Ads 468x60px

Angelus Magnus - Malaikat Agung

Homili St. Gregorius Agung tentang Malaikat Agung "MGR"- "Mikael Gabriel Rafael" : 
"Kita harus tahu bahwa kata “malaikat” menunjukkan sebuah fungsi sebuah kodrat.
Roh yang kudus dari surga ini tentu saja selalu merupakan sebuah roh. Dan malaikat agung Gabriel yang dikirim kepada Bunda Maria karena selayaknya bahwa malaikat tertinggi yang harus datang untuk mengumumkan pesan terbesar dari semua pesan.

Beberapa malaikat diberikan nama yang layak untuk menunjukkan sebuah tugas yang akan diembannya. Di kota kudus tersebut, dimana pengetahuan sempurna mengalir dari penglihatan Allah yang Mahakuasa, mereka yang tidak mempunyai nama akan dengan mudah dikenali. Tapi nama yang lebih personal telah ditugaskan pada sesuatu bukan karena mereka tidak dapat dikenal tanpa nama tapi untuk menunjukkan pelayanan mereka ketika datang diantara kita. 

Demikianlah, Mikael yang berarti “Siapa yang seperti Allah”;
Gabriel yang adalah “Kekuatan dari Allah”;
Rafael yg adalah “Allah menyembuhkan”


Setiap kali suatu tindakan kuasa yang luar biasa harus dilakukan, Mikael dikirim sehingga tindakan dan namanya dapat membuatnya menjadi semakin jelas bahwa tidak ada satu orang pun bisa melakukan apa yg Allah lakukan dengan kekuatan mulianya.

Begitu juga musuh lama kita (iblis) dengan kesombongannya menginginkan untuk menjadi seperti Allah: "Aku akan naik ke surga; Aku akan dirikan tahtaku diatas bintang di surga; Aku akan menjadi seperti Yang Mahatinggi"

Ia akan diijinkan untuk tetap berkuasa sampai akhir jaman ketika ia akan di hancurkan dalam penghukuman terakhir, lalu ia akan bertarung dengan Mikael, seperti yang diberitahukan Yohanes:

Peperangan tersebut diperangi Mikael-Gabriel (yg dikirim kepada Maria) dan Rafael yang menyentuh mata Tobit, yang menghilangkan kegelapan dari kebutaannya. Jadi, karena ia ada untuk menyembuhkan, ia tepat disebut Allah menyembuhkan."




"Angelus Magnus"

Bicara soal "Malaikat Agung", Katekismus Gereja Katolik mengajarkan, “Sejak masa anak-anak sampai pada kematiannya malaikat-malaikat mengelilingi kehidupan manusia dengan perlindungan dan doa permohonan” (No. 336)

Santo  Basilius (wafat 379) menegaskan, “Seorang malaikat mendampingi setiap orang beriman sebagai pelindung dan gembala, supaya menghantarnya kepada kehidupan” (Adversus Eunomium, III, 1)

Sebagian besar dari kita, semenjak kecil telah belajar mendaraskan doa sederhana kepada malaikat pelindung kita, “Malaikat Allah, pelindungku tersayang, dengan perantaraan siapa kasih Allah dinyatakan kepadaku. Sejak saat ini dampingilah aku, untuk menerangi, melindungi, memimpin dan membimbingku.”

Sebagian dari para kudus dapat melihat malaikat, seperti St Petrus (Kis 12:1-19), atau melihat malaikat pelindung mereka, seperti St Padre Pio dan St Elizabeth dari Hungaria. Dalam Litani (Malaikat Agung) St. Rafael, terdapat kalimat doa yang berbunyi: "Santo Rafael, satu dari ketujuh malaikat yang berada di hadirat Yang Mahatinggi, doakanlah kami."

Siapakah yang dimaksud dengan ketujuh malaikat tersebut di atas? Dalam Alkitab malaikat agung yang sering disebut yaitu
1. Mikhael
2. Gabriel
3. Rafael

sedang keempat malaikat agung lainnya kemungkinan adalah
4. Uriel
5. Barrachiel
6. Sealtiel, dan
7. Yehudiel.


