Ads 468x60px

St. Perpetua dan Felicitas.

7 Maret, 
Perpetua dan Felicitas adalah dua wanita Kristen yang dibunuh sebagai martir pada abad ketiga dan dinobatkan sebagai Santa. Mereka berdua berasal dari Kartago, Afrika Utara.
Saat itu, kekuasaan politik dipegang kaisar Romawi Septimus Severus yang mewajibkan seluruh penduduk di setiap wilayah kekuasaan Romawi untuk menyembah dan memberikan persembahan kepada dewa-dewi.


Perpetua adalah seorang dari keluarga bangsawan berusia 22 tahun yang telah menikah, sementara Felicitas adalah budaknya yang sedang mengandung.
Felicitas kemudian melahirkan seorang anak laki-laki.

Perpetua dan Felicitas teguh berpegang pada iman dan dibaptis di dalam penjara.
Perpetua dan Felicitas menolak menyembah dan memberikan persembahan kepada dewa-dewi sebagaimana diperintahkan oleh kaisar.

Ayah dari Perpetua sudah berkali-kali membujuknya untuk mengikuti perintah tersebut supaya ia selamat, namun Perpetua menolak. Konsekuensinya, mereka harus menjalani hidupnya di dalam penjara. Selain itu, mereka juga disiksa dengan dimasukkan ke dalam sebuah arena melawan binatang buas. Mereka terluka hebat.

Konon, ketika Felicitas akan diterkam oleh binatang buas, Perpetua melemparkan jubahnya ke arah binatang buas tersebut, lalu seketika binatang tersebut mundur dan tidak ingin melawan mereka lagi.

Akhirnya, mereka menjalani penderitaan terakhir, yaitu dipancung dengan pedang.
Pada 7 Maret 203 (Perpetua genap berusia 26 tahun), mereka wafat sebagai martir.

Salam HIKers,
Tuhan berkati & Bunda merestui

0 komentar:

Poskan Komentar