Ads 468x60px

Paskah, Riwayatmu Dulu, Kini dan Nanti


“Perempuan Adalah Saksi Kebangkitan Allah”

Puncak liturgi Gereja Katolik sebetulnya adalah Paskah. Paskah sendiri adalah peringatan kebangkitan Yesus. Masa Paskah dimulai dari Pekan Suci sampai Pentakosta. Pekan Suci sendiri terdiri dari lima bagian:

• - Minggu Palma, saat Yesus masuk kota Yerusalem dan disambut serta dielu-elukan sebagai seorang raja. 
• - Kamis Putih, saat Yesus mengadakan Perjamuan Malam terakhir bersama para muridNya. 
• - Jumat Agung, saat Yesus diadili dan dijatuhi hukuman mati oleh Pontius Pilatus, disalibkan, wafat, dan dimakamkan. 
• - Sabtu Suci, saat Yesus turun ke tempat penantian, ke dunia orang mati, untuk mengabarkan Injil. 
• - Hari Minggu Paskah, saat Yesus bangkit kembali dari antara orang mati. 
Dengan ini, umat Kristen menggantikan perayaan Paskah umat Yahudi, yang disebut Pesakh (dari bahasa Ibrani). Pada saat itu umat Yahudi memperingati keluarnya bangsa Yahudi dari tanah Mesir yang dipimpin oleh Musa, sebagaimana tertulis dalam kitab Keluaran. Tapi, bagi saya, kalau direnung-menung, Paskah ini juga punya akronimnya, yakni: Perempuan Adalah Saksi Kebangkitan Allah. Mengapa? 

Sebab perempuanlah, yang pada hari Minggu Paskah menjadi orang pertama yang mendapati makam kosong dan kemudian orang pertama yang melihat Kristus yang Bangkit (bdk Yoh 20:1-18). Perempuan itu adalah Maria Magdalena! Ia adalah salah seorang dari para perempuan yang menyertai Yesus dan para rasul: “Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.” (Luk 8:1-3). 

Perlu diingat bahwa Magdalena berasal dari kata Magdala. Magdala, terletak di pesisir Danau Galilea dekat Tiberias, merupakan kota makmur yang terkenal akan hasil perikanannya. Bangsa Romawi menghancurkan kota ini karena kebejatan moral masyarakatnya. Yang menarik, dalam Talmud (ikhtisar undang-undang dan ajaran Yahudi), dari kata Magdalena terbentuklah istilah “rambut keriting wanita,” yang berarti seorang pezinah. Injil St. Markus menegaskan bahwa Kristus telah mengusir tujuh setan dari Magdalena, seorang pezinah ini (Mrk 16:9). Ia juga berdiri di kaki salib pada saat penyaliban (bdk Mrk 15:40, Mat 27:56, dan Yoh 19:25) dan menjadi saksi pada pemakaman Kristus.

Dkl: Maria Magdalena adalah perempuan berdosa yang telah bertobat, yang memperoleh pengampunan sekaligus persahabatan dengan Kristus, yang berdiri dengan setia di bawah kaki salib, dan yang melihat Kristus yang bangkit. Gereja menghormati Maria Magdalena sebagai seorang kudus, pendosa yang bertobat dan menjadikannya teladan bagi setiap orang Kristen yang dengan tulus hati berjuang mengejar kekudusan. Bagaimana dengan kita?



NB: (HERSTORY, RJK, Kanisius)

Maria Magdalena adalah nama salah seorang pengikut Yesus. Tercandra, dialah murid perempuan yang paling terkenal, yang tercatat-ketat dalam Perjanjian Baru. Namanya disebut 12 kali hanya dalam keempat Injil, kebanyakan pada saat penyaliban dan kebangkitan Yesus. Peran pentingnya adalah sebagai orang pertama yang bertemu Yesus pada hari kebangkitanNya. Dia juga adalah orang pertama yang mengabarkan tentang "Yesus yang bangkit" kepada murid-murid yang lain. Di lain matra, perdebatan mengenai identitas dan entitas Maria Magdalena telah berlangsung sejak masa Gereja Perdana. Mengacu pada beberapa naskah injil apokrif, Henri-Dominique de Lacordaire, dalam “Sainte Marie Madeleine 1860”, malahan menegaskan bahwa Maria Magdalena adalah seorang murid istimewa. Dalam bahasanya: “Magdalena tak setinggi Petrus dalam hirarki, tapi lebih dekat kepada Yesus melalui hatinya". Satu hal yang pasti, kita bisa belajar banyak dari tokoh bernama Maria Magdalena ini, bukan?