Berikut keterangan tentang Malaikat Agung:

"SANTO MIKAEL"
Mikael yang berarti 'Siapakah yang sama dengan Allah' adalah malaikat agung & panglima bala tentara surga. Ia dikenal sebagai pembela kaum beriman menghadapi serangan musuh. Aneka kisah klasik tentang Mikael umumnya bersumber pada kitab Wahyu yang menggambarkan pertentangan Yang Baik dan yang jahat:

"Mikael bersama para malaekatnya berperang melawan naga yang dibantu oleh para malaekatnya, tapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.
Dan naga besar, si ular tua yang disebut Iblis/Satan, yang menyesatkan dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi bersama dengan para malaekatnya." (Why 12:7-9)
Lebih lanjut, "Sekaranglah saatnya Allah menyelamatkan umatNya dan menunjukkan kuasaNya sebagai Raja!

Sekarang Raja Penyelamat yang dijanjikanNya itu telah menunjukkan kekuasaanNya!
Sebab yang menuduh saudara-saudara kita siang dan malam sudah dikeluarkan dari surga.
Saudara-saudara kita sudah mengalahkan dia dengan darah Anak Domba dan dengan Sabda Allah yang mereka kabarkan.

Mereka rela mengorbankan nyawa mereka sampai mati. Sebab itu, hendaklah surga dan semua yang tinggal di dalamnya bersuka ria! Tapi celakalah bumi dan laut karna iblis sudah turun kepadamu dengan amarah yang sangat besar. Sebab ia tahu bahwa waktunya tinggal sedikit." (Why 12: 10-12). Yang pasti, bangsa Israel memandang Mikael sebagai pembela dalam segala penganiayaan, godaan dan perpecahan: "Mikael datang menolong aku dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia" (Dan 10:13)

Sebagaimana Israel, demikian juga Gereja selalu memandang Mikael sebagai pelindung dan pembela dalam penganiayaan, godaan, dan perpecahan. Umat Kristen mendirikan banyak gereja di atas bukit dan gunung dengan nama Mikael. Banyak kerajaan, kota dan umat mempercayakan diri kepada Mikael. Penghormatan kepada Mikael semakin besar setelah penampakannya di atas Gunung Gargano, Italia pada abad ke-5. Selain itu diceritakan bahwa sewaktu Roma terserang wabah, Paus Gregorius melihat Mikael tengah menghunus pedangnya di atas makam Kaisar Adrian yang sekarang disebut Benteng Santo Angelo.


"SANTO GABRIEL"
 "Gabriel yang lazim disebut juga 'Jibrail' berarti 'Kekuatan Allah.' Dalam tradisi Kristen malaekat agung ini dikenal sebagai 'pembawa kabar gembira'. Peranannya sebagai pelayan dan utusan Allah sudah dikenal umat Allah semenjak masa Perjanjian Lama: "Aku mendengar dari tengah sungai Ulai itu suara manusia yang berseru: 'Gabriel, buatlah orang ini memahami penglihatan itu! Lalu ia berkata kepadaku: 'Pahamilah, anak manusia, bahwa penglihatan itu mengenai akhir masa!' (Dan 8:16-18).

Lalu selanjutnya: "Sementara aku berbicara dalam doa, terbanglah dengan cepat ke arahku Gabriel, dia yang telah kulihat dalam penglihatan yang dahulu itu pada waktu persembahan korban petang hari. Lalu ia mengajariku dan berbicara denganku: 'Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu" (Dan 9:21-23).

Dalam Perjanjian Baru, peranan Gabriel sebagai 'pembawa kabar gembira' dari Allah ditemukan lagi dalam kisah tentang Zakaria: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu" (Luk 1:11-20). Puncak dari peranan Gabriel tampak dalam kisah kunjungannya kepada Maria:
"Dalam bulan yang ke6, Allah menyuruh malaekat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria ...." (Luk 1:26-38).
Dari peranan malaekat Gabriel, kita tahu bahwa Gabriel menjadi utusan Allah untuk menyampaikan kepada manusia berita keselamatan dari Allah. Ia memberi penerangan ilahi kepada manusia sehingga terbukalah budi dan hati manusia untuk memahami kehendak Allah.


