Ads 468x60px

Fides In Transfiguration - Iman Dalam Perubahan


Iman memiliki dimensi perubahan:
- Abram menjadi Abraham
- Simon menjadi Petrus
- Saulus menjadi Paulus dan
- Yesus menjadi Kristus.

Jelasnya, kita juga diajak berubah:
- yang pemarah menjadi penyabar
- yang sombong menjadi rendah hati
- yang malas menjadi rajin
- yang penakut menjadi pemberani dll.


Adapun 3 jalan iman supaya kita bisa ber-“transfigurasi”- berubah setiap hari seperti yang saya tulis dm buku “HERSTORY” (RJK, Kanisius), antara lain:

1.Berdoa:
Di tengah kesibukan.dan ruwet renteng karya dan warta, Yesus selalu punya waktu ber”intimitas cum Deo”: Ia menyepi dan berdoa.
Ia naik ke Gunung Tabor dan menarik diri dari tegangan keseharian agar tidak hanyut-larut oleh afeksi-emosi-friksi dan ambisi.
Yang pasti lewat doa yang penuh dengan "solitude/kesendirian, "silence/keheningan; "stillness/ketenangan, dan "simplicity/kesederhanaan, kita bisa mendekati teras hati untuk kembali disentuh-diraba dan dibelai oleh Allah.
Dan, bukankah semakin kita kurang berdoa maka semakin buruk yang terjadi?

2. Berkarya:
Yesus ajak kita untuk “turun gunung”, untuk kembali menghadapi pelbagai gerak-polah masalah hidup karya.
Ia bersama para muridNya "turun" sebagai cahaya ilahi: Ia menerangi tapi tidak menyakiti.
Ia menghangatkan tapi tidak membinasakan, mencerahkan tapi tidak menyilaukan.
Disinilah, kita ditantang untuk “mengakar-membatang-menyabang-mendaun-berbunga+berbuah" bagi kemuliaan Tuhan.

3. Bersyukur:
Di atas Gunung Tabor, wajah Yesus bercahaya dan berkilauan.
Musa sebagai hakim agung dan Elia sebagai nabi agung pun “tunduk” padaNya.
Adapun Yesus juga mengajak 3 murid yg nantinya akan memimpin Gereja Perdana: Petrus di Roma, Yohanes di Efesus, dan Yakobus di Yerusalem.

“Cari gabah di Gunung Sahari - Mari kita berubah setiap hari.”


Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux!@RmJostKokoh
Pin HIK: 752D878C

0 komentar:

Poskan Komentar