SKETSA PROFIL
“Dia adalah seorang perempuan,
yang menemukan hidup baru dalam Kristus.”
(Paus Gregorius)

Ada banyak nama Maria dalam Injil, bukan? Bahkan, komunitas National Geographic pernah meneliti bahwa nama terpopuler bayi perempuan sepanjang tahun 1905-1995 di Amerika ialah Mary (Maria). Tetapi, yang manakah dan siapakah persisnya Maria yang satu ini, Maria Magdalena ini? Beberapa orang, secara spontan akan memberikan beberapa profil populernya: Dialah perempuan berdosa dengan tujuh roh jahat, perempuan yang meminyaki kaki Yesus dan mengusap dengan rambutnya, perempuan yang berzinah, pelacur yang bertobat, perempuan yang mengikuti Yesus, perempuan yang sama dengan Maria saudari Marta, dan lain sebagainya. 

Merupakan sebuah kenyataan, kalau kita mencari gambar Maria Magdalena lewat “Mbah Google”, terlihat jelas dari puluhan gambar dan lukisan, sebagian besar menampil-kenangkan sosok Maria Magdalena dengan gambaran yang hampir sama: gadis cantik dan menarik, yang berambut panjang (dan merah), agak sensual dan terkesan binal, kadang hampir bertelanjang dada atau bahkan terkesan menonjolkan feminitas serta lekak-lekuk sensualitasnya. Yah. Satu nama seribu arti! Begitulah Maria Magdalena adanya. 

Dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Yunani, nama "Maria Magdalena" beberapa kali ditulis dalam injil:
- Μαρία
Μαγδαληνή (Maria hē Magdalēnē) di Matius 27:56; Markus 15:40; Markus 15:47; Markus 16:1; Yohanes 19:25; Yohanes 20:1
- Μαρι
μ Μαγδαληνή (Mariam hē Magdalēnē) di Matius 27:61; Matius 28:1; Yohanes 20:18
- Μαρία τ
Μαγδαληνή (Maria tē Magdalēnē) di Markus 16:9
- Μαρία
καλουμένη Μαγδαληνή (Mariam hē kaloumenē Magdalēnē. "Maria yang disebut Magdalena") di Lukas 8:2
-
Μαγδαληνή Μαρία (hē Magdalēnē Maria, "Maria dari Magdala") di Lukas 24:10


Memang ada beberapa ahli yang menyatakan bahwa Magdalena berasal dari kata “Magdala”. Magdala sendiri terletak di pesisir Danau Galilea dekat Tiberias, merupakan sebuah kota makmur yang terkenal akan hasil perikanannya yang melimpah. Bangsa Romawi pernah menghancurkan kota ini karena kebejatan moral masyarakatnya dan karena peran sertanya dalam pemberontakan bangsa Yahudi. Hal lain lagi yang menarik: Dalam Talmud (ikhtisar undang-undang dan ajaran Yahudi), dari kata Magdalena terbentuklah istilah khas “rambut keriting perempuan,” yang berarti seorang pezinah. 

Nah, kalau mengacu pada injil kanonik (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes), beberapa sketsa seputar Maria Magdalena, antara lain:

- Wanita pendosa yang membasuh kaki Yesus dengan air mata, mengeringkan dengan rambut, dan mengurapi dengan minyak wangi, di rumah Simon Orang Farisi (Lukas 7:36-50).

- Wanita yang mengurapi kepala Yesus di rumah Simon Kusta di Betania (Mark 14:3-9; Mat 26:6-13)

- Maria dari Betania yang mengurapi kaki Yesus dengan minyak wangi dan mengeringkan dengan rambutnya (Yoh 12:1-9)

- Maria dari Magdala yang dibebaskan dari 7 roh jahat (Lukas 8:2)
Bicara soal Maria dari Magdala yang dibebaskan dari 7 roh jahat , kita bisa mengingat bahwa kalimat “7 roh jahat” memiliki beberapa arti, antara lain: Secara harafiah, berarti mengalami kesurupan tujuh macam roh jahat (dari kuntilanak, genderuwo sampai pelbagai macam jenis lainnya). 