"SANTO RAFAEL"
"Rafael berarti 'Obat Tuhan', 'Tabib Allah'/'Tuhan Menyembuhkan'. Kisah terkenal mengenai Rafael sebagai 'Tabib Allah' dapat kita baca dalam Tobit 4-12. Di sana Rafael tampil sebagai 'teman seperjalanan' Tobia ke negeri Media. Ia hadir sebagai malaekat yang diutus untuk menyembuhkan Tobias dari kebutaan & membebaskan Sara, puteri Raguel dari gangguan roh jahat. Kepada Tobit, Rafael memperkenalkan diri:

"Aku ini Rafael, satu dari ke7 malaekat yang melayani di hadapan Tuhan yang mulia. Jangan takut; damai sejahtera dengan kamu. Pujilah Allah selama-lamanya! Waktu aku ada dengan kamu, maka bukan karena kerelaanku sendirilah terjadi demikian, melainkan karena kehendak Allah: Maka pujilah Dia seumur hidup, bernyanyilah kepadaNya!" (Tob 12:15-18). Umat Kristen menghormati Rafael sebagai tabib Allah yang diutus untuk menyembuhkan manusia dari penyakit dan menguatkan kelemahan jiwanya serta membebaskan dari perhambaan setan."



"4 Malaikat Agung Lain"

“ SANTO URIEL “.
Ia disebut Penjaga Sakramen Krisma yang membawa pedang kebenaran bagi prajurit Kristus.Ia membawa api yang mengingatkan akan turunnya Roh Kudus pada pentakosta & bara yang merupakan karunia Roh Kudus.

Mengingatkan kita jika hati harus dibakar dengan cinta tersuci pada Tuhan seperti para seraphim, seperti Hati Suci Yesus dan Maria.
St Uriel membawa neraca yang melambangkan penilaian tindakan kita di hari penghakiman.

Dia digambarkan membawa pedang yang menjaga Taman Eden.
Wujudnya adalah seorang laki-laki yang membawa pedang menyala dan dipanggil sebagai malaikat Petir.

Dia diidentifikasi sebagai Seraphim dan Cherubim sekaligus, dan dikenal dalam kitab Wahyu yang memanggil para burung untuk membinasakan para Iblis yang memperingatkan Nuh akan air bah.


“ SANTO YEHUDIEL” .
Ia penolong dalam Sakratul Maut & Penjaga Sakramen Pengurapan Orang Sakit.
Ia membawa sebuah mahkota membara yg melambangkan penebusan dan belas kasih Tuhan sekaligus melambangkan penderitaan kita yang ditanggung dalam diri Tuhan Yesus.


“ SANTO BARACHIEL”.
Ia memimpin sepasukan malaikat 496,000. Buku Henokh menjelaskan dirinya sebagai salah satu dari 4 penguasa Serafim & malaikat petir. Dia dikelilingi kelopak mawar putih dan digambarkan sebagai pemimpin para malaikat pelindung.


“ SANTO SEALTIEL”
Ia adalah penjaga Misa Kudus yg membawa dupa melambangkan doa dan penyerahan pada Pengorbanan Tuhan dalam misa kudus. “Dan malaikat lain datang dan berlutut di depan altar dengan pedupaan emas, dan disana diberikan padanya pedupaan, yang berisi doa smua orang kudus di depan altar emas, dekat dengan Singasana Tuhan. Asap dari pedupaan naik dari tangan para malaikat itu” (Wahyu 8:3-4).



Salam HIKers.
Tuhan berkati & Bunda merestui.
Fiat Lux!

1 komentar:

Luki Anggoro mengatakan...

Maaf romo sejauh yang saya ketahui bahasa latin dari malaikat agung itu archangelus (casus nominativus)

Poskan Komentar