafat (Mat 27:56; Mark 15:40). Ia juga berada di bawah salib Yesus (Yoh 19:25).

-Maria Magdalena adalah seorang saksi pemakaman Yesus. Ia berjaga di muka makam Yesus (Mat 27:61) serta mengamati di mana Yesus dimakamkan (Mark 15:47)
Satu hal baik yang juga tidak boleh terluputkan, Maria Magdalena adalah seorang saksi dan pewarta pertama kebangkitan Yesus. Ssst….bukankah dia juga tampilan diri kita masing-masing? Bukankah kita adalah para pendosa yang mengalami kasih Tuhan, dan setelah menjumpai dan mengalami Tuhan secara pribadi, kita juga dipanggil dan diutus menjadi saksiNya? Yah, kita diajak dan dipanggil untuk “Siap Ajarkan Kabar Sukacita Ilahi” Siapkah kita? Just do it!


EPILOG
“Dosanya yang banyak itu telah diampuni, 
sebab ia telah banyak berbuat kasih.” 
(Yesus Kristus)

Dalam Injil, kerap ada tiga tokoh yang spontan diperbincangkan ketika kita mengangkat sebuah nama “Maria Magdalena”, antara lain: 
- Maria Magdalena, seorang pengikut Kristus (Yoh 20:11-18); 
- Perempuan berdosa yang tak disebutkan namanya (Luk 7:36-50); 
- Maria dari Betania, saudari Marta dan Lazarus (Luk 10:38-42). 

Dalam sejarah Gereja, terutama sejak masa Paus Gregorius Agung, ketiga tokoh tersebut selalu diidentifikasikan sebagai Maria Magdalena. Sebuah pertanyaan kritis mengapa Paus Gregorius menyatukan ketiga “tokoh” tersebut bisa diajukan dan dibahas dalam wacana biblis yang lebih ilmiah nantinya. Satu hal yang pasti, Maria Magdalena adalah salah seorang dari perempuan-perempuan yang menyertai Yesus. Bagaimana dengan kita sendiri? Apakah kita juga setia menyertai Yesus di tengah pelbagai kesibukan harian kita? Ite Missa Est. Pergilah, kamu diutus! 

ASPIRASI
“Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.” 
(Lukas 8:1-3).

0 komentar:

Poskan Komentar