Secara umum, berarti dia adalah seorang pendosa besar (dalam hal ini adalah seorang pelacur. Dalam kacamata sosio-historis, bisa berarti dia mengalami sakit parah (yang kronis, tidak tersembuhkan). 

Dalam konteks abad pertengahan, paham ini terkait lekat dengan istilah “7 dosa pokok” dalam tradisi Gereja Katolik, yakni: Lucifer untuk orang yang sombong. Mamon untuk orang yang tamak dan mata duitan. Asmodeus untuk orang yang jatuh pada kejahatan seksual. Satan untuk orang yang mudah marah. Beelzebul untuk orang yang rakus-serakah. Leviathan buat orang yang mudah iri hati. Belphegore untuk orang yang suka malas. 

Secara sederhana, gambaran umum Maria Magdalena yang kerap ditampil-kenangkan adalah hasil penggabungan dua figur wanita dalam injil kanonik, yakni: wanita pendosa yang mengurapi kaki Yesus (Luk 7) dan sekaligus wanita yang dibebaskan dari tujuh roh jahat (Luk 8)

Di lain matra, mengacu pada pelbagai injil apokrif, ada juga beberapa sketsa menarik seputar Maria Magdalena. Beberapa diantaranya:

- Mengacu pada Injil Thomas (100-200 M), ditampilkan Petrus yang protes karena Maria Magdalena mengikuti Yesus dan karena Yesus akan menjadikan Maria Magdalena seperti murid pria yang lainnya.

- Dalam Injil Maria Magdalena (120-180 M) ditampilkan bahwa Maria Magdalena "dicintai lain daripada wanita lain". Ia juga "menerima vision"; "menerima ajaran lain daripada yang diterima murid laki-laki"; dan Petrus lagi-lagi protes.

- Mengacu pada naskah dalam “Dialog Penyelamat” (150 M), dinyatakan bahwa Maria Magdalena bersama Matius dan Thomas diajar secara khusus. Ia disebut "Saudara perempuan" oleh Yesus. Ia juga berbicara sebagai wanita yang "mengerti seutuhnya"

- Injil Filipus (180-350 M) menekankan Maria Magdalena sebagai "partner Yesus". Ia juga "lebih dikasihi daripada semua murid lain", sehingga murid-murid lain protes.

- Dalam naskah “Pistis Sophia” (250-300 M), terkesan bahwa Maria Magdalena takut berbicara karena diancam oleh Petrus. Tercandra juga bahwa tafsiran Maria Magdalena juga dipuji Yesus.
Ternyata Maria Magdalena bukan hanya diperbincangkan dalam injil kanonik maupun non-kanonik (apokrif). Dia juga diperbincangkan secara berbeda dalam tradisi Gereja Barat dan Gereja Timur. Mengacu pada tradisi Gereja Barat/Latin, ada beberapa penampilan figur seputar Maria Magdalena, antara lain:

- Bapa-bapa Gereja pada abad 3 dan 4 mengatakan bahwa Maria Magdalena adalah “Rasul para rasul”.

- Paus Gregorius Agung, pada abad 6 mengatakan bahwa Maria Magdalena dipestakan setiap tanggal 22 Juli. Dia merupakan gabungan tiga figur wanita: Pendosa besar (pelacur), Maria dari Betania (saudari dari Martha dan Lazarus), Maria dari Magdala (seorang wanita penzinah).

- Tradisi populer pada Abad Pertengahan (abad ke-5 sampai abad ke-15) juga menampilkan beberapa figur Maria Magdalena. Pada waktu itu, muncul sebuah legenda bahwa Maria Magdalena alias Maria Betania, Martha, Lazarus dan kawan-kawannya mendarat di Marseilles (Perancis Selatan). Mereka mewartakan injil di Provence. Banyak tradisi populer mengatakan bahwa pada akhir hidupnya, Maria Magdalena bertapa di gua La Sainte-Baume (dekat Marseilles) selama 30 tahun sebagai ungkapan tobatnya. 

- Beberapa praktek suci umat juga menambah warna-warni khazanah sosok Maria Magdalena. Sebagai contohnya, pada abad pertengahan, marak tradisi berziarah ke makam Maria Magdalena di Vézelay (Burgundy - Perancis) dan Basilika Saint-Maximin di Provence, Perancis. Para umat juga kerap berziarah ke La Sainte-Baume (goa tempat Maria Magdalena bertapa). 

- Menurut Thomas Aquinas, dalam sebuah homilinya ketika memperingati pesta Maria Magdalena: Yesus dan Maria Magdalena bagaikan "Pelangi" tanda perjanjian Allah dan Nuh. Yesus adalah “Cahaya”, sedangkan Maria Magdalena adalah “Air” (air mata tobat). Atribut Maria Magdalena, yakni: Biru gelap sebagai lambang pertobatan dan kerendahan hati. Merah sebagai lambang iman serta botol minyak wangi sebagai lambang pembawa pengurapan. Atribut lain yang kerap dikenakan juga pada figur Maria Magdalena, adalah:Tengkorak, yang berarti mati terhadap dunia; Buku, sebuah kekayaan iman dan pengetahuan mistik; Memandang ke atas, mengartikan bahwa Maria Magdalena adalah seorang pribadi yang kontemplatif sekaligus visioner.

- Pada perkembangan terakhir, mengacu pada Penanggalan Liturgi 1969, dinyatakan bahwa Maria Magdalena yang dipestakan pada 22 Juli adalah satu figur wanita, yaitu Maria dari Magdala.

Sedangkan dalam Gereja Timur atau tradisi Yunani, Maria Magdalena Yunani disetarakan dengan para rasul. Ia dipestakan setiap tanggal 22 Juli, sebagai seorang kudus dan mewakili satu figur wanita, yaitu: Maria dari Magdala (yang dibebaskan dari 7 roh jahat dan merupakan saksi pertama kebangkitan). Sedangkan pesta Maria dan Marta dari Betania pada tanggal 4 Juni. 

Tradisi populer lainnya yang berkembang pada abad ke-2 dan seterusnya di Gereja Timur, adalah:
• Maria Magdalena bertemu Kaisar Tiberius. Ini merupakan awal tradisi adanya telur Paska 
• Maria Magdalena berkarya di Roma sampai Petrus dan Paulus wafat 
• Maria Magdalena menyusul Yohanes Rasul dan Bunda Maria ke Efesus 
• Maria Magdalena berkarya bersama Yohanes Rasul di Efesus.
• Maria Magdalena wafat dan dimakamkan di Efesus (kesaksian tertulis dari Barat: Gregorius Tours pada tahun 575, dan St. Willibaldus pada tahun 785)
• Jenazah Maria Magdalena dibawa ke Konstantinopel (tahun 886) dan ada kemungkinan dibawa ke Roma pada masa Perang Salib.

Mengacu pada pelbagai tradisi dan sejarah Gereja Timur, dikatakan bahwa dalam akhir hidupnya, Maria Magdalena tinggal dengan Yohanes Rasul dan Bunda Maria di Efesus. Ia juga mewartakan Injil bersama Yohanes Rasul di Efesus dan sekitarnya. Ia wafat dan dimakamkan di Efesus.

Pebagai tradisi yang lain juga mewarnai profil Maria Magdalena. Salah satu diantaranya, legenda mengenai Holy Grail. Mengacu pada Christien de Troyes, dalam Conte de Graal, (1180-1240), dikisahkan dalam legenda itu bahwa Yosef Arimatea mendarat di Glastonbury, Inggris, dengan membawa piala Perjamuan Terakhir. Di abad-abad kemudian, San Graal (Holy Grail/Cawan, dibaca "Sang Real"/Royal Blood), dikaitkan dengan Maria Magdalena, yaitu Maria Betania, Lazarus dll mengikuti Yosef Arimatea ke Inggris. Ada lagi profil Maria Magdalena yang dikaitkan dalam sebuah spiritualitas New Age, sebuah aliran abad modern. 

Dalam hal ini, Maria Magdalena dipandang sebagai tokoh yang mencapai kesempurnaan kerohanian. Ia menjadi jembatan antara yang manusiawi dan ilahi, sebagai "divine ascended masters"

Lepas dari pelbagai karakter dan sketsa wajah serta profil Maria Magdalena, ia sendiri menjadi pelindung dalam banyak hal, seperti: apoteker; kota Atrani, Italia; kota Casamicciola Terme, Ischia; hidup bersamadi; orang-orang yang masuk menjadi penganut Kristus; pembuat sarung tangan; penata rambut; orang berdosa yang bertobat; orang yang dihina karena kesengsaraan; pembuat parfum; tukang obat; pelacur yang bertobat; penyamak kulit; dan yang pasti pelindung kaum perempuan.

0 komentar:

Poskan Komentar